FPI Merasa Diadu Domba Soal Miyabi & Tera Patrick

Posted on October 13, 2010

0


JAKARTA – Belajar dari pro dan kontra kedatangan Maria Ozawa atau Miyabi ke Indonesia, hadirnya Tera Patrick membuat FPI merasa diadu domba.

“Kadang kita itu seperti mau diadu domba, manggil bintang porno, tapi ternyata main film horor,” tukas Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, saat dihubungi Okezone, Selasa (12/10/2010).

Menanggapi akan tayangnya film Rintihan Kuntilanak Perawan yang dibintangi oleh bintang porno asal Amerika Serikat, Tera Patrick, FPI tak mau gegabah.

“Kita pun tidak mau dianggap jelek sama masyarakat main protes saja. tapi kalau dia (Tera) main film horor, ya tidak apa-apa,” tegas pria yang akrab disapa Habib Selon ini.

Yang jelas, imbuhnya, FPI tetap menolak kedatangan bintang porno yang berasal dari negara manapun ke Indonesia. Habib Selon masih tetap menunggu jawaban rumah produksi K2K, mengapa harus mendatangkan bintang porno dari luar negeri.

“Kenapa buat film dengan menggunakan bintang porno? Memangnya tidak ada yang cantik bintang film kita,” protesnya.

Habib Selon berpendapat, jika memang Tera Patrick tidak main film porno, tidak ada larangan. “Tapi kenapa harus bintang film porno? Bagi saya, buatlah film yang benar,” tandasnya.

Sekali lagi, FPI menyatakan sikap terhadap industri perfilman Indonesia, yakni menolak kedatangan bintang film porno ke tanah air. FPI menyatakan haram hukumnya bintang film porno tersebut menginjakkan tanah Indonesia.

“Di sini saya hanya menegaskan kalau FPI menolak kedatangan bintang film porno, jangan sampai datang ke Indonesia. kalau keluar negeri, silakan,” pungkas Habib Selon.

 

 

Advertisements
Posted in: berita 4