Bicara lagi utang Indonesia – Tutup Tahun, RI Tambah Utang Rp2 Triliun

Posted on December 14, 2010

0


Bicara tentang utang Indonesia memang tidak pernah ada habis-habisnya. kebiasaan berhutang rakyatnya dengan negara juga setali tiga uang. dalam bisnis, berhutang yang tepat dikelola justeru mampu melejitkan bisnisnya, namun bagaimana kalau urusan negara, urusannya kan tidak sesederhana bisnis. tapi kali ini, jika kita pintar mengelola hutang dengan baik, keadaannya mungkin bisa lain. namun yang terjadi, apakah hutang itu mampu pemerintah kelola dengan baik? inilah yang menjadi tantangan yang mesti pemerintah jawab.

Tutup Tahun, RI Tambah Utang Rp2 Triliun
Penerbitan SUN ini yang terakhir kali di 2010 untuk memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2010
SELASA, 14 DESEMBER 2010, 17:53 WIB

Antique, Agus Dwi Darmawan

Rahmat Waluyanto (doc.daylife)

VIVAnews – Menjelang penutupan akhir tahun anggaran 2010, Kementerian Keuangan kembali menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2 triliun.

Penerbitan SUN ini yang terakhir kali di 2010 untuk memenuhi sebagian pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara tahun ini dengan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) 2010 sebesar Rp162,5 triliun.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto menuturkan, hari ini pemerintah melakukan lelang atas empat seri SUN yakni SPN20111215, FR0055, FR0053 dan FR0056. Namun, dari empat yang dilakukan lelang, Kementerian Keuangan hanya memenangkan satu seri SUN yakni FR0056 dengan nominal Rp2 triliun.

SUN FR0056 ini memiliki imbal hasil (yield) tertimbang 8,35 persen, dengan tingkat kupon 8,37 persen. “Besar Rp2 triliun itu berupa nominal kompetitif yang dimenangkan sebesar Rp1,99 triliun dan nonkompetitif sebesar Rp7 miliar,” ujar Rahmat seperti ditulis dalam siaran pers penerbitan surat utang, Selasa 14 Desember 2010.

SUN berseri FR0056 ini rencananya akan jatuh tempo pada 15 September 2026 dengan tanggal penerbitan 16 Desember 2010.

Menurut Rahmat, penetapan itu dilakukan telah sesuai dengan UU nomor 24 tahun 2002 tentang Surat Utang Negara.

Adapun SPBN20111215 jumlah penawaran yang masuk hari ini besarnya mencapai Rp350 miliar dengan yield tertinggi yang masuk adalah 6,5 persen dan terendah sebesar 5,5 persen.

Untuk FR0055 besarnya penawaran yang masuk mencapai Rp1,03 triliun dengan yieldtertinggi 7,78 persen dan yield terendah 6,9 persen. Seri SUN FR0053 jumlah penawaran yang masuk adalah Rp645 miliar dengan yield tertinggi adalah 7,8 persen dan terendah 7,5 persen. (hs)

pelajaran pahit dari satu pemerintahan ke pemerintahan lain telah membuktikan. hutang tersebut ditafsirkan para ahli, tidak mampu dikelola dengan baik. meski kita tahu bahwa meminjam hutang mesti juga perlu hati-hati, karena konsekuensinya, justeruakan memberatkan pemerintahan berikutnya dan ujung-uungnya rakyat juga akan menerima getahnya juga. sebuah harga mahal jika hutang itu tidak dikelola dengan baik. slogan bijak berhutang, bijak  memakainya sudah saatnya bukan cuma lip service belaka.

 

Posted in: berita 4