Gara-gara temperamen, Cassano sampai 2 pelatih timnas menolak

Posted on November 27, 2010

0


Begini nich, akibatnya kalau seseorang temperamen. ternyata akibatnya bisa menghambat karir. biarpun punya talenta luar biasa tapi kalau ngga bisa mengendalikan diri, akan berdampak pada karir termasuk Cassano. ingat kan bahwa dulu Cassano sudah dicoret dari daftar timnas. nah, pelatih berikutnya ternyata setali tiga uang. tetap menolak. coba simak agar lebih jelas.

VIVAnews – Hukuman yang diterima striker Antonio Cassano dari klubnya Sampdoria mempengaruhi partisipasinya di tim nasional Italia.

Pelatih Tim Azzurri, Cesare Prandelli juga memberikan hukuman Cassano. Prandelli takkan memanggil Fantantonio ke timnya jika masalahnya dengan Sampdoria belum berakhir.

“Saya takkan memanggil pemain yang berperangai buruk atau mereka yang berulah kasar,” kata Prandelli kepada La Gazzetta dello Sport.

Prandelli segera mengumumkan susunan tim Italia menghadapi uji coba melawan Rumania, Minggu 14 November 2010. Para debutan macam Mario Balotelli, Alessandro Diamanti dan Alberto Aquilani diisyaratkan masuk timnas oleh Prandelli. Tapi, Cassano tidak.

“Ketika seorang pemain dikeluarkan dari timnya, dia tidak bisa terpilih masuk timnas,” lanjut Prandelli. “Saya bukannya tak menghiraukan Cassano, tapi Antonio harus menyelesaikan masalahnya di Sampdoria.”

“Saya sudah bicara kepadanya dan dia menunjukkan kesan ingin pensiun dari sepakbola. Saya menasihatinya agar merenungkan diri dan berada dekat dengan keluarga,” tutur Prandelli.

Cassano dibekukan dari tim Sampdoria menyusul pertikaiannya dengan Presiden Riccardo Garrone. Cassano menolak permintaan Garrone untuk menemani dalam sebuah acara malam penganugerahan. Padahal, penghargaan itu diberikan untuk Cassano.

Setelah itu, Cassano dihukum dengan tak dimainkan dalam laga Samp. Bahkan, Garrone minta izin kepada pihak Lega Calcio untuk memutus kontrak Cassano. (rco)

Jelas sudah dari tulisan di atas dan mungkin bisa menjadi pelajaran berharga untuk para pemain Indonesia yang temperamental. bagaimanapun, kita mesti paham bahwa di lapangan yang dibutuhkan adalah satu team, lebih tepat kesebelasan karena terdiri dari sebelas pemain, bukan satu pemain. jadi

sebaik apapun pemain, tetap aja tidak bisa mencapai hasil maksimal  jika sulit bekerja sama dengan pemain lain, apalagi dengan pelatih bahkan dengan penontonpun juga mesti bisa.

Posted in: sepakbola