ada 10 (sepuluh) orang tanpa gelar sarjana jadi super kaya

Posted on December 3, 2010

0


Ketika membaca judul saja, orang langsung mengambil kesimpulan bahwa mereka tanpa gelar sarjana. tapi jika kita lebih menyimak lagi, sebagian dari mereka sebenarnya adalah produk kuliah juga, karena mereka telah cukup lama mengenyam bangku kuliah. iklim dan pemikiran mereka  sudah banyak terpengaruh oleh iklim kuliah. kecuali kita mengambil judul, orang terkaya yang tidak mengenyam bangku kuliah. Kecuali judulnya berubah tidak mengenyam bangku kuliah, artinya setinggi bangku sekolah menengah atau lebih ekstrim, bangku sekolah dasar atau lebih tepat buta huruf.

Jadi sekedar menegaskan di sini, tentang pengaruh pendidikan terhadap kesuksesan seseorang.

VIVAnews – Kompensasi gaji besar biasanya diperoleh karena seseorang memiliki gelar kesarjanaan. Namun, kebiasaan itu tidak berlaku untuk sebagian orang. Beberapa orang terkaya di dunia justru putus kuliah atau melewatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Beberapa dari mereka mewarisi perusahaan keluarga, meski ada juga yang berusaha sendiri. Ingvar Kamprad misalnya.

Dia dibesarkan di sebuah pertanian di Swedia dan memulai usahanya dengan sedikit uang dari ayahnya. Ingvar menjalani bisnis ketika masih duduk di sekolah menengah. Saat itu, usianya baru 17 tahun.

Lalu, apa kunci kesuksesan para miliarder dunia itu? Apakah karena kecerdasan mereka, kreativitas, atau hanya keberuntungan semata? Berikut 10 miliarder tanpa gelar kesarjanaan itu yang dikutip dari Business Insider:

1. Bill Gates

Bill Gates

Bos Microsoft itu memiliki kekayaan sekitar US$54 miliar. Gates sempat kuliah di Harvard University, namun tidak selesai.

“Saya salut terhadap para lulusan (Harvard) yang mengambil jalur untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Saya termasuk yang putus kuliah dari Harvard tapi paling sukses,” kata Gates.

“Saya rasa itu yang membuat saya mengucapkan pidato perpisahan di kelas saya sendiri. Saya melakukan yang terbaik dari setiap orang yang gagal”.

2. Larry Ellison

Larry Ellison

Sumber kekayaan Ellison diperolehnya dari Oracle. Kekayaannya mencapai US$28 miliar. Ellison tidak menyelesaikan kuliahnya di University of Chicago.

Namun, uniknya, dia justru dinobatkan sebagaiEntrepreneur of The Year oleh Harvard University School of Business pada 1990.

3. Amancio Ortega

Amancio Ortega

Kekayaannya banyak bersumber dari Zara/Inditex. Ortega yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi dan meraih gelar kesarjanaan itu sukses meraup kekayaan senilai US$25 miliar.

Yang menarik, model bisnis Ortega justru menjadi rujukan banyak sekolah bisnis.

4. Christy Walton

Christy Walton

Walton mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya senilai US$24 miliar dari bisnis ritel besar, Wal Mart. Dia pun tidak memiliki ijazah pendidikan tinggi.

Walton justru menjadi penyandang dana untuk The Walton Family Foundation Charitable Support Foundation yang di antaranya untuk membantu mahasiswa dari Meksiko dan Amerika Selatan guna menimba ilmu di perguruan tinggi Amerika Serikat.
5. Karl Albrecht

Karl Albrecht

Kekayaannya yang bersumber dari ALDI mencapai US$23,5 miliar. Kesuksesan Albrecht juga tidak dilandasi dengan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi.

Dia sempat bertugas di Perang Dunia II bagi tentara Jerman. Kesuksesan bisnis yang dikembangkan bersama saudara laki-lakinya dipelajarinya dari pengalaman di medan perang dan paskaperang.

6. Ingvar Kamprad

Ingvar Kamprad

Melalui IKEA, Kamprad sukses menghimpun kekayaan hingga US$23 miliar. Padahal, dia tidak menyandang satu pun gelar kesarjanaan.

Awal kesuksesannya dimulai di kota Stockholm, Swedia, saat masih berusia 17 tahun. Saat itu, dia membeli korek api dengan harga murah dalam jumlah besar. Selanjutnya dia menjualnya secara eceran untuk memperoleh keuntungan.

7. Li Ka-shing

Li Ka-shing

Dari bisnis real estate dan sejumlah variasi usaha lainnya, taipan Hong Kong ini memiliki kekayaan US$21 miliar. Tanpa harus menyandang gelar sarjana, bisnis Li Ka-shing sukses luar biasa.

Bahkan, Li Ka-shing tidak menyelesaikan sekolahnya di bangku sekolah menengah atas saat berusia 15 tahun. Dengan keuletan menjual bunga-bunga plastik, dia menjadi tumpuan ekonomi keluarganya.

8. Liliane Bettencourt

Liliane Bettencourt

Kekayaannya mencapai US$20 miliar. Tanpa embel-embel gelar sarjana di belakang namanya, Bettencourt sukses mengelola L’Oreal.

Namun, keberhasilannya itu juga tidak lepas dari warisan bisnis keluarganya. “Mengapa harus repot-repot belajar di perguruan tinggi, kalau Anda mewarisi perusahaan kosmetik terbesar di dunia?” tanya dia.

9. Lee Shau Kee

Lee Shau Kee

Konglomerat di bisnis real estate ini tidak perlu kuliah di perguruan tinggi untuk menjadi pebisnis sukses.

Dengan kekayaan sekitar US$18,5 miliar, Lee Shau Kee justru banyak memberikan beasiswa bagi sejumlah mahasiswa perguruan tinggi dan universitas di seluruh dunia melalui Lee Shau Kee Foundation. Bahkan, dia banyak diberi gelar kehormatan.

10. Michele Ferrero

Michele Ferrero

Melalui bisnis coklat yang mendunia, Ferrero Rocher, pundi-pundi kekayaan Michele Ferrero menggelembung hingga US$17 miliar.

Ferrero pun tanpa harus mengenyam pendidikan tinggi untuk meraih keberhasilannya mengelola bisnis makanan yang banyak digemari anak-anak itu.

dari uraian  di atas,  daftar d atas sekedar memberi motivasi bagi banyak kalangan  agar meski tanpa lulus kuliah, tidak berarti tidak akan meraih kesuksesan di kemudian hari. namun demikiakita perlu mengingatkan kembali bahwa dengan kuliah kita akan mendapatkan kebijakan, karena kebijakan itulah akan menjadi bekal kita bukan hanya menjadi manusia kaya namun juga menjadi manusia bijak. karena terkadang meningkatnya kekayaan seseorang, belum tentu seiring dengan meningkatnya kebijakannya.

Advertisements