Irfan Bachdim diumpat dan kena sumpah serapah penghuni sarkem

Posted on December 16, 2010

0


hua..ha..ha..ini baru asyik. Kupikir semua cewek kepincut akan talenta Irfan Bachdim yang ditandai dengan agresifitas fans-fans cewek menarik perhatian Irfan bahkan kalangan artis tidak luput tergoda. namun kali ini tidak berlaku bagi para penghuni Sarkem yang berlokasi Jogja. kalau ngga percaya, ini umpatannya.

Bachdim Bikin Pengunjung Sarkem Sepi
Jumat, 17 Desember 2010 | 00:48 WIB
TRIBUNJOGJA.COM/Ade Rizal
Suasana lokalisasi Pasar Kembang Yogyakarta, saat Timnas Indonesia berlaga melawan Philipina, Kamis (16/12/2010).

YOGYA, KOMPAS.com – Tiya (35) hanya duduk diam di bangku kayu setinggi lutut orang dewasa. Perempuan berambut panjang berkulit putih ini berkali-kali menengok kanan-kiri. Di tengah lorong-lorong Lokalisasi Pasar Kembang (Sarkem), Yogyakarta, yang sepi dan remang itu, Tiya menunggu datangnya pelanggan pertama untuk malam ini, Kamis (16/12/2010).

Perempuan asal Pekalongan ini beberapa kali memperbaiki rok tingginya yang memperlihatkan paha putih mulusnya. Sesekali ia juga memperbaiki duduknya yang mulai membungkuk. Ia menegakkan badan, membusungkan dadanya. Padahal malam itu ia hanya mengenakan gaun hitam backless dengan belahan dada sangat rendah.

“Huff, bola bikin malam ini sepi,” keluh Tiya. Kamis (16/12/2010) sampai 20.00 WIB ia mengaku belum ngamar sama sekali. “Mau gimana lagi, cowok-cowok lebih senang nonton bola daripada ‘main bola’,” selorohnya sambil tersenyum nakal.

Hal yang sama juga dirasakan Farida (28), seorang pekerja seks asal Semarang. Malam ini, ia mangkal di tempat yang lebih menjorok ke dalam daripada Tiya. Rupanya di sana tempat mangkal perempuan yang lebih muda dan seksi.

Perempuan yang dulunya mangkal di Solo ini juga mengeluhkan hal yang sama. “Merapi bikin sini sepi. Sekarang tambah bola lagi!” keluhnya. Ia mengaku biasanya sudah bisa mendapatkan dua pelanggan sampai pukul 20.00 WIB, namun kali ini belum sama sekali.

Farida pun berusaha keras segera dapat tamu. Ia cukup agresif menggoda pria yang lewat. Ketika ada pria berpakaian rapi lewat, Farida menarik tangan pria itu, menempelkannya ke dadanya sambil membisikkan sesuatu. Namun, pria tersebut memilih pergi.

Ternyata pria dengan jaket hitam rapi itu menuju ke pos ronda yang terletak tidak jauh dari tempat farida mangkal. Di sana ia menonton sepak bola bersama warga lain.

“Huh, Irfan bikin sepi aja!”katanya menyebut seorang pemain timnas naturalisasi yang sedang tenar karena ketampanannya.

Berbeda halnya dengan Elissa (28), pekerja seks asal Kudus. Ia terlihat bersemangat menonton pertandingan lewat televisi di warung milik warga.

“Saya dari dulu memang suka nonton bola. Apalagi main bolanya cowok,” candanya sambil membetulkan tali bra hitamnya.

Elissa yang malam itu mengenakan tank-top abu-abu mengaku juga belum mendapatkan pelanggan sama sekali. “Nanti setelah bola selesai juga pasti dapat,” ujarnya optimistis.

Elissa tiba-tiba berteriak keras saat Irfan Bachdim nyaris mencetak gol di menit-menit akhir babak pertama. Ia terlihat gemas melihat siaran ulang adegan tersebut. “Sepakbola asik sih,” katanya sambil tersenyum. (Tribunjogja.com)

hua..ha..ha..kalau David Bechkam aja main ke Sarkem, main ke sana gimana yach?? Sayangnya, belum sempet ke Jogja.  nah, gimana juga dengan Irfan Bachdim misalnya pengen main ke Jogja secara ngga sengaja masuk ke gang sana..

hua..ha..ha…apa mereka masih inget dan ngumpat juga..ufff…gara-gara kamu aku jadi sepi daganganku nich????


Posted in: sepak bola 1