Akhirnya terjawab sudah siapa dalang perampokan bank CIMB Medan, Fadli Sadama, warga Malaysia, bahkan dikait-kaitkan dengan Baasyir, ada apa di balik itu?

Posted on December 4, 2010

0


Setelah sekian lama, akhirnya kasus perampokan bank CIMB terkuak sudah. nama Fadli Sadama, warga Malaysia, yang tidak begitu terkenal, akhirnya dalam beberapa hari ini sering disebutkan di media. Namun yang tidak kalah menarik adalah dikaitkannya namanya dengan Baasyir. untuk lebih jelasnya, perhatikan dua info berita dari vivanews

Tersangka Teroris Dipulangkan ke RI Besok
Pada waktu ditangkap Fadli membawa senjata api dua pistol yang akan dibawa ke Indonesia.
JUM’AT, 3 DESEMBER 2010, 20:15 WIB

Arry Anggadha, Eko Huda S

 

Densus 88 (AP Photo/Slamet Riyadi)

VIVAnews – Polri membawa pulang tersangka kasus teroris, Fadli Sadama dari Malaysia. Fadli akan menjalani serangkaian pemeriksaan terkait tindak pidana terorisme yang ditudingkan kepadanya.
“Info di terminal II, detailnya baru dapat besok siang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto dalam pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat 3 Desember 2010.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan pemulangan Fadli ke Indonesia tinggal menunggu kelengkapan berkas-berkas dari polisi Malaysia. “Dalam waktu dekat akan dibawa ke Indonesia, kami tunggu proses administrasi,” ujar dia.

“Mungkin besok, tapi belum dipastikan. Belum pasti jam berapa. Akan koordinasi untuk memastikan kapan tiba, pakai pesawat apa biar bisa men-cover,” tuturnya.

Fadli ditangkap polisi Malaysia setelah mendapat informasi dari Polri. Pemulangan Fadli dilakukan setelah Polri melakukan koordinasi dengan pihak polisi Malaysia. “Yang bersangkutan ditangkap pada Oktober 2010. Pada waktu ditangkap membawa senjata api berupa dua pistol yang akan dibawa ke Indonesia,” kata dia. “Membelinya di Malaysia.”

Fadli Sadama baru keluar dari penjara di Medan pada Juli lalu. Fadli dipenjara atas tuduhan sejumlah aksi perampokan dan terorisme. Fadli pernah terlibat perampokan Bank Lippo pada 2003. Dia juga terlibat perencanaan bank di Bireun, Aceh. “Yang bersangkutan ikut juga membiayai serangan bom ke Hotel JW Marriot yang dilakukan Noordin M Top dan Azahari pada 2003,” kata Iskandar.

Ketika di penjara, Fadli juga merencanakan sejumlah aksi perampokan di Medan bersama Toni Togar. Salah satunya merencanakan perampokan Bank CIMB Niaga. “Kemudian dia keluar, Agustus terjadi perampokan,” kata dia. (art)

kemudian artikel berikut ini, Fadli mulai dikaitkan dengan Baasyir

Dana tersebut diserahkan MJ melalui Abu Bakar Baasyir yang jadi penghubung.
SABTU, 4 DESEMBER 2010, 22:55 WIB

Eko Priliawito, Fadila Fikriani Armadita

 

Densus 88 (VIVAnews/ Fajar Sodiq)
VIVAnews – Polri membawa pulang tersangka kasus teroris, Fadli Sadama dari Malaysia. Fadli akan menjalani serangkaian pemeriksaan terkait tindak pidana terorisme yang ditudingkan kepadanya. 

“Info di terminal II, detailnya baru dapat besok siang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Marwoto Soeto dalam pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Jumat 3 Desember 2010.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan mengatakan pemulangan Fadli ke Indonesia tinggal menunggu kelengkapan berkas-berkas dari polisi Malaysia. “Dalam waktu dekat akan dibawa ke Indonesia, kami tunggu proses administrasi,” ujar dia.

“Mungkin besok, tapi belum dipastikan. Belum pasti jam berapa. Akan koordinasi untuk memastikan kapan tiba, pakai pesawat apa biar bisa men-cover,” tuturnya.

Fadli ditangkap polisi Malaysia setelah mendapat informasi dari Polri. Pemulangan Fadli dilakukan setelah Polri melakukan koordinasi dengan pihak polisi Malaysia. “Yang bersangkutan ditangkap pada Oktober 2010. Pada waktu ditangkap membawa senjata api berupa dua pistol yang akan dibawa ke Indonesia,” kata dia. “Membelinya di Malaysia.”

Fadli Sadama baru keluar dari penjara di Medan pada Juli lalu. Fadli dipenjara atas tuduhan sejumlah aksi perampokan dan terorisme. Fadli pernah terlibat perampokan Bank Lippo pada 2003. Dia juga terlibat perencanaan bank di Bireun, Aceh. “Yang bersangkutan ikut juga membiayai serangan bom ke Hotel JW Marriot yang dilakukan Noordin M Top dan Azahari pada 2003,” kata Iskandar.

Ketika di penjara, Fadli juga merencanakan sejumlah aksi perampokan di Medan bersama Toni Togar. Salah satunya merencanakan perampokan Bank CIMB Niaga. “Kemudian dia keluar, Agustus terjadi perampokan,” kata dia. (art)

Kini kita tunggu saja hasil interogasi aparat berweneng dengan Fadli Sadama, menyangkut kebenaran keterlibatan Baasyir dengan jaringan terorisme, terutama kamp pelatihan di Aceh. Karena berita demikian masih belum bersifat resmi dinyatakan oleh aparat berwenang.

Advertisements
Posted in: berita 4