menurut anda, samakah merasa bodoh dengan merasa pintar (bersikap bodoh)?

Posted on November 1, 2010

0


mungkin dua kalimat di atas masih membingungkan saat dijelaskan. tapi coba pertimbangkan kembali bahwa dua hal itu jika bertahun-tahun dipelihara akan sangat merugikan kita. banyak contoh yang pernah mengalami, termasuk penulis ini.ketika anda mempelajari sesuatu. katakan anda membaca sesuatu atau mungkin anda akan mengerjakan suatu pekerjaan. tentu diperlukan banyak waktu latihan agar sempurna. di sini kemudian yang menjadi persoalan. ketika anda merasa sudah bisa. cenderung untuk berhenti sejenak. padahal saat itu anda bener2 belum memahami benar.misalnya, ada suatu pernyataan kalimat yang perlu anda hafal. saat anda menghafal satu kali..ah, masti terekam dalam benak kita. atau begini, ketika anda membaca nomer telp ketika dikasih nomer telp temen. anda merasa sudah menghafal berulang-ulang. tapi kemudian suatu saat anda lupa dan anda menyesal kenapa tidak disimpan dalam buku telp atau dicatat.demikian pula, saat anda membaca suatu materi. mungkin perlu sepuluh kali agar bener benar memahami konten atau isi buku. namun, saat anda membaca sekilas sekitar dua kali anda sudah merasa menguasai.di sini, jelas terlihat..seseorang yang membaca sampai sepuluh kali..merasa bodoh..sedangkan orang yang membaca dua kali sudah merasa pintar. ah..gampang..begitu kebiasaan dan itu sering terjadi pada siapapun dan merupakan penyakit umum yang terjadi pada siapapun. kesalahan ini jika berlarut-larut akan membuat kita kurang cepat mengubah suatu kesalahan dan itu berakibat fatal dan baru menyadari setelah puluhan tahun kemudian. baru disadari bahwa ternyata kesalahan itu sebenarnya karena sikapnya yang sudah merasa pintar sehingga akhirnya membuatnya bersikap bodoh.
kini saatnya, kita mulai menyadari bahwa untuk menguasai sesuatu itu perlu latihan untuk praktek dan perlu membaca puluhan kali untuk teori. dan jika kesadaran itu muncul belakangan..mungkin tidak seberapa ketika kita langsung memperbaiki. tapi bagaimana kemudian kita bersikap bodoh itu berlangsung puluhan tahun dan bahkan hingga seper empat abad atau lebih. dan saat kita menyadari sudah bener-benar terlambat. harapan saya atau anda mungkin, segera lakukan perbaikan ketika kesalahan itu terjadi. jangan ditunda-tunda dan jangan bersikap bodoh..