Buat yang selingkuh, jangan sesekali dech ngaku selingkuh, gini nich akibatnya

Posted on December 1, 2010

0


memang sungguh tidak dimengerti, amarah spontan bisa menyebabkan petaka luar biasa. semakin tinggi beban psikologis dan ekonomi yang dialami seseorang, semakin rentan dia akan melakukan hal-hal yang di luar batas. perhatikan ini baik-baik

Dayat Sempat Tidur dengan Mayat Istrinya
Laporan wartawan KOMPAS Regina Rukmorini
Rabu, 1 Desember 2010 | 18:08 WIB
barby

MAGELANG, KOMPAS.com — Sebelum memutilasi Tutik, Dayat masih sempat tidur seranjang dengan jenazah istrinya itu. Dia baru memutilasi jenazah Tutik karena panik setelah menyadari bahwa istrinya meninggal.

Ditemui di kantor Kepolisian Sektor Dukun, Rabu (1/12/2010), Dayat yang ditangkap polisi malam sebelumnya itu mengakui semua perbuatannya membunuh dan memotong-motong mayat istrinya.

Menurut Dayat, pada hari Minggu sekitar pukul 08.00 lalu, dirinya tak kuat lagi menahan amarah ketika mendengar pengakuan istrinya bahwa dia pernah berhubungan badan dengan pria selingkuhannya di kamar. Cekcok mulut pun tak terhindarkan. Dia kemudian mengambil batu asahan pisau dan memukulkannya tiga kali ke kepala istrinya.

Belum menyadari kalau Tutik sudah meninggal, Dayat masih sempat tidur berdampingan dengan istrinya di kamar mereka. Siangnya, dia merasa ada yang aneh dengan istrinya. Badannya makin dingin. Saat itulah dia baru menyadari bahwa istrinya telah meninggal.

Karena panik, Dayat kemudian mengangkat mayat istrinya ke Dapur dan memotong-motongnya menggunakan pisau dapur. Menurut pengakuannya, dia melakukan semuanya sendirian selama berjam-jam sejak siang hingga sore. Waktu dipotong-potong, katanya, tidak ada darah yang terecer.

Potongan-potongan tubuh itu kemudian dia simpan di ember dan panci di dapur rumahnya. Malamnya, dia melanjutkan memotong mayat Tutik dan mengambil daging-daging serta jeroannya untuk dipisahkan dari potongan tubuh lainnya. Daging dan jeroan itu kemudian dia masukkan ke kardus dan dibuang ke Sungai Pabelan.

Sementara potongan kepala, dada, kaki, dan pinggul dia bungkus plastik masing-masing dalam satu bungkus plastik yang dirangkap-rangkap, lalu disimpan di ember dan panci. Untuk menghilangkan bau anyir, Dayat menaburkan bubuk kopi di atas potongan-potongan itu.

Potongan kedua tangan Tutik yang semula tidak ditemukan ternyata dia masukkan ke dalam paralon di rumahnya.

Peristiwa di atas menyadarkan kita betapa tidak setiap orang bisa berbesar hati mau menerima  sebuah pengakuan kesalahan yang dilakukan, apalagi pengakuan yangbersifat negatif. peristiwa di atas mungkin bagi yang secara psikologis punya daya pengendalian diri yang tinggi akan bisa dihindarkan. Tapi dengan himpitan  peliknya kehidupan yang sekarang kita alami,. bisa anda bayangkan baru satu orang saja yang ngaku dampaknya sudah seperti ini. sudah sedemikian mengerikan padahal jika banyak pasangan yang mengaku selingkuh, seberapa banyak akan ada peristiwa-peristiwa mengerikan seperti di atas. padahal, daya permisif sekarang dengan jaman ortu, kakek atau pendahulu kita, lebih longgar. katakanlah mereka lebih memiliki loyalias tinggi dibandingkan dengan jaman kita atau anak cucu kita.

Advertisements
Posted in: berita 4