Kiat Sukses dan berprestasi

Posted on November 19, 2010

0


Setiap orang senantiasa memimpikan sukses dalam hidupnya baik karir maupun rumah tangga. memang kita akui bahwa sukses itu relatif dilihat dari berbagai kacamata. namun perlu diingat, secara general atau umum, seseorang sukses andaikata dia mencapai cita-citanya, terutama dalam karir pekerjaannya. karena itu tidak salah kiranya anda perlu menyimak penjelasan dari salah seorang ahli berikut. setidaknya ikuti sarannya, sehingga impian anda paling tidak bukan angan belaka. kenapa tidak? berikut penuturan dan uraian dari ahli psikologi terkenal.

Di bawah pimpinan ahli psikologi Harvard David McClelland, ilmu perilaku telah menyisihkan jenis motivasi yang agaknya berhubungan dengan sukses. Mereka menyebutnya “motivasi pencapaian hasil” – dan yakin bahwa mereka bisa mengujinya pada individu mana pun dan kemudian meramalkan kemampuan kerjanya. Lebih mengesankan lagi, mereka yakin bahwa mereka bisa meningkatkan motivasi, faktor yang biasanya dianggap relatif tidak bisa diubah. Marilah kita tinjau salah satu pengujian ini:

Dua tahun yang lalu, dalam sehuah gedung perkantoran di pusat kota Baltimore, kira-kira lima belas orang bergerombol dan berjalan mondar-mandir agak kebingungan. Mereka diundang untuk memainkan permainan lempar gelang”. Sebatang pancang telah dipasang di ujung ruangan, dan setiap orang diberi segenggam gelang tali untuk dilemparkan ke pancang. Ini seperti permainan yang sering kita mainkan ketika masih anak-anak; tetapi ini sama sekali bukan permainan anak-anak. Ini adalah bagian dari kursus eksperimental yang disponsori oleh Administrasi Bisnis Kecil Amerika Serikat – salah satu dari sejumlah tes untuk melihat seberapa besar motivasi pencapaian hasil sudah dimiliki oleh para siswa – yakni orang-orang yang punya rencana untuk menjalankan usaha kecil-kecilan.

Aturan permainan ini tidak menetapkan garis batas lemparan. Beberapa orang berdiri cukup dekat, dengan mudah bisa melingkari pancang – dan segera kehilangan minat. Yang lain berdiri cukup jauh, tidak pernah mengena dan kehilangan semangat. Tetapi beberapa orang lagi berdiri dalam jarak secukupnya sehingga upaya melempar gelang ini cukup memberikan tantangan, namun tidak terlalu jauh untuk membuat sukses mustahil diraih. Itu merupakan satu tanda bahwa mereka memiliki motivasi pencapaian hasil dalam tingkat tinggi. Sebab kelas ini diberi pelajaran bahwa orang yang memiliki motivasi tinggi selalu menetapkan sasaran cukup tinggi sehingga memberikan tantangan, tetapi masih di dalam jarak jangkau sehingga sekurang-kurangnya beberapa di antaranya bisa dengan cepat diraih. Orang-orang ini terpancing oleh apa yang dikatakan McClelland sebagai “umpan balik pencapaian hasil” – rasa puas terus-menerus akan kemampuan mereka mengenai sasaran jangka pendek.

Setelah menjalani tes seperti ini, orang-orang harus mengikuti latihan intensif yang benar-benar meningkatkan motivasi mereka. Lebih dari 200 orang ikut berperan serta dalam proyek peragaan dalam delapan kota besar; enam bulan kemudian, pemeriksaan terhadap hasil usaha mereka mengungkapkan bahwa sebagian besar memperoleh kemajuan besar. Latihan serupa telah membantu pemilik pengecoran logam dan pengusaha angkutan truk di India, petani di Tunisia, penganggur di Boston, Mass., dan murid sekolah menengah pertama di St. Louis, Mo., dan –San Mateo County, California.

Pendekatan keseluruhan McClelland mencakup pengubahan motivasi dengan mengubah cara berpikir orang terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. Dengan mengubah cara orang biasanya berpikir mengenai kemampuannya sendiri, McClelland dan para pembantunya yakin bahwa orang tersebut akan bisa mengubah kemampuannya yang sesungguhnya.

Motivasi, McClelland menyatakan, bisa ditemukan lokasinya secara mental tepat di bawah tingkat kesadaran penuh, pada pikiran prasadar” – garis perbatasan antara kesadaran dan ketidaksadaran. Ini adalah wilayah lamunan, tempat orang bisa bicara kepada dirinya sendiri tanpa cukup menyadarinya. Tetapi pola lamunan ini bisa diuji, dan seseorang bisa diajar untuk mengubah motivasinya dengan mengubah lamunannya; seorang individu bisa memprogram fantasinya sehingga selalu memberikan dorongan kepadanya, bukan menghambatnya.

Pada satu tingkat, gagasan McClelland kedengaran seperti tidak lebih dari sekedar penalaran yang baik belaka. Tetapi dia menekankan bahwa gagasannya berdasarkan lebih dari 25 tahun peneIitian “garis keras” dan dengan demikian melengkapi intuisi populer dengan pembuktian ilmiah yang tepat. .

Memang, pada pertengahan tahun 1960-an McClelland dan rekan-rekannya dalam perhimpunan Harvard M.I.T. telah yakin bahwa mereka memiliki cukup banyak pengetahuan konkrit untuk menguji siapa saja mengenai motivasi pencapaian hasilnya dan kemudian meningkatkan kemampuannya. Maka mereka pun membentuk perusahaan McBer & Co. (McClelland sekarang menjadi presiden direktur) dan sejak itu menyelenggarakan program tes dan latiahan untuk para klien seperti misalnya Mattel, lcn, Mosanto, Bazter Labbratories, Inc., General Electric dan Cola-Cola.

Perusahaan ini menggunakan rangkaian pengujian untuk mengukur motivasi. SeteIah ini dilakukan, bagaima kita bisa mengubah motivasi? McClelland dan rekan-rekannya mendapatkan sebuah pendekatan baru: Ajarilah si peserta bagaimana caranya mencapai nilai lebih tinggi dalam tes yang mengukur imajinasinya. Kalau motivasi berakar pada pemikiranaya, dan tes mengukur kualitasnya, melatihnya untuk mencapai hasil lebih baik dalam tes mungkin benar-benar bisa mengubah pemikirannya dan dengan demikian juga motivasinya. Bukti kemudian terkumpul bahwa pendekatan yang tidak biasa ini berhasil. Maka kursus latihan motivasi” – latihan imajinasi dikembangkan, dan dalam latihan ini para siswa diajar bagaimana caranya mengatasi ujian.

Kaum pria dan wanita berlatih seIama sepuluh jam sehari dalam jangka waktu lima hari. Dalam suatu tes yang khas, misalnya, kepada mereka diperlihatkan gambar seorang laki-Iaki sedang bekerja dengan sebuah penggaris di meja tulis dan diminta menulis “cerita singkat tetapi imajinatif” mengenai apa yang terjadi dalam gambar. Jawaban “terbaik” (yang memperlihatkan motivasi paling kuat) membahas tema pemecahan masalah, tentang rancangan cara baru untuk meIakukan pekerjaan secara lebih baik. Prinsip ini dijeIaskan kepada para pengikut latihan seteIah mereka menjalani tes, dan kemudian mereka terus menulis skenario sampai mereka bisa memproduksi, dengan mudah dan spontan, cerita-cerita yang mendapat nilai tinggi.

McClelland melihat dalam penelitian motivasi ini kemungkinan membantu diri sendiri yang menonjol. Di bawah ini ada beberapa saran:

1. Usahakan suatu “umpan balik pencapaian hasil’. Ini adalah seni merancang tugas sehingga Anda bisa berhasil sedikit demi sedikit, setiap kali menuai suatu imbalan, dan dengan demikian memperkuat hasrat untuk mencapai hasil lebih banyak. Bagi saya ini telah berhasil. Saya pernah mengalami kemacetan dalam proyek buku yang sangat rumit, ketika saya memutuskan untuk mencoba menerbitkan setiap bab sebagai artikel majalah yang terpisah. Perasaan telah mencapai hasil dari setiap langkah menyebabkan saya terus maju.

2. Carilah tokoh teladan dalam hal pencapaian hasil.

Menurut David Kolb, pembantu profesor manajemen di M.I.T., “Kalau saya melihat orang di sekeliling saya berhasil, itu akan merangsang keinginan saya untuk berhasil pula.” Proses ini juga bekerja dengan lain cara. Harry Truman berasal dari keluarga sederhana, tetapi kebesaran yang dicapainya adalah berkat pahlawan yang dijadikan model olehnya – para negarawan ternama yang dibacanya dalam buku.

3. Bentuklah kesan diri Anda. Orang yang memiliki motivasi pencapaian hasil yang tinggi mencari tantangan dan tanggung jawab pribadi, terus-menerus mencari umpan balik mengenai keberhasilan. Ini adalah pengalaman yang sangat mereka dambakan sehingga bagi mereka boleh dikatakan suatu kebutuhan. McClelland yakin bahwa keinginan ini mungkin bisa dikembangkan dengan memprogram kembali diri sendiri seperti seseorang yang memerlukan hal-hal seperti itu. Sebagai langkah pertama bayangkanlah diri Anda sebagai orang yang harus sukses, memiliki tanggung jawab, menghadapi tantangan dan mampu membuat variasi.

4. Kendalikan lamunan Anda. Tepat di seberang perbatasan kesadaran, hampir semua diantara kita terus-menerus bicara kepada diri sendiri. Beberapa di antara kita memberikan keyakinan kepada diri sendiri; yang lain berbuat yang sebaliknya. Atlet-atlet besar – Billie Jean King, misalnya – bicara kepada diri sendiri dalam pertandingan, mengulangi kata-kata yang memberinya dorongan. Sebaliknya, gagasan negatif yang bercokol dalam lamunan bisa dicegah hanya dengan mengatakan, “Berhenti!” setiap kali muncul di perbatasan kesadaran. Banyak sekali bukti dari studi peri laku bahwa cara ini berhasil.

Orang yang telah mengembangkan motivasi seperti ini pada umumnya bertanggung jawab atas perkembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya, begitu keyakinan McClelland. Dia memerikan beberapa di antara perubahan manusiawi yang dihasilkan oleh latihannya. Seorang pemilik toko radio kecil di Hyderabad, India, terdorong motivasinya, setelah mengikuti kursus, untuk membuka sebuah pabrik cat dan vernis besar; usahanya berhasil, dan terciptalah lapangan kerja. Seorang bankir merasa bahwa dia terlalu konservatif mengenai tuntutan jaminan untuk pinjaman dagang; dia mulai sengaja mengambil risiko, dan banknya pun berkembang pesat.

Pokok pandangan McClelland adalah bahwa Anda bisa menjadi orang yang mengambil tindakan dan berhasil, jika Anda mengubah motivasi Anda. “Orang bisa berubah kalau mereka mau,” katanya. Kita semua bisa “menciptakan kembali diri kita sendiri” dengan secara sadar mengubah motivasi, yang lebih dari segala-galanya, menetapkan bagaimana kita akan bertindak dan akan menjadi orang macam apa kita kelak.

 

Advertisements
Posted in: Tips 1