jakarta dan permasalahannya

Posted on October 8, 2010

0


Jakarta merupakan ibukota negara Republik Indonesia yang menjadi pusat dan kiblat dari semua daerah yang ada di dalamnya. Jakarta adalah kota yang paling sukses dan makmur dari kota-kota lainnya. Di balik kesuksesannya itu ternyata Jakarta memiliki segudang permasalahan yang menanti untuk diselesaikan.

Salah satu dari sekian banyak permasalahan itu terdapat masalah lingkungan. Lingkungan Jakarta kini sudah tidak asri dan nyaman untuk ditinggali. Udara Kota DKI Jakarta adalah udara yang termasuk terburuk di dunia yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi para penduduknya. Lihat saja langit Jakarta yang semakin lama semakin kelam oleh Kabut haze / Polusi yang dihasilkan dari aktifitas manusia yang tinggal di dalamnya.

Kabut udara yang menyelimuti kota Jakarta di pagi, siang, sore dan malam hari bukanlah kabut yang mengandung udara sejuk yang menyegarkan, namun merupakan kepulan kabut asap racun yang siap mengantar anda menuju rumah sakit dalam tempo cepat ataupun lambat. Kabut tersebut tentu saja tidak terjadi dengan sendirinya. Haze Polution tersebut diciptakan oleh manusia yang ada di sekitarnya.

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengungkapkan, kualitas udara kota Jakarta saat ini berada pada urutan ke tiga terburuk di dunia, setelah Meksiko dan Panama. Komponen terbesar yang menyumbangkan polusi udara adalah asap kendaraan bermotor. “Asap kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua menyumbangkan 80 persen polusi di Jakarta, sedangkan 20 persen sisanya berasal dari industri,” kata dia di sela acara pencanangan pendidikan berkelanjutan yang berbasis lingkungan, Senin (25/7). Saat ini Pemda Jakarta berusaha melakukan advokasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungannya. Ia mengimbau agar masyarakat mau mulai menghijaukan Jakarta berawal dari halaman rumahnya.

Makalah ini berusaha menguraikan masalah pengelolaan lingkungan hidup di provinsi dki Jakarta dan Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadi polusi di Jakarta beserta sedikit solusi untuk mengatasinya :

1. Asap Kendaraan Bermotor

Setiap harinya Kota DKI Jakarta melahirkan kendaraan bermotor baru yang tentu saja menambah volume gas buangan emisi kendaraan bermotor yang beracun serta berbahaya untuk dihirup oleh makhluk hidup pada umumnya. Untuk mengatasinya diperlukan pembatasan jumlah kendaraan bermotor secara adil untuk semua lapisan masyarakat, mewajibkan produsen mobil baru hanya menjual kendaraan bermotor berbahan bakar ramah lingkungan, mengganti kendaraan umum dengan yang ramah lingkungan, memperbanyak busway berbahan bakar bbg, menilang kendaraan bermotor yang mengeluarkan emisi berlebih serta menerapkan program bepergian dengan kendaraan umum atau sepeda.

2. Asap Emisi Gas Buangan Pabrik

Asap buangan pabrik yang nakal dapat mengandung racun yang berbahaya bagi manusia di sekitarnya. Asap pabrik dapat menyebar mengikuti arah angin sehingga sangat mungkin untuk jatuh dan terhirup oleh orang-orang yang berada di lingkungan perumahan sekitar pabrik. Oleh sebab itu pemerintah harus dengan secara ketat mengawasi hasil gas buangan setiap pabrik yang ada atau merelokasi pabrik ke daerah atau area khusus pabrik.

3. Pembakaran Sampah

Jakarta menghasilkan banyak sampah perhari yang harus dibuang ke suatu tempat yang jauh. Terkadang untuk menyusutkan kuantitas sampah yang ada, orang-orang yang tidak bertanggung-jawab melakukan bakar sampah yang menghasilkan asap yang meyesakkan dada dengan kepulan asap percampuran partikel-partikel racun. Di samping itu kegiatan bakar samaph beresiko untuk membesar dan turut menghanguskan bangunan yang ada di sekelilingknya. Untuk menyelesaikan permasalah ini harus disosialisasikan larangan pembakaran sampah kepada masyarakat dengan  sanksi yang jelas dan membuat jera.

4. Gas Buangan Perusak Ozon

Sadarkah kita bahwa ternyata produk-produk yang kita pakai setiap hari ternyata mengandung zat yang merusak ozon? Banyak produk seperti parfum semprot, hair spray, ac, kulkas, mengandung bahan chlorofluorocarbon atau disingkat CFC (bukan California Fried Chicken). Apabila anda menggunakan botol semprot dengan bahan propellant aerosol dan lain sebagainya yang merusak lapisan ozon / o3 maka tolaklah dan jangan dibeli atau digunakan lagi. Pemerintah harus sigap dalam melarang produsen barang-barang untuk menggunakan dan menghasilkan produk yang beresiko tinggi dapat merusak ozon agar sinar ultra violet tidak dapat masuk secara langsung ke Indonesia.

Demikianlah opini saya untuk membantu Jakarta bebas dari polusi udara yang parah agar kita semua dapat hidup sehat tanpa udara yang mengandung racun berbahaya.

 

Masalah lingkungan yang dihadapi dewasa ini pada dasrnya adalah masalah ekologi manusia. Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu kurang sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia. Jika hal ini tidak segera diatasi pada akhirnya berdampak kepada terganggunya kesejahteraan manusia. Kerusakan lingkungan ini telah mengganggu proses alam, sehingga banyak fungsi ekologi alam terganggu.

Masalah lingkungan tidak berdiri sendiri, tetapi  selalu saling terkait erat. Keterkaitan antara masalah satu dengan yang lain disebabkan karena sebuah faktor merupakan sebab berbagai masalah, sebuah faktor mempunyai pengaruh yang berbeda dan interaksi antar berbagai masalah dan dampak yang ditimbulkan bersifat kumulatif (Soedradjad, 1999). Masalah lingkungan yang saling terkait erat antara lain adalah populasi manusia yang berlebih, polusi penurunan jumlah sumberdaya, perubahan lingkungan global,