Berdandan suatu keharusan bagi wanita karir

Posted on December 8, 2010

0


dulu berdandan dianggap polesan. namun kita mesti sadar bahwa berdandan sekarang menjadi sangat penting. Semakin meningkatnya karir seseorang, tuntutan berdandan menjadi dominan. Berdandan bukan hanya agar tampil lebih cantik atau tampan, namun juga tampil lebih rapi dan bersih.

Bijak Sebelum Berdandan

SENIN, 06 DESEMBER 2010 | 06:03 WIB

oriflame.com

TEMPO InteraktifJakarta -Bibir Siti Fatimah, 45 tahun, membengkak setelah memakai lipstik berwarna merah-oranye. “Bukan cuma bengkak, tapi juga gatal dan perih,” kata guru SMP negeri di Jakarta Timur ini. Hari itu Siti pergi ke dokter dan membatalkan rencana menghadiri pernikahan putri sahabatnya. “Kata dokter, saya pakai lipstik yang sudah kedaluwarsa.”

Siti jarang memakai kosmetik. Pekerjaannya tidak mengharuskan dia tampil berkosmetik. Dia memakai kosmetik hanya untuk acara khusus, seperti pernikahan atau selamatan. Tak mengherankan jika kosmetik yang sama dipakai selama lebih dari empat tahun. “Saya tidak tahu bila itu (lipstik) sudah kedaluwarsa.”
Pada kemasan kosmetik memang jarang ditulis tanggal kedaluwarsa produk itu, melainkan hanya tanggal pembuatan. “Bila tanggal kedaluwarsa tak ada, hal itu berarti kosmetik bisa digunakan sekitar 30 bulan sejak tanggal pembuatan,” kata Linda Sitanggang, Direktur Penilaian Obat, Suplemen Makanan, dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), beberapa waktu lalu.
Tanggal kedaluwarsa hanya dicantumkan untuk kosmetik yang memiliki waktu kedaluwarsa di bawah 3 bulan setelah kemasan dibuka. Kosmetik yang hanya menampilkan tanggal pembuatan memiliki waktu kedaluwarsa yang berbeda-beda. “Tergantung kualitas kosmetik dan suhu tempat menyimpan kosmetik itu,” Linda memaparkan. Lalu dia mencontohkan, maskara yang disimpan di kamar mandi lebih cepat kedaluwarsa ketimbang maskara yang disimpan di tempat kering dan bersuhu stabil.
Linda menuturkan, memoles wajah untuk menonjolkan kecantikan memang sudah menjadi naluri setiap perempuan. Hanya, beberapa hal harus diperhatikan, seperti memperhatikan komposisi bahan untuk mengecek ada-tidaknya kandungan berbahaya, cara penggunaannya, dan fungsi dari kosmetik tersebut. Dia menyarankan supaya segera membuang kosmetik bila terjadi perubahan warna dan bau.
Linda menambahkan, bila kurang jeli, bukan hanya bibir yang membengkak karena pemakaian yang salah, tapi juga memicu timbulnya penyakit berbahaya. Merkuri, misalnya, sering terdapat pada produk pemutih kulit yang dapat memicu infeksi serta iritasi kulit dan mata. Pada jangka panjang, bisa timbul gangguan saluran pencernaan dan ginjal. Hidrokuinon merupakan bahan lain yang sering dipakai dalam kosmetik. Bila bahan itu dipakai dalam jangka panjang dan berdosis tinggi, bisa menyebabkan kelainan pada ginjal dan memicu timbulnya kanker. Adapun bahan kosmetik berbahaya lainnya adalah asam retinoat, resorsinol, merah K3, jingga K1, dan rhodamin.
Mulai Januari tahun depan, perempuan yang punya hobi berdandan harus semakin cermat menggunakan kosmetik. Pasalnya, BPOM tak lagi menguji produk kosmetik sebelum beredar di Indonesia. “Kami akan mengikuti Program Harmonisasi ASEAN,” kata Kepala BPOM Kustantinah dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis lalu. Melalui program ini, para pelaku usaha cukup memberikan notifikasi untuk memasarkan produk kosmetiknya.
Di Indonesia, seharusnya program ini sudah dilaksanakan sejak 2008. Namun, karena persiapan yang kurang memadai, program ini baru dilaksanakan 2011. Kelebihannya ada di sektor bisnis. Pelaku usaha Indonesia tak terlalu direpotkan oleh uji pemeriksaan ketika ingin memasarkan produknya di kawasan ASEAN. Mereka hanya perlu memberikan notifikasi kepada BPOM setempat.
Kerugiannya, tingkat perlindungan kepada masyarakat dari kosmetik yang mungkin mengandung bahan berbahaya akan berkurang. Sebab, BPOM hanya menjalankan fungsi pengawasan. Kesadaran masyarakat untuk melindungi dirinya sendiri menjadi sangat besar setelah program ini dijalankan. “Masyarakat diharapkan lebih cermat dan rasional dalam memilih kosmetik,” kata Kustantinah. “Jangan mudah terbujuk oleh iklan serta memperhatikan kegunaan dan cara penggunaan kosmetik sebelum membeli,” ujarnya.
Senada dengan Kustantinah, Dr Shahnaz Nadia Yusharyahta, SpKK, MHA, staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menekankan pentingnya perilaku bijak dalam menggunakan kosmetik. “Tak semua orang percaya diri ketika tidak berdandan. Yang terpenting, jangan lupa membersihkan wajah setiap hari sebelum tidur,” ujarnya. Shahnaz mengatakan sisa riasan di wajah bila tidak dibersihkan bisa menimbulkan penyumbatan pori-pori, munculnya jerawat, dan iritasi.
Meski tak menguji produk kosmetik sebelum diedarkan, BPOM akan meningkatkan fungsi pengawasan produk kosmetik yang beredar. “Bila dalam inspeksi mendadak atau dalam proses pengawasan ditemukan kosmetik yang mengandung barang berbahaya, kami akan menarik (produk itu) dari pasar,” kata Kustantinah.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
Kini setelah sekian tahun tidak bertemu temen-temen lama, aku baru menyadari bahwa mereka kini tampil lebih rapi dan bersih. ah…mulai belajar, pakai baju yang rapi dan ngga awut-awutan. biar nampak bersih dan kita pun lebih percaya diri saat ngobrol temen-temen yang memang kian dituntut untuk lebih rapi dan bersih. maklum, rata-rata temen bekerja di lingkungan kantor. hehehe..

 

Advertisements
Posted in: Tips 1