Peringatan Hari Ulang Tahun Yogyakarta di Monumen Tugu

Posted on October 6, 2010

0


seperti biasa, saat kami bersepeda berdua bersama temenku, kami mampir untuk surfing. meski dia tidak paham benar tentang internet dan bahkan untuk bagaimana surfing itu, namun dia begitu antusias saat membuka-buka halaman tentang jogja. maklum kami sama-sama berdomisili sejak kecil di jogja. saat itu, kebetulan saya juga hendak membuka website pengumuman fun bike atau sepeda gembira yang diadakan STIE YKPN. saat itu, memang belum ada pengumuman dan kemudian saya buka-buka laman tentang Yogyakarta. kebetulan saat itu, temenku paham bahwa Yogyakarta menjelang ulang tahunnya. dan benar adanya dia mencoba mencari data-data tentang jadwal-jadwal kegiatan ulang tahun Yogyakarta, sambil menunjuk-nunjuk jarinya ketika mendapatkan ada data penting menurut versinya. kebetulan dia tahu, saya kemana-mana naik sepeda, sehingga teringat ada salah satu agenda acaranya pada ulang tahun itu adalah pencanangan Yogyakarta sebagai kota bersepeda. setelah mengetahui bahwa pada tanggal 7  Oktober 2010 ada acara peringatan Ulang Tahun dengan beberapa titik lokasi bersepeda. saat itu, sudah malam, kami kemudian pulang tapi kami berdua berjanji untuk mengikuti acara tersebut. saat saya baca, hanya dua titik yang saya tahu, karena memang dekat dengan lokasi kami, yaitu di McDonald dan Tugu Yogyakarta.
hari berikutnya, saat tanggal tiba, saya mampir ke rumahnya. jam saat itu menunjukkan jam 8.30 malam. saat di rumahnya, sudah ngantuk. kemudian dia mengambil sepeda dan kami berdua segera menuju lokasi. bener saat melewati McDonald yang ada di jalan jendral Soedirman Yogyakarta sepi. kami kemudian terus ke barat, dan saat melewati Tugu, terlihat ada beberapa Sound Sistem di pinggir jalan, sementara Monumen Tugu Yogyakarta tegak berdiri. kami lewati dan melaju ke selatan melewati harian Kedaulatan Rakyat. ke selatan lagi melewati stasiun kereta api Toegoe. di dekat stasiun Tugu itu, nampak Hotel Toegoe yang menurutku juga akan menjadi titik pertemuan pada berbagai biker Yogyakarta. masih sepi. sehingga kami melintasi rel kereta api Toegoe dan mulai menyusuri jalan-jalan di Malioboro. seperti biasa, suasana Malioboro yang lalu lalang lalang di jalur kanan yang di sepanjang trotoar berbagai pedagang kakilima. sementara banyak pejalan kaki berjalan di pinggir trotoar, sehingga terkadang kami sering memainkan rem sepeda, saat ada andong, sepeda, sepeda motor, atau pejalan kaki menerobos di depan kami. tapi kami menikmati suasana itu, dan tetap meneruskan perjalanan hingga akhirnya sampai di Gedung Agung, saat itu taman-taman di depannya atau di seberang jalan sebelah kirinya juga ada taman  di depan benteng Vredebrug. saat itu, saya bilang ke temenku agar mampir dan duduk-duduk di sana. tapi lebih baik di teruskan saja. sambil bersepeda, saya memandang suasana menyenangkan banyak orang duduk-duduk di taman. saat di lampu merah saya masih menikmati suasana kerumunan orang lalu lalang di gedung agung dan benteng vradeburg. saat lampu hijau, kami terus ke selatan dan  mampir ke Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. di sana. saat di Alun-alun Utara itu, kami menikmati lagi suasana yang sangat menyenangkan di alun-alun Utara. banyak yang bercengkrama di lapangan. baik bersepeda, jalan kaki atau bersepeda motor yang di parkir di lapangan. kami akhirnya memilih duduk di depan keraton Yogyakarta. duduk, dan mulai membuka tas dan minum, sambil bercengkrama dan ngobrol menikmati lalu lalang orang yang berjalan di sepanjang trotoar. juga menikmati permainan musik pengamen yang enak didengar telinga. kami berdua mulai berfikir untuk menunggu sebelum nanti jam 10 malam berkumpul di hotel Toegoe.
tapi kemudian, saya mulai berinisiatif agar mampir sebentar ke temenku yang berjualan kelontong di Ngasem. berhubung kami berdua sepaham, akhirnya kami melanjutkan mampir di toko kelontong temenku yang lain. sebentar kami bicara. maklum banyak konsumennya berdatangan silih berganti. akhirnya, kami pamit ke temenku pemilik toko kelontong itu, mengingat jam 10 hampir dekat. kami ke utara lagi dan saat di perjalanan, kami mendapati kerumunan orang naek sepeda berseragam kaos hitam, dengan sepeda onthelnya menuju ke utara. kami mengikutinya di belakang, seakan kami anggota mereka. terus melaju ke utara sampai di perempatan lampu merah stasiun tugu sebelah barat. kami terus ke timur, dan melewati lagi berjejer-jejer hotel sepanjang jalan itu, sementara di jalan sebelah utaranya stasiun Toegoe. orang jogja tentu tahu di sini kawasan Sosrowijayan, tapi kawasan itu justeru lebih dikenal dengan pasar kembang, atau disingkat SARKEM. kami akhirnya kembali ke hotel Toegoe. benar di sana sudah banyak berkumpul orang di halaman hotel Tugu yang luas. saya mulai memasuki halaman parkir yang luas di hotel Tugu itu. berbagai komunitas bersepeda ada di sana. tidak terbayangkan, betapa menyenangkan. berbagai celoteh, dan lelucon terlontar saat ada komunitas atau seseorang menarik perhatian. terkadang saya dan temen tertawa saat ada hal-hal lucu muncul. berbagai bentuk sepeda yang unik dan terkadang juga cara penampilan atau perilaku mereka yang menarik perhatian. saya perhatikan, berbagai komunitas bersepeda dari yang lebih berbau masa lalu maupun masa sekarang. dari yang mahal sampai yang biasa-biasa. membuat saya, sungguh-sungguh menikmati dan merasa bahwa bersepeda adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya.
saat kami duduk-duduk, menikmati suasana, sebagian ada juga yang mulai tidak sabar. saya maklumi karena banyak yang berusia muda, sehingga terkadang ada tingkah lucu. dalam jumlah ratusan orang, melihat sepeda mereka, dan cara berpakaian walau sporti tapi kelihatan mereka cukup berada, mulai keluar. kami pikir mereka bener-bener keluar. tapi rupanya hanya memutar. bagi kami, kalau satu atau dua orang masih wajar, tapi ini jumlahnya ratusan dan mereka duduk lagi. sehingga ada sebagian yang saling sahut menyahut dan keluar joke-joke segar. tapi kemudian saya paham ketika akhirnya, mereka benar-benar keluar lagi dan mulai bersepeda entah kemana. Saya lupa mengatakan bahwa ada salah satu dari komunitas bersepeda mahal itu, sepedanya bukannya ditumpangi orang, tapi justeru ditumpangi sound sistem yang menurutku lumayan. bahkan pada sound sistemnya ada banyak stiker joke. seperti seniman butuh sex, the art of seniman adalah sex, dan lain-lain yang saat saya tunjukkan stiker-stiker itu kami tertawa. ada sih yang kalimat-kalimat lain yang bikin lebih membuat kami tertawa lebar. tapi saya lupa. karena itu, tidak heran kalau kemudian DAGADU itu muncul di jogja.
akhirnya, setelah sekitar satu jam duduk-duduk di sana, mulai terlihat banyak yang mulai menaiki sepeda menuju pintu keluar. saat keluar, justeru saya mulai lebih menikmati karena jalan-jalan sudah padat dengan kerumunan orang bersepeda, tanpa mobil dan sepeda montor. di sepanjang jalan hotel Tugu hingga harian Kedaulatan Rakyat dan finish di tempat perayaannya di Tugu Monumen. saat itu, saya tidak paham benar. semua hanya menuntun sepeda merangkak ke arah utara. suasana unik dan menyenangkan bahkan sangat terasa. berbagai seragam dan bentuk sepeda unik dari berbagai komunitas ada. saat itu, terlihat sebagian bahkan mulai memainkan kembang api. indah sekali meluncur di utara.
setelah melewati KR jogja, kami semua berhenti di tugu yang sudah sesak dikerumuni orang. baru kemudian saya tahu bahwa acara puncaknya di monumen Tugu. saat itu saya tidak punya bayangan bahwa justeru ada pertunjukan yang dihadiri oleh walikota yogyakarta Heri Zudianto.  saya dan temen akhirnya mulai memarkir sepeda di tengah-tengah jalan, sama dengan yang lain. Dari kejauhan ada kerumunan orang, sementara terkadang terdengar musik, meski musik itu musik rap, namun menurutku cukup enak didengar di telinga, dengan harmonisasi lirik berbahasa Indonesia yang serasi dan meski saya tidak begitu menyukai musik rap, tapi kali ini saya bener-bener menikmati.
Benar di sana Monumen Tugu yang dihiasi dengan kerlap kerlip lampu yang sangat indah berdiri kokoh saat itu dikelilingi kerumunan massa,sementara di tengahnya nampak lapang karena di situlah pertunjukkannya. saat saya mencoba masuk menerobos kerumunan, namun tidak sepenuhnya bisa melihat. hanya terlihat sebagian karena yang di depan saya, lebih tinggi, akhirnya saya putuskan untuk lebih menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi. keputusan saya sangat tepat. saya mulai naik pada tiang besi tempat sorot lampu. saya naik sehingga saya bener-benar sangat jelas melihat suasana pertunjukkan itu. benar adanya kreativitas memang ada di sana. jatilan yang dikonotasikan dari budaya masa lalu, dimainkan dengan koreografi modern, diiringi dengan musik rap yang enak didengar. sementara para penarinya berpakaian wayang yang dikreasikan. luar biasa.
saat saya naik itu, kebetulan saya tidak menyangka bahwa di sana ada salah satu finalis indonesia Idol mengisi acara, Hudson, yang dengan bangga sekarang tinggal di Jogja, sehingga tidak salah saat itu dia menyanyikan lagu Yogyakarta karya KLA Project yang dulunya dinyanyikan Katon Bagaswara. tapi saat itu saya tidak melihat Citra yang kata temen saya, itu adik kelasnya, yang sama-sama. Saat itu saya benar-benar kagum akan kemampuan Hudson yang mampu menyanyikan lagu dengan suara persis wanita, meski dia seorang pria. Terlihat saat itu, Walikota Herry Zudianto sangat menikmati bernyanyi bersama dengan Hudson, salah satu finalis Indonesia Idol. Saat menjelang jam 12 malam, beliau berpidato, dan mulai menghitung mundur dari 10 sampai 1 dan tepat jam 12 malam ulang tahun kota Yogyakarta tiba.
Akhirnya acara tersebut ditutup oleh Beliau. Berfoto bersama di acara tersebut.meski setelah itu, masih sangat menyenangkan ada di sana.  kami berdua mulai meninggalkan monumen Tugu dan meski dengan berat hati, tapi kami tetap mengayuh sepeda menuju tempat kediaman kami masing-masing. dan akhirnya, saya tiba di rumah dan senyum di hati dan sebelum tidur mulai mengusap-usap sepeda dan mencium sepeda balapku yang menyertai perjalanan hidupku sejak SMU hingga sekarang. terima kasih sepeda balapku.
penulis

seperti biasa, saat kami bersepeda berdua bersama temenku, kami mampir untuk surfing. meski dia tidak paham benar tentang internet dan bahkan untuk bagaimana surfing itu, namun dia begitu antusias saat membuka-buka halaman tentang jogja. maklum kami sama-sama berdomisili sejak kecil di jogja. saat itu, kebetulan saya juga hendak membuka website pengumuman fun bike atau sepeda gembira yang diadakan STIE YKPN. saat itu, memang belum ada pengumuman dan kemudian saya buka-buka laman tentang Yogyakarta. kebetulan saat itu, temenku paham bahwa Yogyakarta menjelang ulang tahunnya. dan benar adanya dia mencoba mencari data-data tentang jadwal-jadwal kegiatan ulang tahun Yogyakarta, sambil menunjuk-nunjuk jarinya ketika mendapatkan ada data penting menurut versinya. kebetulan dia tahu, saya kemana-mana naik sepeda, sehingga teringat ada salah satu agenda acaranya pada ulang tahun itu adalah pencanangan Yogyakarta sebagai kota bersepeda. setelah mengetahui bahwa pada tanggal 7  Oktober 2010 ada acara peringatan Ulang Tahun dengan beberapa titik lokasi bersepeda. saat itu, sudah malam, kami kemudian pulang tapi kami berdua berjanji untuk mengikuti acara tersebut. saat saya baca, hanya dua titik yang saya tahu, karena memang dekat dengan lokasi kami, yaitu di McDonald dan Tugu Yogyakarta. hari berikutnya, saat tanggal tiba, saya mampir ke rumahnya. jam saat itu menunjukkan jam 8.30 malam. saat di rumahnya, sudah ngantuk. kemudian dia mengambil sepeda dan kami berdua segera menuju lokasi. bener saat melewati McDonald yang ada di jalan jendral Soedirman Yogyakarta sepi. kami kemudian terus ke barat, dan saat melewati Tugu, terlihat ada beberapa Sound Sistem di pinggir jalan, sementara Monumen Tugu Yogyakarta tegak berdiri. kami lewati dan melaju ke selatan melewati harian Kedaulatan Rakyat. ke selatan lagi melewati stasiun kereta api Toegoe. di dekat stasiun Tugu itu, nampak Hotel Toegoe yang menurutku juga akan menjadi titik pertemuan pada berbagai biker Yogyakarta. masih sepi. sehingga kami melintasi rel kereta api Toegoe dan mulai menyusuri jalan-jalan di Malioboro. seperti biasa, suasana Malioboro yang lalu lalang lalang di jalur kanan yang di sepanjang trotoar berbagai pedagang kakilima. sementara banyak pejalan kaki berjalan di pinggir trotoar, sehingga terkadang kami sering memainkan rem sepeda, saat ada andong, sepeda, sepeda motor, atau pejalan kaki menerobos di depan kami. tapi kami menikmati suasana itu, dan tetap meneruskan perjalanan hingga akhirnya sampai di Gedung Agung, saat itu taman-taman di depannya atau di seberang jalan sebelah kirinya juga ada taman  di depan benteng Vredebrug. saat itu, saya bilang ke temenku agar mampir dan duduk-duduk di sana. tapi lebih baik di teruskan saja. sambil bersepeda, saya memandang suasana menyenangkan banyak orang duduk-duduk di taman. saat di lampu merah saya masih menikmati suasana kerumunan orang lalu lalang di gedung agung dan benteng vradeburg. saat lampu hijau, kami terus ke selatan dan  mampir ke Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta. di sana. saat di Alun-alun Utara itu, kami menikmati lagi suasana yang sangat menyenangkan di alun-alun Utara. banyak yang bercengkrama di lapangan. baik bersepeda, jalan kaki atau bersepeda motor yang di parkir di lapangan. kami akhirnya memilih duduk di depan keraton Yogyakarta. duduk, dan mulai membuka tas dan minum, sambil bercengkrama dan ngobrol menikmati lalu lalang orang yang berjalan di sepanjang trotoar. juga menikmati permainan musik pengamen yang enak didengar telinga. kami berdua mulai berfikir untuk menunggu sebelum nanti jam 10 malam berkumpul di hotel Toegoe. tapi kemudian, saya mulai berinisiatif agar mampir sebentar ke temenku yang berjualan kelontong di Ngasem. berhubung kami berdua sepaham, akhirnya kami melanjutkan mampir di toko kelontong temenku yang lain. sebentar kami bicara. maklum banyak konsumennya berdatangan silih berganti. akhirnya, kami pamit ke temenku pemilik toko kelontong itu, mengingat jam 10 hampir dekat. kami ke utara lagi dan saat di perjalanan, kami mendapati kerumunan orang naek sepeda berseragam kaos hitam, dengan sepeda onthelnya menuju ke utara. kami mengikutinya di belakang, seakan kami anggota mereka. terus melaju ke utara sampai di perempatan lampu merah stasiun tugu sebelah barat. kami terus ke timur, dan melewati lagi berjejer-jejer hotel sepanjang jalan itu, sementara di jalan sebelah utaranya stasiun Toegoe. orang jogja tentu tahu di sini kawasan Sosrowijayan, tapi kawasan itu justeru lebih dikenal dengan pasar kembang, atau disingkat SARKEM. kami akhirnya kembali ke hotel Toegoe. benar di sana sudah banyak berkumpul orang di halaman hotel Tugu yang luas. saya mulai memasuki halaman parkir yang luas di hotel Tugu itu. berbagai komunitas bersepeda ada di sana. tidak terbayangkan, betapa menyenangkan. berbagai celoteh, dan lelucon terlontar saat ada komunitas atau seseorang menarik perhatian. terkadang saya dan temen tertawa saat ada hal-hal lucu muncul. berbagai bentuk sepeda yang unik dan terkadang juga cara penampilan atau perilaku mereka yang menarik perhatian. saya perhatikan, berbagai komunitas bersepeda dari yang lebih berbau masa lalu maupun masa sekarang. dari yang mahal sampai yang biasa-biasa. membuat saya, sungguh-sungguh menikmati dan merasa bahwa bersepeda adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya.saat kami duduk-duduk, menikmati suasana, sebagian ada juga yang mulai tidak sabar. saya maklumi karena banyak yang berusia muda, sehingga terkadang ada tingkah lucu. dalam jumlah ratusan orang, melihat sepeda mereka, dan cara berpakaian walau sporti tapi kelihatan mereka cukup berada, mulai keluar. kami pikir mereka bener-bener keluar. tapi rupanya hanya memutar. bagi kami, kalau satu atau dua orang masih wajar, tapi ini jumlahnya ratusan dan mereka duduk lagi. sehingga ada sebagian yang saling sahut menyahut dan keluar joke-joke segar. tapi kemudian saya paham ketika akhirnya, mereka benar-benar keluar lagi dan mulai bersepeda entah kemana. Saya lupa mengatakan bahwa ada salah satu dari komunitas bersepeda mahal itu, sepedanya bukannya ditumpangi orang, tapi justeru ditumpangi sound sistem yang menurutku lumayan. bahkan pada sound sistemnya ada banyak stiker joke. seperti seniman butuh sex, the art of seniman adalah sex, dan lain-lain yang saat saya tunjukkan stiker-stiker itu kami tertawa. ada sih yang kalimat-kalimat lain yang bikin lebih membuat kami tertawa lebar. tapi saya lupa. karena itu, tidak heran kalau kemudian DAGADU itu muncul di jogja.akhirnya, setelah sekitar satu jam duduk-duduk di sana, mulai terlihat banyak yang mulai menaiki sepeda menuju pintu keluar. saat keluar, justeru saya mulai lebih menikmati karena jalan-jalan sudah padat dengan kerumunan orang bersepeda, tanpa mobil dan sepeda montor. di sepanjang jalan hotel Tugu hingga harian Kedaulatan Rakyat dan finish di tempat perayaannya di Tugu Monumen. saat itu, saya tidak paham benar. semua hanya menuntun sepeda merangkak ke arah utara. suasana unik dan menyenangkan bahkan sangat terasa. berbagai seragam dan bentuk sepeda unik dari berbagai komunitas ada. saat itu, terlihat sebagian bahkan mulai memainkan kembang api. indah sekali meluncur di utara. setelah melewati KR jogja, kami semua berhenti di tugu yang sudah sesak dikerumuni orang. baru kemudian saya tahu bahwa acara puncaknya di monumen Tugu. saat itu saya tidak punya bayangan bahwa justeru ada pertunjukan yang dihadiri oleh walikota yogyakarta Heri Zudianto.  saya dan temen akhirnya mulai memarkir sepeda di tengah-tengah jalan, sama dengan yang lain. Dari kejauhan ada kerumunan orang, sementara terkadang terdengar musik, meski musik itu musik rap, namun menurutku cukup enak didengar di telinga, dengan harmonisasi lirik berbahasa Indonesia yang serasi dan meski saya tidak begitu menyukai musik rap, tapi kali ini saya bener-bener menikmati.  Benar di sana Monumen Tugu yang dihiasi dengan kerlap kerlip lampu yang sangat indah berdiri kokoh saat itu dikelilingi kerumunan massa,sementara di tengahnya nampak lapang karena di situlah pertunjukkannya. saat saya mencoba masuk menerobos kerumunan, namun tidak sepenuhnya bisa melihat. hanya terlihat sebagian karena yang di depan saya, lebih tinggi, akhirnya saya putuskan untuk lebih menjauh dan mencari tempat yang lebih tinggi. keputusan saya sangat tepat. saya mulai naik pada tiang besi tempat sorot lampu. saya naik sehingga saya bener-benar sangat jelas melihat suasana pertunjukkan itu. benar adanya kreativitas memang ada di sana. jatilan yang dikonotasikan dari budaya masa lalu, dimainkan dengan koreografi modern, diiringi dengan musik rap yang enak didengar. sementara para penarinya berpakaian wayang yang dikreasikan. luar biasa. saat saya naik itu, kebetulan saya tidak menyangka bahwa di sana ada salah satu finalis indonesia Idol mengisi acara, Hudson, yang dengan bangga sekarang tinggal di Jogja, sehingga tidak salah saat itu dia menyanyikan lagu Yogyakarta karya KLA Project yang dulunya dinyanyikan Katon Bagaswara. tapi saat itu saya tidak melihat Citra yang kata temen saya, itu adik kelasnya, yang sama-sama. Saat itu saya benar-benar kagum akan kemampuan Hudson yang mampu menyanyikan lagu dengan suara persis wanita, meski dia seorang pria. Terlihat saat itu, Walikota Herry Zudianto sangat menikmati bernyanyi bersama dengan Hudson, salah satu finalis Indonesia Idol. Saat menjelang jam 12 malam, beliau berpidato, dan mulai menghitung mundur dari 10 sampai 1 dan tepat jam 12 malam ulang tahun kota Yogyakarta tiba.Akhirnya acara tersebut ditutup oleh Beliau. Berfoto bersama di acara tersebut.meski setelah itu, masih sangat menyenangkan ada di sana.  kami berdua mulai meninggalkan monumen Tugu dan meski dengan berat hati, tapi kami tetap mengayuh sepeda menuju tempat kediaman kami masing-masing. dan akhirnya, saya tiba di rumah dan senyum di hati dan sebelum tidur mulai mengusap-usap sepeda dan mencium sepeda balapku yang menyertai perjalanan hidupku sejak SMU hingga sekarang. terima kasih sepeda balapku.
penulis

Advertisements