Pengusutan Kasus Pencemaran Teluk Buyat

Posted on October 8, 2010

0


Pengusutan Kasus Pencemaran Teluk Buyat

Sumber: http://www.news.indosiar.com
9 Agustus 2004

indosiar.com, Jakarta – Halo Polisi kali ini akan membahas mengenai “Pengusutan Kasus Pencemaran Teluk Buyat“. Sebuah kasus yang menjadi keprihatinan kita semua. Kasus dugaan mengenai tercemarnya Teluk Buyat yang mengakibatkan sejumlah warga disana menderita penyakit. Diduga bahwa pencemaran ini terjadi akibat limbah industri pertambangan.Dalam perkembangan kasusnya, ada kontroversi yang berkembang antara lain Menteri Negara Lingkungan Hidup yang menyatakan, bahwa air laut di Teluk Buyat tidak mengandung merkuri. Sementara itu, dari pemeriksaan terhadap sejumlah warga disana, justru menunjukkan bahwa kadar merkuri yang ada di tubuh mereka sangat tinggi.

Untuk membahas kasus tersebut telah hadir dua nara sumber yakni, Direktur V Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Pol.Suharto dan Iskandar Sitorus, Ketua LBH Kesehatan.

Saat ini bagaimana kondisi terakhir para korban Teluk Buyat ?

Menurut Ketua LBH Kesehatan, Iskandar Sitorus, mengenai kondisi para korban Teluk Buyat saat ini sangat memprihatinkan. Spikologi mereka trauma, drop serta tidak memiliki harapan, karena mereka sudah sadar ada kandungan logam berat pada tubuh mereka yang memang tidak bakalan bisa hilang seumur hidupnya, bahkan diprediksi 10 generasi. Hal ini sangat mencemaskan mereka.

Iskandar berharap kepada pihak yang bersangkutan untuk memikirkan para korban Teluk Buyat. Hati para korban Teluk sangat miris karena ada unsur pemerintah yang mengatakan berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.

Sudah jelas dalam penelitian bahwa di tubuh mereka itu minimal ada dua unsur kimia yakni merkuri dan arsen. Seharusnya masalah pencemaran Teluk Buyat ini segera ditangani karena sudah sangat membahayakan.

Soal uji amdal dengan kesehatan lingkungan menurut Iskandar itu merupakan keteledoran dari Departemen Kesehatan. Menurutnya, jelas dalam Undang-undang Kesehatan pasal 22 mengariskan harus dilakukan pembatasan-pembatasan atau aturan yang rinci. Tentang batasan dan konsekunsi atau saksi terhadap para pelanggar pencemaran lingkungan yang mengakibatkan terganggunya kesehatan.

Masalah lingkungan hidup memang cukup banyak mulai dari pencemaran dari zat-zat kimia, pembakaran hutan. beberapa kasus yang ditangani LBH kesehatan ada yang diberi sanksi pidana seperti menyangkut pembakaran hutan yaitu saksi pidana 2 tahun 8 bulan. Karena didalam Undang-undang Lingkungan Hidup sendiri menganut azas subsideritas.

“Permasalahan Teluk Buyat seperti disampaikan Gubernur Sulawesi Utara, hendaknya dipercayakan kepada aparat untuk menangani. Jangan sampai hal ini menimbulkan polemik yang berkepanjangan dan bahkan di politisasi oleh golongan tertentu“ tambah Iskandar.

Dijelaskan Direktur V/Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Suharto, bahwa sudah diatur dalam Undang-undang tahun 2002 tentang kepolisian negara. Sudah menjadi kewajiban bahwa kepolisian itu melayani, melindungi masyarakat dengan penegakan hukum termasuk lingkungan hidup.

Pihak kepolisian untuk saat ini sudah bekerjasama dengan Lingkungan Hidup, Pertambangan, baik dari departemen maupun ahli lingkungan hidup dan ahli kesehatan.

Peristiwa Teluk Buyat adalah kasus pencemaran lingkungan yang berat. Bukti menunjukkan sendimen Teluk Buyat mengandung logam berat yang berasal dari buangan limbah PT Newmont Minahasaraya.

Saat ini petugas yang melakukan penelitian ke Teluk Buyat belum menemukan hasilnya. Karena perlu dianalisis secara ilmiah dan harus mengambil sampelnya secara benar. Diakui Suharto bahwa barang bukti seperti darah, kuku dan rambut akan dilihat baku mutunya dan akan dibawa ke Laboratorium.

Dari pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan, jika dilihat kasat mata memang terlihat banyak penduduk yang merasa gatal-gatal pada tubuh mereka. Untuk pembuktian petugas kepolisian tentunya dibantu dari ahli kesehatan berdasarkan sampel-sampel yang dikorelasikan dengan sampel darah, kuku serta rambut.

Limbah yang masuk kedalam laut itu tidak akan mengalir ke atas permukaan dengan pengaruh suhu dan hal itu baru dipelajari pihak kepolisian dan ahli pertambangan. Ditambahkan Suharto, bahwa pihaknya akan kerja terus untuk meneliti lebih jauh, karena hal tersebut perlu membuktian secara ilmiah.

Untuk meneliti kasus pencemaran Buyat memerlukan tiga ahli yakni, Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Departemen Kesehatan. Jika nanti hasilnya sudah ada tambah Suharto akan dipublikasikan, karena pihaknya akan transparansi dalam menangani kasus pencemaran Teluk Buyat ini. (Sup)