cara untuk mencapai keputusan guna mengatasi sengketa

Posted on October 8, 2010

0


ada dua cara untuk mencapai keputusan guna mengatasi sengketa, yaitu argumentasi atau kekerasan.

Hanya saja, dalam sistem dan logika hukum nasional hari ini, argumentasi dari rakyat seringkali dianggap lemah dan keliru. Rakyat telah berusaha sekuat tenaga meyakinkan publik tentang haknya, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh aturan hukum nasional yang masih mengedepankan logika formil, sementara rakyat terus berpegang pada klaim sejarah. Pengadilan Umum dan Tata Usaha Negara (TUN) memiliki kecenderungan hanya memandang sisi formalitas hubungan hukum antara individu/komunitas dengan tanah semata. Maka, putusan pengadilan acapkali bertentangan dengan rasa keadilan rakyat. Alhasil, catatan kekerasan dalam sengketa agraria terus bertambah dari tahun ke tahun. Sehingga, diperlukan terobosan hukum agar dimensi keadilan bisa diupayakan semaksimal mungkin.

Terobosan hukum tersebut salah satunya adalah dengan melahirkan institusi peradilan non-konvensional untuk menangani konflik-konflik agraria yang terjadi akibat peristiwa di masa lalu. Namun, yang harus menjadi catatan penting dari institusi peradilan adalah adanya basis komitmen politik agraria pemerintah yang menyandarkan pada cita-cita Pembaruan Agraria seperti yang termaktub dalam UUPA 1960 dan Konstitusi. Selain itu, komitmen ini juga harus dibangun berdasar evaluasi kegagalan sistem Pengadilan Landreform di tahun 1964.