Cara Mengatasinya Perusahaan Bermasalah

Posted on October 8, 2010

0



langkah pertama yang layak dilakukan jika ingin membenahi perusahaan bermasalah adalah mencari tahu semua masalah yang ada sampai ke akar-akarnya, tanpa ada sedikitpun yang disembunyikan.Tapi, kalau memang perusahaan hendak dibenahi, maka segala yang tidak mengenakkan itu tetap saja mesti diungkap.
Eksternal-internal
Pada dasarnya perusahaan dapat bermasalah bisa disebabkan oleh faktor eksternal, bisa juga karena faktor internal. Mengenai faktor eksternal tidak perlu dibicarakan di sini, karena dalam praktiknya menjadikan faktor eks-ternal sebagai pe-nyebab se-ringkali hanya sebagai kambing hitam. Misalnya, masalah nilai tukar, kondisi makro, politik dan sebagainya. Namun, jauh lebih relevan kalau yang kita telaah hanya faktor internal atau menyangkut pola pengelolaan perusahaan itu sendiri.Perusahaan dianggap bermasalah utamanya adalah karena kinerja keuangannya tidak baik. Misalnya mengalami kerugian terus-menerus, modal tergerus, omzet turun, market share mengecil, biaya operasional melonjak dan lain sebagainya. Tapi, semua itu hanyalah indikator permukaan.Akar masalahnya masih ada di balik kondisi tersebut. Sebut saja mengenai kerugian. Ini bisa terjadi karena pendapatan lebih rendah dibanding biaya. Kenapa pendapatan rendah? Bisa karena omzet rendah. Tetapi, bisa saja sebaliknya, omzet tinggi, namun biaya membengkak.Kalau setting-nya seperti itu, tentu saja salah satu upaya keras yang bisa dilakukan adalah dengan memangkas biaya. Termasuk di sini mengkaji kembali apakah organisasi perusahaan terlalu gemuk, kebanyakan karyawan, produktivitas rendah, atau memang ada pemborosan dalam hal biaya. Lepas dari itu kuncinya adalah melakukan saving cost. Strateginya tentu macam-macam. Bergantung pada kondisi dan kedalaman masalah pada masing-masing perusahaan.Itu satu hal dan yang lain serta kerap membuat banyak perusahaan bermasalah adalah karena utang yang terlalu besar. Benar, utang pada dasarnya bisa menjadi semacam amunisi untuk meningkatkan bisnis perusahaan, tapi itu dengan catatan bahwa utang tersebut digunakan secara efektif dan dialokasikan untuk kegiatan yang sudah terencana.Cara yang lain, pemilik menambah modal. Tapi cara seperti ini amat jarang ditempuh, karena pemilik biasanya sudah kadung pelit atau tidak punya duit. Kecuali mencari investor baru untuk menambah modal.