di tingkat Asia, lahirlah 5 CEO terbaik

Posted on December 14, 2010

0


di tengah-tengah krisis sungguh menakjubkan andaikata kita mendengar beberapa perusahan mampu bertahan dan bahkan meraup laba besar. semua itu tidak lepas dari peran besar pengambil kebijakan di belakangnya, lebih tepatnya, tangan dingin para CEO yang memimpin perusahaan-perusahaan itu.

VIVAnews – Banyak CEO yang terlihat hebat dan mengesankan saat ini. Namun CEO yang mampu bangkit dari keterpurukan dan bencana krisis 2009 mampu membuat pertumbuhan ekonomi dunia bergerak.

Majalah Fortune menyusun peringkat CEO tahun ini, dengan kriteria mereka yang terus bangkit dari keterpurukan ekonomi. Pemimpin perusahaan yang tidak hanya bisa merangkak dari puing-puing resesi, namun yang mampu berlari dari resesi. Hal ini dapat terlihat bagaimana mereka menemukan pasar baru, meremajakan bisnis tua, dan mengalahkan pesaingnya di tahun ini.

Contohnya Ellen Kullman mengubah DuPont menjadi saham yang fenomenal, Mark Zuckenberg’s mampu menambah 150  juta pengguna Facebook dalam 12 bulan. Steve Jobs melahirkan kelas baru dunia komputer dan membuat Apple menjadi perusahaan teknologi paling besar.

Namun, dari 50 CEO terkemuka di dunia pada 2010, beberapa CEO di antaranya berasal dari Asia. Lantas, siapa saja mereka?

Robin Li, CEO Baidu

Robin Li, pendiri Baidu

Ia menempati urutan ke 6 dalam “Businessperson of the Year” versi Majalah Fortune. Kerugian Google merupakan keuntungan bagi Baidu, khususnya ketika kehilangan 420 juta pengguna web dari China. Pada bulan Maret, Google berhenti menyensor hasil pencariannya untuk Cina dan mengalihkan pencari situs China ke situs Hongkong. Hal itu lalu diambil alih Robin Li dengan situsnya Baidu. Kini Baidu telah memimpin pasar di China, dan menjadi raksasa. Pada akhir 2009, pangsa pasarnya melonjak dari 58 persen menjadi 73 persen sekarang. Dengan permintaan pencarian 8,5 miliar setiap bulan, Baidu siap mengambil posisi Yahoo sebagai situs pencari terbesar dua dunia.

Wang Chuanfu, CEO BYD

Wang Chuanfu, CEO BYD
Ia menempati urutan ke 21. BYD dibangun untuk menciptakan baterei (biasanya baterei diimpor dari Jepang, Wang lalu membangunnya di China). Namun ke depannya BYD juga menciptakan mobil listrik. Tahun lalu BYD mulai menjual mobil listrik pertamanya. Tahun ini ia mengumumkan rencana untuk mendirikan kantor pusat di Amerika Utara tepatnya di Los Angeles, karena pada 2011 bekerjasama dengan Daimler. Investor legendaris Warren Buffet menanamkan sehamnya US$230 juta dan kini bernilai US$1,2 miliar.

Ratan Tata, Chairman Tata Group
Ratan Tata, Chairman Tata Group
Tata adalah konglomerat yang berinvestasi di bidang energi, baja, hotel, dan kimia. Ia mengontrol lebih dari dua lusin perusahaan. Namun untuk unit mobil, Tata belakangan ini menciptakan gebrakan. Mobil khusus untuk kelas menengah, dengan model lebih besar, tidak panas dengan kecepatan 64 mil per jam, itu dijual dengan harga dasar US$2.500 tengah disiapkan untuk dipasarkan di Amerika Serikat. Saham Tata Motors melesat hingga 60 persen tahun ini. Ia berada di peringkat 25 “Businessperson of the Year”

Geesung Choi, CEO Samsung Electronics

Geesung Choi, CEO Samsung Electronics

CEO baru ini mempunyai ambisi untuk meningkatkan pendapatan dari US$116 miliar menjadi US$400 miliar pada 2020. Untuk mewujudkannya, Choi akan terus membidik penjualan termasuk layar datar, memory chips dan ponsel. Ambisi itu mulai terwujud perlahan, dimana kini Samsung telah berhasil meningkatkan pangsa pasar ponsel dan mengalahkan pemimpin industri, Nokia.

Li Li, Chairman Shenzen Hepalink Pharmaceutical

Li Li, Chairman Shenzen Hepalink Pharmaceutical Li dan istrinya menjadi pasangan terkaya di China setelah melepas perusahaan obatnya kepada publik. Penjamin emisi Goldman Sachs pada awalnya akan mendapatkan US$5 miliar namun hanya mendapatkan US$1 miliar. Sahamnya mengalami penurunan 17 persen pada Mei, namun perusahaan itu tetap menjadi pemain kuat dalam produk natrium heparin, yang digunakan untuk mengobati penyakit jantung dan pembuluh darah otak.

Sebagai catatan penting, bahwa Indonesia yang termasuk kawasan Asia, tentunya lebih masuk akal melihat lebih jauh perusahaan-perusahaan mana Asia mana yang lebih mampu bersaing, tentunya lebih masuk  akal melihat CEO-CEO yang sukses untuk satu kawasan, yaitu Asia.

 

Posted in: berita 4