Minuman kaleng bisa menjadi energi alternatif dari ethanol yang dihasilkannya

Posted on January 12, 2011

0


Aktivitas dunia ini berada dalam perpindahan energi dari satu energi ke bentuk energi lainnya.  Demikian pula dengan ethanol yang kelak bisa dijadikan alterntif energi dan salah satunya melalui minuman ringan yang diolah bisa menjadi ethanol.

Minuman Kaleng Disulap Jadi Ethanol

Jumat, 7 Januari 2011 | 16:30 WIB

caradvice.com

VIRGINIA, KOMPAS.com — Ada saja cara menciptakan energi alternatif, mulai dari memeras sari buah jarak sampai menggiling jagung atau biji bunga matahari. Beda dengan yang dilakukan MXI Environmental Services—perusahaan daur ulang di Amerika Serikat—yang mengubah puluhan ribu liter minuman kaleng (daripada dimusnahkan) menjadi ethanol.

Pihak Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (US Food and Drug Administration/FDA) pada November 2010 mengeluarkan pengumuman larangan peredaran beberapa merek minuman kaleng penambah energi beralkohol. Alasannya, kandungan kafein dan alkohol yang ada pada minuman bisa menjadi racun, adiktif, dan yang terburuk, yaitu tak sadarkan diri.

Commissioner FDA Margaret Hamburg membenarkan, minuman kaleng tersebut banyak dikaitkan dengan sejumlah kecelakaan mobil dan keracunan alkohol. Total, ada empat merek minuman, salah satunya Four Loko, harus cepat ditarik karena sudah beredar di seluruh AS.

Daripada dibuang, minuman itu pun diambil MXI untuk dijadikan bahan bakar alternatif. Dikutip dari kantor berita AP, sepasang truk besar bermuatan lebih dari 2.000 kemasan minuman (@700 mililiter) terlihat mondar-mandir setiap harinya ke fasilitas daur ulang MXI Environmental Services di Virginia.

Brian Potter, Vice President MXI di Abingdon, mengatakan, lokasi ini hanya salah satu dari tiga fasilitas lain yang juga mendaur ulang minuman kaleng. “Setiap hari maksimal empat muatan truk masuk ke lokasi dan itu sudah sesuai kapasitas maksimum. Total ada 30 jenis minuman yang didaur ulang dan sepertinya akan berlangsung beberapa bulan lagi,” jelas Potter seperti dilansir AP, Jumat (7/1/2011).

MXI akan mengurai kandungan alkohol dengan material lain (kaleng, air, dan karton) sebagai ethanol, kemudian dicampurkan pada bensin, untuk memastikan tak ada bahan yang terbuang sia-sia. Hebat kan!

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastiancaradv

Sumber :

==================

Jerman Terapkan BBM Ethanol 10 Persen

Senin, 3 Januari 2011 | 17:43 WIB

flexfuel-company.com
Jerman mulai mengonsumsi bensin kandungan ethanol 10 pada 2011

BERLIN, KOMPAS.com — Jerman sebagai salah satu kiblat industri otomotif dunia mulai menerapkan penggunaan bahan bakar dengan kandungan ethanol 10 persen (E10) per 1 Januari 2011 di semua pengisian BBM. Langkah ini merupakan bagian dari target jangka panjang untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan hingga 80 persen pada 2050 mendatang.

Sampai 2013, seluruh kendaraan masih boleh menggunakan BBM E5. Meski bertujuan positif, masih banyak pemilik kendaraan khawatir mengonsumsi BBM E10 karena takut akan merusak komponen pompa bensinnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Negara Lingkungan, Konservasi Alam, dan Keamanan Nuklir (Federal Ministry for the Environment, Nature Conservation and Nuclear Safety) Jerman, seperti dilansirautobloggreen (2/1/2011) menyatakan, hampir 90 persen lebih  kendaraan yang beroperasi di Jerman sudah aman mengonsumsi E10.

Langkah konkret Jerman ini perlu  diikuti Indonesia. Pasalnya, pembatasan BBM bersubsidi (premium) pada Maret mendatang diprediksi menimbulkan gejolak inflasi yang besar. Apalagi, harga minyak dunia terus terkerek mengakibatkan harga BBM nonsubsidi (pertamax dan pertamax plus) naik signifikan.

Penulis: Agung Kurniawan
Editor: Bastianabg

Sumber :

 

 

 

 

Posted in: artikel