HOBI menjadi PROFESI

Posted on November 21, 2010

0


setiap langkah yang kita tapak, senantiasa bertemu dengan dua kata itu. kenapa demikian? coba renungkan baik-baik, kalau kita sudah asyik akan sesuatu hal, tentu orang lain akan mengatakan, sedang asyik dengan hobimu, yach. dan itu lazim dan masuk akal. Tapi, di lain hal, orang juga bisa mengatakan ..wah, sedang asyik dengan pekerjaan. tapi kesan awal yang diseram dari pihak yang menyatakan adalah melihat ekspresi dan bahasa tubuh yang tersirat nampak wajahnya muram, tidak ceria, lebih jauh lagi nampak lelah dan terlihat jengkel.

kesan yang tersirat adalah bahwa pekerjaan itu membosankan. di sini, akan terjawab bahwa karena pekerjaan membosankan itu muncul karena tidak dimulai dengan hobi. bukankah kenyataan membenarkan bahwa khalayak umum dari berbagai tingkatan, ditanya tentang keinginan dan harapan, senantiasa bertolak belakang antara pekerjaannya dan hobinya.

jadi, kemudian muncul stigma bahwa akankah saya mesti melewati hampir sebagian besar hidup saya dengan pekerjaan yang membosankan dan untuk menutup kebosanan itu saya tetap akan mengatasi kebosanan itu dengan hobi yang sekarang saya geluti. jelas bukan? hobi adalah sesuatu yang menyenangkan sedang kan pekerjaan bisa menyenangkan tapi bisa juga tidak menyenangkan. itu yang terbaca dari hal itu.

sehingga tidak salah ketika ada ungkapan “dari HOBI menjadi PROFESI”? apakah anda menginginkan demikian? jika benar, saatnya mulai lebih asyik dengan hobi anda. semua itu pasti ada ukuran. jadi, ketika hobi itu ditekuni untuk waktu yang lama, di situ jelas, sedang mengalami proses menuju lebih baik. saat kemudian, pada takaran atau ukuran tertentu, bisa mencapai tingkat yang matang dan bisa dianggap sangat memadai. entah bagaimana, mungkin saja menjadi PROFESI. yang jelas terbaca dari wajah anda kemudian, keceriaan akan senantiasa menyertai kemanapun melangkah. luar biasa kan!

semua itu kembali ke pilihan kita, karena seseorang tidak akan memahami sampai kapan sebuah HOBI menjadi PROFESI. mungkin bahkan HOBI itu tidak pernah menjadi PROFESI. Sekuat apapun anda menekuni. setelah diamati dari sekeliling, banyak kita temui orang-orang yang menemukan hidupnya sempurna setelah bertahun-tahun menekuni hobinya sehingga menjadi profesi.

pernah terbayangkan bahwa ada seseorang yang menyukai dan hobi mengotak-atik matematika, atau fisika? jarang ungkapan itu muncul. tapi toh ada seseorang yang memang bener-benar HOBI akan matematika atau fisika. atau yang bagi sebagian besar orang, itu sesuatu yang sangat membosankan, namun bagi dirinya adalah sesuatu yang paling mengasyikkan.

akhirnya, saya mengakhiri sedikit narasi interaktif ini agar kita bisa lebih mengukur diri masing-masing. dimana kita mesti berhenti dan dimana kita mesti terus melangkah. apakah HOBI menjadi PROFESI? ataukah HOBI adalah HOBI yang menyenangkan dan sangat dinikmati.

 

Advertisements