Salah satu tabiat buruk Ronaldo

Posted on November 29, 2010

0


Meski sebagai pemain bintang, Ronaldo sangat populer dan mahal, namun sebagai pemain, boleh dibilang Ronaldo bukanlah pemain ideal. Temanku yang cukup teliti mengamati perilaku pemain kelas dunia berasumsi di berbagai permainan, sering kita melihat bahwa sering Ronaldo menggunakan cara-cara licik untuk mencapai suatu tujuan untuk mendapatkan gol atau agar permainan dimenangkan. Meski demikian cara-cara itu tidak sepenuhnya berhasil.  Dan pertandingan ini salah satunya  cara-cara untuk memprovokasi tidak berhasil.

Susunan pemain:
Barcelona:
Victor Valdes; Carles Puyol, Gerard Pique, Eric Abidal, Dani Alves; Sergio Busquets, Andres Iniesta, Xavi Hernandez; Pedro, David Villa, Lionel Messi
Madrid: Iker Casillas; Ricardo Carvalho, Pepe, Marcelo, Sergio Ramos; Xabi Alonso, Sami Khedira, Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria; Mesut Oezil, Karim Benzema

BARCELONA, KOMPAS.com – Barcelona unggul 2-0 atas Real Madrid, sampai akhir babak pertama pertandingan Liga BBVA pekan ke-13, di Camp Nou, Senin atau Selasa (30/11/2010) dini hari WIB. Pertandingan ini diwarnai insiden didorongnya manajer Barcelona, Josep “Pep” Guardiola oleh gelandang Madrid, Cristiano Ronaldo dan penyikutan Ricardo Carvalho kepada Lionel Messi.

Pertandingan berlangsung sengit dan panas sejak menit awal. Namun, dengan penguasaan bola, Barcelona mampu meredam gempuran Madrid dan melepaskan sejumlah ancaman.

Peluang gol terbaik pertama pertandingan ini terjadi pada menit keenam. Saat itu, dari tengah kotak penalti, Lionel Messi menyambut umpan Carles Puyol dengan sebuah tembakan, yang sayangnya hanya membentur tiang kanan Iker Casillas.

Tak mau kehilangan momen, Barcelona mempertahankan tekanannya. Meski kesulitan mengatas pressing ketat tim tamu, mereka mampu unggul melalui Xavi Hernandez pada kesepuluh.

Gol bermula umpan terobosan Andres Iniesta kepada Xavi Hernadez di tengah kotak penalti. Dalam kawalan Marcelo, Xavi berhasil mengontrol bola dan melesakkannya ke sudut kanan atas gawang Iker Casillas.

Setelah itu, Madrid mencoba bangkit dan mampu melepaskan ancaman beruntun melalui Angel DI Maria pada menit ke-12 dan Sergio Ramos pada menit ke-14. Namun, sementara tembakan Di Maria diamankan Victor Valdes, eksekusi Ramos melenceng keluar lapangan.

Madrid belum menciptakan ancaman baru, ketika Barcelona memperbesar keunggulan melalui Pedro pada menit ke-19.

Gol bermula dari pergerakan David Villa di sisi kanan pertahanan Madrid. Dalam kawalan Sergio Ramos, ia berhasil melepaskan umpan silang. Iker Casillas berhasil menepis bola. Namun, Pedro yang berada di dekat Casillas, berhasil menjangkau bola dan menjejalkannya ke gawang.

Keadaan tertinggal membuat Madrid semakin mengencangkan serangannya. Namun, Barcelona bereaksi cepat meningkatkan pertahanan mereka.

Permainan pun berlangsung sengit oleh perebutan bola dan usaha membangun serangan. Namun, bukannya berujung gol, peningkatan suhu persaingan malah berujung perselisihan kedua kubu, menyusul aksi Ronaldo mendorong Guardiola pada menit ke-30.

Insiden bermula dari aksi Ronaldo memungut bola yang keluar lapangan, di dekat kursi cadangan. Sebelum Ronaldo memungut bola, Pep mendahuluinya dan melempar bola ke lapangan. Ronaldo kemudian mendorong Pep.

Pemain Barcelona tidak terima pelatih mereka diperlakukan begitu. Perselisihan pun terjadi dan baru mereda setelah wasit mengacungkan kartu kuning kepada Ronaldo dan Victor Valdes.

Insiden berikutnya adalah ketika Lionel Messi disikut oleh Carvalho pada menit ke-45. Insiden bermula dari terjatuhnya Messi setelah berkontak dengan Carvalho. Messi bangkit dan menghampiri Carvalho.

Carvalho yang memang dalam posisi memunggungi Messi mengayunkan tangan sehingga sikutnya mengenai muka Messi. Terhadap kejadian ini, wasit memberikan kartu kuning kepada Messi.

Sayang, meningkatnya atmosfer rivalitas hanya membuahkan insiden-insiden kontra-fairplay, bukan gol, seperti tampak dari angka 2-0 di papan skor yang tak berubah sampai peluit turun minum berbunyi.

Selama 45 menit pertama, Barcelona menguasai bola sebanyak 68 persen dan menciptakan dua tembakan akurat dari tujuh usaha. Adapun, Madrid menciptakan dua peluang emas dari empat percobaan. (*)

Karena itu, kalau bicara tentang arti Fair Play, bisa dibilang dalam kategori ini, Ronaldo tidak termasuk daftar pemain yang bisa ditauladani, mengingat bahwa berbagai bentuk trik itu menjadikan sepakbola bukan murni sepakbola. Karena sebagai pemain bintang semestinya Ronaldo perlu mengoreksi diri, karena banyak anak-anak muda belia akan  meniru gaya dan perilaku permainannya di lapangan.

Posted in: sepakbola