Belajar beladiri jiu jitsu, Kick Boxing, Kungfu,Taekwondo, Judo, aikido, tinju, karate, pencak silat, atau bela diri lain

Posted on November 28, 2010

0


Filosofi bela diri itu sederhana saja. mampu menyelamatkan diri kita sendiri di saat ada agresi fisik dari pihak agresor. nah, menyelamatkan  di sini konotasinya tentu adalah membela diri, sehingga saya katakan itulah nama bela diri.

sebenarnya, saya bukan ahli bela diri. bahkan cenderung tidak bisa sama sekali. bisa dibayangkan, waktu dulu SMU pernah ikut  karateka itu juga ngga pernah sampai pernah lulus. alias ban putihpun belum lulus. tapi saat saya mengikuti bela diri itu, saya menjadi lebih percaya diri dan tidak terlalu takut untuk berbicara dengan orang lain. nah, ternyata di balik itu ada filosofi penting bahwa bela diri bisa meningkatkan percaya diri seseorang.

masih ada lagi yang tidak kalah seru, bela diri ternyata membentuk karakter konstruktif, yaitu karakter pantang menyerah. kebetulan ide saya menuangkan gagasan ini, saat saya melihat tayangan televisi ada pertarungan tinju. padahal saat itu, yang usianya lebih tua, sering jatuh kena pukulan yang muda, tapi ternyata diabangkit dan bahkan mampu mengalahkannya.

karena itu lantas saya ingat yang lain, dulu pernah lihat tayangan yang juga tidak kalah menarik. kompetisi bela diri dari berbagai cabang dan untuk beberapa periode ternyata Gracie mampu menjadi juara sebelum ada periode berikutnya generasi baru mengalahkannya dari cabang bela diri lainnya dan waktu itu dia kebetulan dari bela diri jiu jitsu. saat itu, saya lihat Gracie sudah berdarah-darah dan benar-benar terpojok, bahkan banyak yang memperkirakan bahwa akan mengalami kekalahan telak. namun ternyata Gracie mampu membalikkan keadaan sehingga menjadi pemenang. sebenarnya bukan bela dirinya dari cabang apa unggul. tapi ternyata, Gracie mampu menghayati benar filosofi bela diri yaitu pantang menyerah.

Kita ingat juga nenek moyang kita, bangsa Indonesia,  menciptakan pencak silat yang ternyata sekarang telah banyak diterima oleh banyak  bangsa lain. mungkin  kalau dulu kita bisa mencatat sejarah para ahli beda diri silat, tentu kita akan belajar bagaimana karakter pantang menyerah mereka. Sayangnya sejarawan dulu tidak  pernah menuliskan tinta emas atas prestasi mereka.

kini dibalik itu semua, terjawab sudah bahwa filosofi bela diri adalah pantang menyerah dan jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan senantiasa tanpa kenal putus assa berusaha keras mencapai cita-citanya demi meraih kemenangan yang diidam-idamkan.

saya hanya ingin mengajak para pembaca bahwa apapun keadaan kita, mohon jangan pernah berputus asa. sama seperti saya menasehati diri saya sendiri agar saya juga tidak putus asa atas dan berusaha keras lagi sampai titik terakhir.