Kisah Perjalanan Para Pendukung RUUK mendapat dukungan rakyat Jogja

Posted on December 13, 2010

0


Siang hari itu, seperti biasa di rumah aku lagi surfing. hari ituhari itu tidak ada yang istimewa sama sekali, tapi ternyata kemudian menjadi istimewa ketika temanku datang padaku. dia sudah menunggu di rumahku dan bilang ini hari kan ada rapat di DPRD Yogyakarta. kemudian saya baru teringat, temanku yang bekerja di DPRD yang biasanya sering datang ke rumahku, mengatakan tiga atau empat hari akan ke Jakarta. Baru kemudian jelas, setelah temenku yang lain mengajakku ke alun-alun untuk melihat arak-arakan menuju DPRD kota. Memang tidak  perlu waktu lama temenku menungguku. Kami kemudian seperti biasa naik sepeda, namun kali ini aku mesti pompa sepeda dulu ke bengkel mengingat ban kempes sama sekali dan mesti berjalan cukup lama sambil pegang kemudi/stang sepeda balapku menuju ke tempatnya. setelah sepeda normal lagi, hehe..maksudku ban sepedanya udah normal lagi. kayuhan kakiku mulai dan bersama temenku menyusuri jalan-jalan di jogja. “Ufff…siang yang menyenangkan..”jadi inget lagu ebiet, …na..na..perjalanan ini rasanya sangat menyedihkan…” . na..na…hehe..bertolak belakang dengan lagu itu yach..”siang itu perjalanan yang sangat menyenangkan.”sepanjang perjalanan aktivitas masih normal-normal aja di sepanjang jalan. lalu lalang yang didominasi sepeda motor bergantian mengisi jalan. itulah jogja..keragamannya seperti indonesia mini. semuanya  ada di sini, seperti cuplikan lagu rumah kita Ahmad Albar. Rumah…kita…kkkk…aktivitas berubah jadi lebih ramai setelah kami hampir mendekati lokasi alun-alun utara. namun sebelum itu, kamu berbelok dulu, mengistirahatkan sepedaku dan sepeda gunung temanku di masjid yang ada di pasar Beringharjo. Lantas kami berjalan kaki santai menuju Malioboro. sudah penuh di sana, saat berjalan juga sekeliling kamu sudah banyak yang berjalan kaki. saat sampai di taman yang ada di gedung agung..sudah penuh orang di sana. bermacam-macam usia duduk dan bersantai, bercakap..pokoknya jarang saya melihat yang diam..kecuali pagar tembok..pohon-pohonnya saja kulihat daun-daunannya juga bergerak. kulihat juga ekspresi wajahnya menyenangkan dan tidak sedap bercampur saat itu.aku tetap meneruskan jalan kaki melewati lampu merah depan kantor pos, ups..ada yang cantik, sambil kulihat cewek manis itu memegang mikrofon bertuliskan TVRI Jogja. Kutarik temenku..bentar..ajak ngobrol si cantik tuh..temenku sambil nunjuk..itu pak polisi di sana..hehe..aku cuma garuk2..sambil tetap melangkahkan kaki lagi..di tengah jalan, rupanya ada tenda yang dihuni beberapa orang yang berpakaian rapi. ups…dapat gratis nich…hehe..dari tenda flexy rupanya..cukup senang juga walau dapat sebungkus roti empuk dan segelas air mineral. setelah itu, kami lebih ke selatan lagi dan hingga berhenti di sana setelah terlihat arak-arakan mulai akan dimulai. Kulihat berbagai mobil roda empat, ukuran sedang hingga sebesar truk berjejer di sana, berisikan orang-orang yang berpenampilan penuh warna. berbeda-beda dan khas. “sangat menyenangkan dan unik.” bahkan ada yang nampak berjalan dengan kaki tinggi sehingga menambah suasana kian hidup. belum lagi berpakaian dengan ciri khas berbeda-beda, baik dari etnik maupun modern namun tidak lazim dilihat. kulihat berbagai suku bangsa ada di situ. nampak menonjol dari papua dan nusa tenggara timur memperlihatkan ciri khas budayanya sambil berjalan..belum lagi suku lain ada juga di sana. sedangkan yang berpakaian budaya jawa tentunya masuk akal dan jelas ada di situ. kali ini, saat sedang mengamati, sudah sejak tadi orasi sudah dimulai. segala hal mulai memperjelas tujuan mereka. rupanya datang ke DPRD Jogja, demi mengiringi nasib kota jogja di kemudian hari dan benar semua bicara tentang keistimewaan kota jogja. setelah cukup sekian lama berorasi..mulailah arak-arakan itu bergerak ke utara. sudah bisa ditebak tentu ke gedung DPRD. ada beberapa mobil bak terbuka berisi penabuh berpakaian jawa dan orator yang mengawali perjalanan itu. kemudian mulai berjejer banyak di belakangnya. dari suku papua dengan pakaian khas sukunya, demikian pula  yang lain berciri khas NTT, hehe..sambil kutepuk punggung temenku..kubilang..tuh ada beberapa yang cantik2 cewek NTT di sana..yach..sayang jauh lihatnya..temenku cuma..itu sih pasti sudah pilihan, kemudian berikutnya berpakaian dinas coklat-coklat muda juga ada. jelas dari kantor pemerintahan. terkadang ada tontonan menarik. itu ada yang berpakaian hanoman..tapi hehehe..pastilah cewek..soalnya ciri khas tubuhnya wanita…entah usia berapa..kami kemudian setelah setengah arak-arakan itu berjalan, kami mulai berjalan ke utara di trotoar, masih terus berjalan ke utara dan saat menyeberang..arak-arakan itu berhenti, “benar, rupanya karena lupa menutup jalan besar itu, terpaksa arakan itu berhenti..masih banyak kendaraan bersliweran dan sedikit repot pak polisi mengatur lalu lintas, bahkan terkadang dibantu oleh peserta arak-arakan. kulihat lagi, reporter TVRI jogja tadi sudah tidak ada lagi…hehe..tapi justeru ada pemandangan menyenangkan.saat menyeberang dua anak laki-laki smp dengan bercelana pendek biru, ciri khas anak smp menyeberang dengan sepeda onthel yang cukup bagus kulihat. padahal biasanya sepeda onthel lebih disukai bapak-bapak atau yang sudah dewasa. biasanya mereka lebih suka sepeda gunung atau sepeda masa kini. hehehe.. rupanya misi jogja kota bersepeda bahkan sudah dipahami anak-anak smp tadi. ara-arakan melangkah lagi pelan menyeberang perempatan yang dulu di tengahnya masih ada bundaran namun kini sudah tak ada lagi, yang salah satu ciri khas sudah hilang. saat itu kami sudah berada di taman depan Vrederburg. tuh..kulihat reporter cantik dari TVRI Jogja berdiri di atas tempat duduk berjubin karena pinggir jalan sudah dipenuhi orang sehingga tentunya sulit melihat lebih jelas selain mesti berdiri di atas tempat-tempat duduk berjubin di taman. aku sih cuma sebentar berada di dekatnya..hehe..temenku bilang..biar ngga ada pak polisi..tapi kan lagi tugas..udah..lanjutin lagi..hahahaha….kulihat juga ada tuh jathilan bergerak lincah, bahkan ada dari iring-iringan itu bapak-bapak yang tanpa malu-malu wajahnya penuh dengan corengan hitam putih atau warna lain…biarpun nanti bisa-bisa terlihat anaknya yang bisa saja menonton dari pinggir jalan. uniknya yang lain, ada juga wajah-wajah tinggi, sedikit seram dengan rambut bercat warna-warna..ufff…makin warna-warni saja..makin hidup.. ada juga iring-iringan bapak-bapak yang sudah tua..namun salah satunya memakai topeng moyet bergerak tiada henti..kupikir yang pake itu pasti juga udah tua namun masih energik. namun..temanku bilang..hehehe..saat melewati rombongan yang berpakaian adat papua..temenku bilang..itu yang tidak pernah berhenti bergerak…hehe..energi perang..kata temenku..gerakan tubuh mereka tidak pernah berhenti sejak awal kulihat dari alun-alun hingga pertengahan..

kami mulai lagi ke utara lagi dan kulihat sudah sampai pasar beringharjo, solidaritas pedagang pasar juga ikut berpartisipasi dengan tanpa satupun pedagang beraktivitas di hari itu. terus berjalan mengikuti arak-arakan dan sambil menyaksikan berbagai wajah di situ..sayangnya waktu itu saya amati masih ada satu toko yang cukup besar namun tidak ditutup, padahal toko lain sudah menutup. satu lagi juga  toko emas yang terbuka. saat itu kulihat ketika hampir sampai mall kulihat sedikit ramai ada yang berusaha sebagian orang memaksa agar toko tersebut tutup. kulihat toko emas yang satunya  datang  beberapa orang memberitahunya sebelum kerumunan lagi datang meminta agar ditutup. dari sekian itu hanya dua toko itu yang buka.  padahal untuk satu toko itu cabang  yang lain di seberang jalan juga sudah tutup.

kami sampai di gedung DPRD dan masuk hingga ke dalam. temui yuk temen kita yang kerja di gedung itu. sudah cukup padat di situ..bahkan ada tenda besar memanjang sudah terpasang di situ dan sudah banyak orang berkerumun di tenda itu. sedangkan lainnya ada yang berada di sekitar monumen dan  patung jenderal Sudirman di sana.

Kemeriahan panggung diisi rapper gaya mataraman..Rapper bercampur kental budaya lokal. cukup lama orasi dan juga saat itu kami bersama-sama di bawah tenda menyaksikan televisi yang menyiarkan kegiatan anggota dewan saat sidang itu. teriakan-teriakan terus berlangsung ketika salah satu parpol anggotanya berbicara. baru kutahu saat itu, ternyata siaran ini diamati langsung dari berbagai pemancar stasiun TV Jakarta. Ada SCTV, kemudian TVOne, lalu televisi lokal juga ada JogjaTV. MetroTV juga ada. terus apalagi yach…banyak dech..belum lagi kulihat fotografer-fotografer lepasan ikut menyemarakkan peristiwa itu.  kulihat ketika saat hampir selesai dan sudah ditetapkan suara bulat semua parpol GUBERNUR JOGJA melalui PENETAPAN. Ketika itu sudah mulai berkurang simpatisan-simpatisan karena sudah diperoleh suara bulat. bahkan kulihat ada bapak-bapak melewati aku ketika berjalan pulang di depan tenda..sudah sangat renta semua masih sempat datang, dengan berpakaian batik seragam kemudian memakai caping di kepalanya hendak pulang. saat hampir selesai..kulihat di panggung juga masing-masing fraksi berbicara di depan panggung dan aku bersama temen mulai mendekat di sana. berbagai fraksi berbicara lantang mendukung PENETAPAN Gubernur Jogja dan bukan PEMILIHAN. Saat sedang mendengarkan itu..tiba-tiba berpapasan juga dengan reporter SCTV..ufff..cantik..pengen aku godain..ups..jadi inget..semua media ada di situ..ngga berani iseng dech..sambil melihat reporter cantik itu berlalu..sebenarnya masih banyak yang ingin saya ceritakan…namun berhubung masih lelah, jadi cukup sampai di sini dulu. Kesan-kesan yang lain belum sempat dikisahkan. Yang jelas, saat menulis dan mengisahkan kisah ini setelah saya bangun tidur setelah saat pulang. langsung tidur karena sudah sangat lelah dan sangat mengantuk…tapi tetap menyenangkan…

CUKUP sampai di sini dulu yach…