Rumor lama Ical dengan Sri Mulyani seputar pajak masih tanda tanya, namun begitu, Bakrie & Brothers mampu Pangkas Utang Rp1,3 Triliun

Posted on November 26, 2010

2


Temen saya yang cukup  pintar dalam menguraikan persoalan berpendapat bahwa hengkangnya Sri Mulyani dengan Ichal tak lain karena penentuan pajak yang berbeda berdasarkan versinya masing-masing. Lantas bagaimana dengan yang berikut ini=

VIVAnews – Hingga kuartal III-2010, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 74,1 persen dari Rp5,33 triliun pada periode sama tahun lalu menjadi Rp9,28 triliun.

Selama periode tersebut, Bakrie & Brothers juga sukses menekan beban utangnya. Perseroan telah menurunkan porsi utang sebesar Rp1,3 triliun hingga 30 September 2010.

Bakrie & Brothers telah membayar sejumlah pinjaman jangka pendek. “Ini menjadi bagian yang strategis dari program revitalisasi keuangan perseroan,” kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) Bakrie & Brothers, Bobby Gafur Umar, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 26 November 2010.

Sementara itu, laba usaha tumbuh 44,6 persen dari Rp514,85 miliar menjadi Rp744,47 miliar.

“Melihat hasil ini, kami optimistis program revitalisasi keuangan yang sedang kami jalankan akan membawa Bakrie & Brothers berkinerja lebih baik,” ujar  Bobby.

Bobby menjelaskan, kenaikan signifikan pendapatan perseroan didukung kinerja positif PT Bakrie Energy International, unit usaha Bakrie & Brothers, yang sukses mencatatkan penjualan senilai Rp3,58 triliun.

Selain itu, menurut dia, ekspansi berkesinambungan di sektor telekomunikasi dan perkebunan melalui perluasan jaringan serta pembelian perangkat telekomunikasi baru, perluasan lahan perkebunan serta akuisisi di sub sektor oleochemical, memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan.

Kendati demikian, beban keuangan Bakrie & Brothers juga meningkat secara konsolidasi dari PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk. “Beban bunga konsolidasi meningkat menjadi Rp1,46 triliun, sehingga perseroan mencatatkan rugi bersih Rp565,9 miliar,” tuturnya.

Bobby juga menjelaskan, sejalan dengan kegiatan usaha inti sebagai perusahaan investasi, Bakrie & Brothers mengubah pencatatan investasinya di beberapa perusahaan asosiasi, yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk.

Pencatatan yang semula dengan metode ekuitas diubah menjadi fair market value. Metode baru ini mengharuskan pencatatan dilakukan secara marked to market. “Hasilnya, perubahan pencatatan itu berdampak dengan peningkatan ekuitas dari Rp4,85 triliun pada 2009 menjadi Rp8,27 triliun, atau naik 70 persen,” tuturnya.

Ia optimistis, kegiatan investasi yang dijalankan, hasilnya akan terlihat dalam waktu dekat, seperti aksi korporasi memasuki bursa efek London melalui Vallar PLC. (sj)

Geliat ekonomi Indonesia yang ternyata masih dipertanyakan, tidak berlaku untuk PT. Bakrie dan Brothers yang sudah mantap menancapkan peningkatan profit yang sangat menjanjikan.

Geliat PT. Bakrie and Brothers mudahan berlaku juga untuk anda yang membaca artikel ini. Why not?

Advertisements
Posted in: berita 4