Analisa skema pemain naturalisasi Indonesia vs filipina

Posted on December 17, 2010

0


inilah yang jadi tanda tanya bagi kita kenapa begitu seketika berubah draktis prestasi sepakbola kita. adalah yang mungkin sangat sulit dimengerti kenapa filipina yang jarang berprestasi bisa berkembang pesat. demikian pula Indonesia dengan perubahan draktis prestasinya. sebagian sudah mengaitkan dengan hadirnya para pemain naturalisasi. Hal ini masuk akal karena kebanyakan para pemain naturalisasi ini sudah mengenyam iklim sepakbola Eropa dan Amerika Latin yang memang sangat menonjol.

Perbandingan terbalik susunan pemain naturalisasi Indonesia dengan Filipina sangat menyolok. Indonesia dua, sedangkan filipina 9. dengan 2 jumlah pemain naturalisasi saja kita mampu berprestasi pesat apalagi dengan jumlah 9. Selain itu,  Indonesia sendiri sebenarnya sudah cukup diakui di Asia Tenggara.

Kita ingat dulu saat Singapura menjuarai liga apa. saya lupa. itulah awal naturalisasi dimulai. bersama juga dengan Malaysia yang juga menerapkannya  sehingga bisa berkembang pesat juga. saat itu, Indonesia sama sekali masih murni memanfaatkan pemain lokal.

Saya berandai-andai apa ada yang salah dengan pemain lokal. tapi menurut saya, semua berkaitan dengan budaya kita. kita ingat Inggris. untuk semua Lini Inggris bagus. namun satu yang lemah yaitu keeper.  sedangkan Indonesia justeru sebaliknya. untuk pemain depan kita lemah, sedangkan pemain  tengah dan belakang sudah bagus. dan itu memang sudah bertahun-tahun berlangsung. hingga akhirnya diterapkannya naturalisasi pemain depan, kesimpulan saya mulai sedikit asal dikait-kaitkan sehingga kita baru bisa berprestasi.

saat bermain kebanyakan penonton dan pemain memang menyukai pemain depan. namun kita perlu ketahui karena karakter kita sebagai bangsa yang kuat bertahan (survive meski di tengah-tengah kemiskinan), tentunya pemain belakang   sangat berkarakter kuat sangat masuk akal. Saya ingat benar pernah membaca suatu artikel apa..di situ…mereka orang luar negeri itu tidak habis pikir bagaimana dengan budget anggaran bulanan biaya hidup seperti itu, orang Indonesia masih bisa atau mampu bertahan. bagi mereka, itu tidak masuk akal.

Sebenarnya analisis ini dengan mudah dimentahkan. coba ingat Brazil, semua lini bagus. bukan hanya pertahanan. lantas bagaimana kaitannya dengan budaya atau karakter bangsa mereka. Toh hidup mereka juga sama-sama miskin seperti negeri kita. untuk yang satu ini, saya belum bisa menjawab. mungkin anda bisa lebih jelas.

terus terang, analisis saya di atas termasuk ngawur juga. jadi jangan dijadikan acuan. soalnya asal bicara tanpa landasan.

nah, mungkin juga karakter sepakbola menunjukkan karakter bangsa. coba lihat baik-baik bahwa untuk pertahanan kita cukup kokoh. saya ingat saat suatu hari membaca sebuah artikel, bagaimana orang luar negeri tidak percaya dengan budget pendapatan yang minim, orang-orang Indonesia mampu bertahan. sehingga bisa jadi, dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sebagian besar kekurangan secara ekonomi. sifat bertahan hidupnya sangat kuat. hal ini menunjukkan bahwa pertahanan kalangan bawah kita itu menyebabkan banyak pemain belakang kuat karakternya, hal  yang sesuai dengan  karakter bangsa Indonesia menyukai pertahanan atau bertahan.

karena itu, saya sedikit berasumsi kenapa untuk pemain depan kurang tajam. semua itu tak lain identik dengan karakter bangsa kita yang lebih menyukai bertahan daripada menyerang. moto yang sering terucap dari bibir rakyat Indonesia adalah mengalah untuk menang benar-benar meresap dlam permainan bola. hal ini menjadi dasar kuat bagi pemain bertahan.

Maaf..analisis saya ditunda dulu yach..soalnya saya lupa mau paparkan narasi apa. soalnya dari awal analisis saya sudah salah dari awal. jadi kalah salah analisisnya..ya…memang salah..mau gimana lagi??