Bagaimana harga emas bisa turun

Posted on February 7, 2011

0


Mengapa Harga Emas Turun
Harga spot emas turun lebih dari US$7 per ounce di AS pada perdagangan akhir pekan lalu.
SENIN, 7 FEBRUARI 2011, 12:09 WIB

Hadi Suprapto

 

Perhiasan emas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubi

VIVAnews - Harga emas dunia diperdagangkan menurun pada akhir pekan lalu. Sebelumnya, pada Kamis lalu, harga emas sempat melonjak tinggi.

Harga emas untuk pengiriman April merosot US$4 menjadi US$1,349 per ounce di Divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Harga emas spot diperdagangkan tertinggi US$1.361 dan terendah US$1.345,50. Sedangkan menurut menurut indeks emas Kitco, harga emas spot anjlok lebih dari US$7.

Jon Nadler, analis senior di Kitco.commenyatakan bahwa harga emas tertekan setelah munculnya data pengangguran di Amerika Serikat yang membaik. Pada Januari lalu tingkat pengangguran di AS turun menjadi 9 persen. “Perekonomian AS telah berhasil menambahkan 36 ribu lapangan kerja baru,” katanya.

TheStreet, Senin 7 Februari 2011 melaporkan bahwa data bulanan manufaktur juga lebih baik. Pesanan pabrik dan aktivitas di sektor itu lebih tinggi dibandingkan sektor jasa. Kondisi ini akan mempermudah ekspansi ekonomi, dengan sendirinya penyerapan tenaga kerja jadi lebih tinggi.

Penurunan harga emas, menurut Nadler juga dipicu oleh pernyataan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke yang tidak ingin menaikkan suku bunga meski tengah terjadi lonjakan harga pangan.

Sementara itu harga emas di Divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk, Senin ini dipasarkan Rp402 ribu per gram. Sedangkan di Perum Pegadaian Rp388.937 (beli) dan Rp398.910 (jual). (hs)

==============

Tak Sampai Sepekan, Harga Emas Anjlok 3,5%
Menguatnya mata uang dolar AS masih menjadi pemicu utama penurunan ini.
JUM’AT, 7 JANUARI 2011, 11:27 WIB

Hadi Suprapto

 

Ilustrasi emas batangan (Adri Prastowo)

VIVAnews – Harga emas dunia masih tertekan sejak Selasa 4 Januari lalu. Penurunan berturut-turut ini telah membuat harga emas terkoreksi 3,5 persen tak lebih dari sepekan. Senin lalu, harga emas masih US$1.422,90 per ounce.

Pada Kamis, 6 Januari 2011, harga emas di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup turun US$2  atau 0,15 persen menetap di US$1.371,70 per ounce. Sedangkan kontrak pengiriman Januari turun US$2 atau 0,15 persen menjadi US$1.371,40.

Dalam laporan Wall Street Journal, menguatnya mata uang dolar AS masih menjadi pemicu utama penurunan ini. Selain itu, kestabilan ekonomi membuat sejumlah investor semakin yakin kondisi perekonomian bakal membaik.

Departemen Tenaga Kerja AS, pada Kamis kemarin, mengumumkan jumlah tenaga kerja yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru naik 18 ribu menjadi 409 ribu dalam pekan yang berakhir 1 Januari. Data itu jauh di bawah perkiraan sejumlah ekonom yang disurvei Dow Jones Newswires, yaitu sebesar 22 ribu klaim tunjangan pengangguran baru.

“Kami bergerak ke arah 400 ribu klaim yang berarti ada pertumbuhan berkelanjutan,” kata Bart Melek, analis logam di BMO Capital Markets.

Data ekonomi ini yang lebih optimistis mendorong dolar menguat terhadap sejumlah mata uang global, termasuk euro. Nilai tukar euro terhadap dolar AS turun dari penutupan perdagangan Rabu, sebesar US$1,3150 menjadi US$1,3012 per euro. (hs)

=============

Harga Emas Makin Merosot
Penurunan harga emas masih dipicu menguatnya mata uang dolar AS.
KAMIS, 6 JANUARI 2011, 11:44 WIB

VIVAnews – Harga emas turun lagi pada Rabu kemarin, setelah pada Selasa lalu anjlok dramatis hingga 3,1 persen. Emas untuk pengiriman Februari turun US$5.10 menetap pada US$1.373,17 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange, Rabu 5 Januari 2010.

Harga emas tertinggi pada US$1.385,20 dan terendah US$1.364 selama sesi perdagangan itu. Sedangkan menurut Indeks Kitco, harga spot emas anjlok US$8,20.

Penurunan harga emas masih dipicu menguatnya mata uang dolar AS atas sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dolar AS naik 1,07 persen menjadi US$80,28 pada Rabu. Sedangkan nilai tukar euro atas dolar AS turun 1,12 persen menjadi US$1,31 per euro.

Scott Redler, chief strategic officer T3 Trading Group mengatakan, penurunan harga emas ini merupakan lanjutan atas koreksi harga emas pada Selasa. Secara keseluruhan, harga emas dalam pekan ini telah terkoreksi hampir US$50 per ounce.

Turunnya harga emas juga dipicu oleh keluarnya data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan investor. “Investor ingin melakukan ambil untung setelah mencapai harga tertinggi,” kata Redler seperti dikutip TheStreet,Kamis 6 Januari 2011.
Redler yakin bila harga emas pada tahun ini akan jauh lebih tinggi, namun ia tak bisa menentukan batasan harganya. Redler memprediksi harga emas masih akan diperdagangkan pada level US$1320 per ounce.

Koreksi besar harga emas sebenarnya telah terjadi pada awal 2010. Saat itu tidak kurang dari sebulan, harga spot emas tenggelam hampir US$100 dari harga tertinggi yang pernah dicapai pada Januari. (hs)

=========

Harga Emas Merosot Tajam
Penguatan dolar AS telah membuat investor emas melakukan aksi ambil untung.
RABU, 5 JANUARI 2011, 11:25 WIB
VIVAnews – Harga emas mengalami penurunan tajam di pasar spot dan bursa berjangka New York, Selasa 4 Januari 2011. Harga emas pengiriman Februari di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh US$44.10, atau 3,1 persen menetap pada US$1.378,80 per ons. 

Penguatan dolar AS atas sejumlah mata uang utama dunia membuat investor emas melakukan aksi ambil untung. Indeks Dolar AS pada Selasa naik 0,18 persen menjadi US$79,37. Sedangkan harga spot emas turun US$37,20.

Harga emas di Indonesia masih belum turun signifikan. Di divisi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk, harga emas masih Rp404 ribu per gram. Sedangkan di Perum Pegadaian Rabu ini Rp398.951 (beli) dan Rp409.181 (jual).

Analis Commerzbank dalam laporan harian mengatakan bahwa umumnya kenaikan dolar AS berdampak negatif bagi komoditas. Ini karena investor pemegang mata uang selain dolar harus membeli komoditas lebih mahal.

Sebenarnya, menurut dia, tingginya harga emas beberapa hari terakhir didorong oleh keluarnya data ekonomi Asia yang bagus. “Ini membuat pasar modal Asia membaik,” katanya, seperti dilansir media Australia, Proactive Investors, Rabu 5 Januari 2011.

Harga komoditas tembaga untuk pengiriman Maret turun 9 sen, atau 2 persen menjadi US$4,37 per pon di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Sebelumnya logam ini diperdagangkan hingga US$4,47.

Harga perak untuk pengiriman Maret juga turun US$1,62 atau 5,2 persen menjadi US$29,51 per ons, harga terendah sejak 27 Desember yang saat itu ditutup pada US$29,26.

Tidak hanya itu, menguatnya dolar juga telah memotong harga minyak hingga 2,4 persen. Minyak mentah untuk pengiriman Februari turun US$2,17 ke level US$89,38 per barel di New York Mercantile Exchange.

Penurunan ini merupakan terbesar sejak 16 November 2010. Pada perdagangan Selasa, harga harian minyak sempat menyentuh US$92,58, tertinggi sejak 7 Oktober 2008. (hs)

==============
Ini Prediksi Harga Emas Tahun Depan
Barclays yakin harga emas tertinggi sepanjang masa tercapai pada kuartal ketiga 2011.
RABU, 29 DESEMBER 2010, 10:51 WIB

Hadi Suprapto

 

Ilustrasi emas batangan (goldprice.org)

VIVAnews – Barclays Capital memperkirakan tingginya harga emas pada tahun ini akan dilanjutkan pada tahun depan. Barclays memperkirakan rata-rata harga spot emas pada 2011 sebesar US$1.445 per ons. Kemudian harga  perak US$28,10 per ons, platinum US$1.780 per ons, dan paladium US$675 per ons.

Barclays juga memprediksi harga rata-rata aluminium sepanjang 2011 sebesar US$2.500 per ton, tembaga US$9.500 per ton, lead US$2.475 per ton, nikel US$25.625 per ton, timah US$26.875 per ton, dan seng US$2.538 per ton.

Barclays yakin harga emas tertinggi sepanjang masa tercapai pada kuartal ketiga tahun depan, dengan perkiraan rata-rata triwulanan sebesar US$1.490. Setelah itu turun menyusul membaiknya makro ekonomi dunia.

Perak juga diperkirakan naik seiring dengan membaiknya makro ekonomi, tapi Barclays memperingatkan bahwa logam abu-abu ini tidak memiliki fundamental yang baik. “Kondisi perak tidak seperti emas,” tulis riset Barclays, seperti dikutip dari Kitco News, Rabu 29 Desember 2010.

Kelompok logam platinum juga memiliki dukungan jangka panjang yang baik. Barclays mengatakan, permintaan industri semakin tinggi, sementara produksi tambang dibatasi.

Awal pekan ini, harga emas kembali naik. Emas pengiriman Februari di New York diperdagangkan US$1.382,90 per ons, atau menguat US$2,40 dibandingkan perdagangan sebelumnya. (hs)

=======

Daftar Harga Emas di Jakarta
Seiring dengan melandainya harga emas dunia, emas perhiasan di Jakarta juga mulai turun.
RABU, 17 NOVEMBER 2010, 06:18 WIB

Hadi Suprapto, Fina Dwi Yurhami

 

Toko emas (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Sepanjang tahun ini harga emas terus melambung hingga mencapai US$1.400 per ons. Bahkan harga emas sempat menyentuh harga tertinggi sebesar US$1.424 pada Selasa, 9 November 2010.

Namun, setelah menyentuh harga tertinggi harga emas langsung turun. Puncaknya pada akhir pekan lalu yang anjlok hingga 3 persen atau US$37,80 menjadi US$1.365,50 per ons.

Di dalam negeri, harga emas juga telah turun di bawah Rp400 ribu per gram. Selasa 15 November 2010, harga emas di Divisi Logam Mulia, PT Aneka Tambang Tbk, sebesar Rp395 ribu. Sedangkan di Perum Pegadaian Rp392.300 (beli) dan Rp400.300 per gram (jual).

Harga emas perhiasan juga sudah mulai turun. Daniel, karyawan toko Gunung Mas, Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, mengatakan bahwa harga emas Selasa ini Rp390 ribu per gram. Harga ini jauh lebih murah dibandingkan pekan lalu yang menyentuh Rp400 ribu per gram. “Meski mahal, masih banyak orang yang jual-beli perhiasan. Masih imbang,” katanya saat ditemui VIVAnews.

Toko emas King di Blok M mematok tarif Rp385 per gram. Harga ini sudah turun sejak tiga hari lalu. “Sebelumnya sempat di atas Rp400 ribu,” kata Chairil,  pelayan toko itu. Harga yang sama juga terjadi di toko Singgalang yang juga di kawasan Blok M.

Namun, toko emas Indonesia Indah di Melawai, Jakarta Selatan, masih mematok harga Rp400 ribu. Meski demikian, Andrian, pemilik toko ini mengaku sudah menurunkan harga beberapa hari lalu.

=============

Lima Alasan Emas Banyak Diburu Investor
Meski sedikit menurun, harga emas masih tergolong tinggi, yakni US$1.365,50 per ons.
SENIN, 15 NOVEMBER 2010, 12:45 WIB

Hadi Suprapto

 

Emas Batangan (VIVAnew/Ist)

VIVAnews – Meski harga emas dunia telah turun lebih dari dua persen pada perdagangan akhir pekan lalu, harga emas masih tergolong tinggi. Sebab, sepanjang tahun ini saja harga emas telah naik 27 persen hingga menyentuh rekor tertinggi US$1.424 per ons pada Selasa, 9 November.

Bahkan, bila dihitung dalam satu dekade, harga emas telah melambung berkali-kali dari US$275 per ons pada awal 2000. Emas untuk pengiriman Desember pada perdagangan akhir pekan ini, turun US$37,80 menjadi US$1.365,50 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Chart Prophet Capital dalam laporan hariannya mengungkapkan alasan-alasan mengapa harga emas bisa melambung.

Pertama, secara historis, emas merupakan penyimpan nilai. Orang akan menginginkan emas terus menerus. Emas juga dapat dijadikan sebagai alat tukar, sehingga semakin banyak emas, Anda semakin kaya.

Kedua, emas adalah aset yang berwujud. Stabilitas saham, derivatif, dan instrumen keuangan lainnya sangat dipertanyakan. Namun emas menawarkan nilai nyata yang stabil.

Ketiga, pasokan emas terbatas. Dalam rangka meningkatkan jumlah emas yang beredar, kita harus menambang. Namun jumlah yang dihasilkan dari penambangan ini sangat sedikit bila dibandingkan dengan permintaan. Sementara bila pasokan terbatas dan permintaan tinggi harga akan melambung.

Keempat, emas bisa sebagai lindung nilai mata uang. Mata uang dolar AS beberapa terakhir ini anjlok menyusul krisis global yang tak kunjung pulih. Asumsinya, bila investor memegang emas akan aman saat perekonomian global hancur karena nilai emas tetap.

Kelima, emas sebagai alternatif investasi. Kehancuran pasar saham sudah beberapa kali terjadi. Meletusnya bubble saham teknologi pada 2002 dan saham perumahan pada 2009 merupakan dua contoh rawannya pasar saham. Investor akan mengamankan investasi mereka salah satunya dengan menanamkan modalnya pada emas fisik. (hs)

About these ads
Posted in: bisnis