Lanjutan Wikileaks yang lebih lengkap

Posted on December 7, 2010

0


telah saya jelaskan tadi tentang apa sih wikileaks dan kemudian bagaimana sekarang wikileads begitu merisaukan banyak kalangan berbagai pemerintahan.

kita ingat dulu, ketika reformasi berlangsung di INdonesia, semua informasi tertutup lewat media sebelumnya. namun seiring waktu, media internet telah menerobos ruang dan waktu sehingga mampu menyampaikan informasi jujur ke lapisan masyarakat. bahkan dengan kelas bawah sekalipun.

nah, kini perkembangan itu, mulai memunculkan suatu tema baru yang tidak kalah menarik. kita ingat bahwa reformasi itu tidak hanya berlaku dalam satu negara. saat ini, misalnya yang berlaku di Indonesia, semata-mata Indonesia.

Kali ini, Wikileads menjadi salah satu yang merintis refrmasi dunia. fakta-fakta data rahasia mulai terkuak dari berbagai negara.

WikiLeaks: AS Singgung Eksekusi Amrozi cs
Memo itu bagian dari rangkuman laporan keamanan diplomatik AS dari sejumlah negara
Minggu, 5 Desember 2010, 10:44 WIB

Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – WikiLeaks akhirnya mulai membocorkan laporan dari kantor perwakilan Amerika Serikat (AS) di Jakarta. Laporan itu menyinggung kemungkinan serangan balasan teroris terkait eksekusi mati atas para pelaku Bom Bali pada 2008 lalu. Nama suatu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara disebut-sebut dalam memo itu.

Laporan ini merupakan bagian dari sebuah memo yang dibuat Departemen Luar Negeri AS di Washington DC. Memo itu merangkum laporan harian keamanan diplomatik dari kantor perwakilan diplomatik AS di sejumlah negara, termasuk Indonesia, dari 1-3 November 2008 dan berkatagori rahasia (Secret) dengan nomor referensi 116943.

Pada paragraf 12 dari memo itu memuat laporan Komite Aksi Darurat (Emergency Action Comittee/EAC) Jakarta. “EAC Jakarta bertemu pada 30 Oktober [2008] membicarakan implikasi dari eksekusi atas para pelaku Bom Bali bagi keamanan,” demikian tulis rangkuman laporan itu dalam bahasa Inggris, yang dibocorkan WikiLeaks pada 4 Desember 2010.

Laporan itu merujuk pada eksekusi mati atas Imam Samudra, Amrozi, dan Ali Gufron di LP Nusakambangan, 9 November 2008.

Menurut laporan itu, Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa mereka dieksekusi pada pekan pertama November 2008. Namun, menurut laporan itu, muncul rumor di Jakarta bahwa tidak tertutup kemungkinan bakal ada serangan balasan dan demonstrasi oleh mereka yang mendukung para tereksekusi.

Menurut laporan itu, EAC Jakarta tidak mendapatkan informasi yang spesifik atau kredibel mengenai rencana serangan-serangan itu. “Salah satu laporan menyebut kemungkinan serangan pengebom bunuh diri atas sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, terutama mal Kelapa Gading di bagian utara Jakarta, namun tidak ada informasi detail,” tulis memo dari Washington itu.

Namun, EAC Jakarta menilai bahwa serangan teroris atas AS atau kepentingan Barat lain terkait dengan serangan balasan atas eksekusi mati itu berpotensi rendah. Memo itu juga merangkum laporan EAC dari kantor perwakilan diplomatik AS di negara-negara lain.

Sejak mulai diunggah ke domain publik pada 28 November 2010 hingga Minggu pagi, 5 Desember 2010, rentetan bocoran informasi dari WikiLeaks itu belum mengungkapkan laporan khusus dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. WikiLeaks, menurut indeks yang dimuat harian The Guardian, memiliki 3.059 laporan dari Kedubes AS di Jakarta dari November 1990 hingga Februari 2010.

WikiLeaks sendiri mengklaim memiliki 251.287 bocoran memo diplomatik AS dan hingga kini baru mengunggah 821 dokumen.

Pejabat China Dibalik Hengkangnya Google
Pada memo tersebut, dikatakan bahwa pejabat China itu marah kepada Google.
Minggu, 5 Desember 2010, 15:13 WIB

Ita Lismawati F. Malau, Denny Armandhanu

VIVAnews – Serangan hacker atas Google yang membuat situs pencari terbesar ini hengkang dari China daratan tidak lain diotaki oleh seorang anggota parlemen komunis di negara tersebut. Laporan ini adalah satu lagi memo kawat diplomatik yang berhasil dibocorkan oleh situs pembocor dokumen, WikiLeaks.

Seperti dilansir dari laman The Guardian, Sabtu, 4 Desember 2010, memo kawat diplomatik yang sifatnya rahasia itu dibuat oleh diplomat dari Kedutaan Besar AS di Beijing untuk Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

Bocoran kabel yang diberikan langsung oleh WikiLeaks kepada Koran The New York Times dan The Guardian ini tidak menyebutkan nama pejabat parlemen China yang dimaksud. Namun, The New York Times pada artikelnya menyebutkan bahwa kemungkinan besar pejabat tersebut adalah kepala bagian propaganda Li Changchun, yang termasuk ke dalam lima orang berpengaruh di China.

Pada memo tersebut, dikatakan bahwa pejabat China itu marah kepada Google setelah dia mencari namanya dan menemukan banyak artikel kritik terhadap dirinya. Akhirnya, pada Desember lalu, dia memerintahkan hacker untuk merusak sistem Google.

Pihak Google mengaku  bahwa infrastruktur mereka diserang oleh serangan yang canggih dan rumit. Beberapa serangan bahkan dialamatkan kepada akun email para aktivis HAM China. Akhirnya, pada Januari 2010, Google memilih untuk hengkang dari China dan meneruskan layanannya di Hong Kong.

Sebelumnya, Google memang seringkali menyatakan keberatannya terhadap sensor ketat yang dilakukan China terhadap isi pencarian di situs ini.

Isu campur tangan pejabat China terhadap hengkangnya Google ini adalah yang pertama kalinya terkuak di publik. Sebelumnya, dikabarkan salah satu alasan penyerangan hacker dan sensor terhadap Google adalah karena adanya persaingan bisnis dengan mesin pencari China, Baidu. Namun hal ini dibantah oleh memo diplomat AS tersebut.

“Operasi terhadap Google tersebut adalah 100 persen atas nama politik dan tidak ada hubungannya dengan menghapuskan Google demi persaingan dengan mesin pencari China,” tulis memo tersebut.

Sejak mulai diunggah ke domain publik pada 28 November 2010 hingga Minggu pagi, 5 Desember 2010, WikiLeaks telah membocorkan 821 dokumen. Pendiri WIkiLeaks, Julian Assange, mengklaim bahwa dia memiliki lebih dari 250.000 bocoran memo diplomatik AS yang siap diedarkan ke publik.

nah, seandainya benar belum sampai satu persen saja dari dokumen yang disebarkan (baru 821 dari 250000 dokumen) tentunya akan sangat luar biasa. bahkan menurut saya mmungkin ada data yang jauh lebih penting mengingat resiko yang teramat besar jika itu diungguh. Kita tunggu saja nanti data-data yang mengejutkan sampai ke kita.

Namun demikian, kita tidak perlu kuatir, mengingat bahwa ada kemungkinan akan muncul-muncul lagi wikileaks baru yang bisa menjadi jembatan bagi tercapainya suatu hubungan internasional yang sehat di kemudian hari.

 

Advertisements
Posted in: berita 4