Tiga lagi anak Indonesia sukses di negeri orang

Posted on December 18, 2010

0


kiisah orang Indonesia yang sukses meraih  mimpi di negeri orang  menambah deretan panjang kisa-kisah kesuksesan anak negeri. nah, tak perlu kita ragukan lagi bahwa saat ada istilah mental tempe. nah, maksudnya gimana bangsa kita bangsa tempe..bangsa yang kurang produktif gitu. lho..kan malah sekarang tempe malah pengen dipatenkan sama orang luar negeri. teliti punya teliti tempe bergizi bro..banyak protein dan jelas non kolesterol. terus orang-orang Indonesia yang dulunya makan tempe dan sukses di luar negeri, terwakili dari 3  kisah-kisah  sukses meraih mimpi di negeri orang, bahkan mungkin saat ini masih menikmati tempe yang tersaji di sana. masihkah dibilang kita  bangsa tempe…hehe..

Gemilang di Negeri Sakura

Koran SI
Senin, 29 November 2010 – 15:28 wib

SIAPA menanam ilmu, kelak akan menuai prestasi di kemudian hari. Falsafah itulah yang kerap terjadi pada mereka yang selalu mementingkan dunia pendidikan dan tak lelah mengejar ilmu.

Kent Sutanto salah satunya. Pria kelahiran Surabaya, 1951 silam, ini dikenal sebagai sosok yang banyak menghabiskan waktu untuk pendidikan. Terbukti, dia meraih empat gelar doktor dari empat universitas yang berbeda. Kini ilmu yang dimilikinya dimanfaatkan Pemerintah Jepang. Kent memang langka. Dia mampu menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Empat gelar doktornya di peroleh pada bidang applied electronic engineeringdi Tokyo Institute of Technology, medical science dari Tohoku University, pharmacy sciencedi Science University of Tokyo, terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di Waseda University.

Karena beragamnya ilmu yang dimiliki, tidak heran jika penelitian yang dia lakukan juga beragam dan mencakup banyak bidang ilmu pengetahuan. Dia telah mempunyai 31 paten internasional yang tercatat resmi di Pemerintah Jepang. Latar belakang pendidikan hingga menengah atas dihabiskan di Surabaya. Saat kecil dia mengenyam pendidikan di SD swasta di Kapasari, SMP Baliwerti, dan SMA Budi Luhur. Kent kemudian belajar di Jepang, salah satu alasannya karena tingginya sentimen antiwarga keturunan Tionghoa pada masa Orde Baru. Karena sentimen itu, Kent hanya tamat kelas 1 SMA. Setelah itu dia menekuni toko elektronik orang tuanya di Surabaya.

Tanpa disangka ketekunannya merakit peralatan elektronik membuat salah seorang pembelinya yang berkebangsaan Jepang menawarinya sekolah di Negeri Sakura. Tentu saja Kent tak menyiasiakan peluang tersebut. Pada 1974, saat usinya 23 tahun, Kent akhirnya hijrah ke Jepang. Di Negeri Matahari Terbit itulah jejak sukses Kent terus terlihat meski pada awalnya dia menemui banyak kesulitan. Maklum, keberangkatan Kent ke Jepang hanya bermodalkan nekat. Awalnya Kent tidak bisa langsung kuliah. Dia harus belajar bahasa Jepang terlebih dahulu. Baru pada tahun ketiga di sana dia berhasil kuliah di Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT) dengan mengambil jurusan teknik elektronik. Kemudian melanjutkan master dan doktor. Habis mengambil dua gelar doktor, Kent sempat pulang ke Surabaya.

Setelah itu, dia terus mengejar impian-impiannya yang lain. Sampai akhirnya meraih sejumlah gelar lain. Prestasi akademiknya diakui di Jepang dan Amerika Serikat (AS) dengan menjadi profesor pada usia 37 tahun. Pada 1988–1993, Kent yang juga Direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) ini menjadi associate professordi Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, AS. Prestasi akademiknya juga diakui University of Yokohama (TUY) dengan mencatatnya sebagai di Biomedical Engineering Program University of Yokohama (TUY). Kini Kent mengajar dan tercatat sebagai profesor di kampus almamaternya Universitas Waseda, Jepang.

Dia juga menjabat posisi struktural. Universitas ini merupakan perguruan tinggi swasta terbesar di Jepang. Reputasinya setara dengan universitas negeri seperti Tokyo University, Kyoto University, atau Nagoya University. Selain mengajar di almamaternya, Kent juga menjadi dosen tamu di Universitas Venesia, Italia. Karena kecemerlangannya, pria asal Surabaya yang sudah 35 tahun tinggal di Jepang itu mendapat kepercayaan Pemerintah Jepang menduduki jabatan di Ministry of International Trade and Industry MITI, semacam Departemen Perdagangan dan Perindustrian Jepang.

Di sana Kent menjabat sebagai komite pengawas (supervisor committee). Dia turut membidani konsep masa depan Jepang dengan menjadi Japanese Government 21st Century Vision. Dengan kedudukannya di MITI dia juga bertugas mengawasi kebijakan makro.

Jadi sekarang semestinya kita mulai membangun iklim-iklim sejuk bagi perkembangan SDM Indonesia.  kalau mau jujur, kata profesional itu mirip dengan beriman kalau ditafsirkan lebih jauh. orang yang profesional, bukan cuma bisa selesaikan kerjaan, namun juga mesti juga bisa dipercaya. kata kuncinya bukan sebatas pintar saja namun  obyektif dan jujur. satu paket orang beriman.

Anak Jakarta Mendobrak Paman Sam

Koran SI
Senin, 29 November 2010 – 16:11 wib

Saat bersekolah di SMA Kanisius sekira 30 tahun lalu, dia selalu membawa tas echolac berwarna hitam yang bentuknya sangat kaku. Tubuhnya kurus, berkaki panjang, dan berkacamata tebal.

Kendati begitu, dia sangat bersemangat. Kalau bicara, nadanya selalu berenergi dan dia sangat pintar. Dia selalu menolong teman-temannya. Rumahnya terletak di daerah Jakarta Kota. Jika ada praktikum elektronika yang rumit, dia selalu lebih cepat selesai. Keahliannya di bidang elektronika didukung rumahnya yang tidak jauh dari pusat pertokoan Harco di Glodok sehingga dia lebih cepat mendapatkan komponen elektronika. Sosok kurus yang berkacamata tebal itu adalah Sehat Sutardja, yang 10 tahun lalu menggemparkan Amerika Serikat (AS) sebagai anak muda paling kaya, di bawah usia 40 tahun. Nama Sehat Sutardja mungkin terdengar asing di telinga sebagian besar orang Indonesia. Tetapi, tidak di kancah global.

Apalagi, pada 2007 majalah Forbes memasukkan Sehat sebagai salah satu orang terkaya di Negeri Paman Sam. Sehat adalah pendiri Marvell Technology Group, salah satu perusahaan semikonduktor terbesar di dunia. Sehat mendirikan perusahaan ini bersama saudaranya, Pantas Sutardja. Kisah dua bersaudara kelahiran Jakarta yang sukses mendirikan perusahaan di AS itu menjadi inspirasi masyarakat di dalam negeri. Di perusahaan yang didirikan sejak 1995 itu, Sehat menjadi CEO dengan jumlah karyawan mencapai 5.000 orang. Pria kelahiran Jakarta, 9 Juli 1961 silam, ini memang luar biasa. Kecemerlangannya mencapai sukses di Negeri Paman Sam layak mendapatkan decak kagum.

Sehat yang memiliki nama lahir Tjioe Siu Wen yang semasa kecilnya tinggal di Jalan Kebon Jeruk XIV No 1, Jakarta Barat, meraih penghargaan atas 150 paten dan salah seorang fellow The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE). Sehat dikenal sebagai seorang yang meraih penghargaan sebagai Inventor of the Year oleh the Silicon Valley Intellectual Property Law Association. Sehat mampu membuktikan, menjadi kaya tidaklah mesti dimulai menjadi pengusaha. Namun, kesuksesan di bidang akademik juga amat mendukung. Sehat tercatat sebagai alumnus Iowa State University untuk S-1 dan University of California, Berkeley, untuk gelar master dan doktoralnya di bidang teknik elektro dan ilmu komputer.

Setelah meraih gelar sarjana dari University of California, Sehat menikahi Weili Dai dan kini dikaruniai dua putra, Christopher dan Nicholas, yang dua-duanya juga kuliah di perguruan tinggi yang sama seperti orang tuanya. Namun, jangan salah. Riwayat pendidikan Sehat di bidang teknik elektro justru dimulai di Jakarta. Sewaktu usia 14 tahun dia lulus dari lembaga Kursus Radio Gembira di Jalan Gajah Mada 213, Jakarta Kota, tahun 1975 silam, untuk ijazah reparasi radio transistor. Kini Sehat telah menjelma sebagai salah seorang konglomerat di AS. Beragam predikat diraih Marvell sebagai perusahaan maupun Sehat secara pribadi.

Di antaranya, Sehat terpilih sebagai orang terkaya peringkat 374 dalam daftar 400 orang terkaya di AS versi majalah Forbes. Forbes juga menobatkan Sehat sebagai orang terkaya ke-891 di dunia pada 2007. Sementara, Marvell Technology terpilih sebagai salah satu dari 400 perusahaan terbesar di dunia tahun 2006 dan 2009. Tahun 2010 Sehat tercatat memiliki pendapatan sebesar USD1.642.000 atau sekira Rp16,4 miliar per tahun, dengan rincian gaji sebesar USD657.000 dan bonus USD985.000 per tahun. Nama Sehat juga tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih USD1 miliar atau sekira Rp10 triliun. Dia masuk dalam kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya pada 2007.

Perjuangan Sehat bersama tiga orang teman menembus industri semikonduktor di AS bisa menjadi inspirasi. Dia sebelumnya bukan siapa-siapa yang kemudian menjadi orang besar. Hanya dalam waktu 10 tahun, setelah didirikan tahun 1995, Marvell berkibar sebagai perusahaan yang paling dipercaya publik. Beragam media skala internasional, mulai Forbes hingga Bloomberg, pun menuliskan kisah sukses Sehat dalam merintis kesuksesannya. Selain sebagai Presiden Direktur Marvell, Sehat menjabat Presiden dan CEO pada Marvell Semiconductor Inc sejak 1989–1995, Manajer dan the Principal Project Engineer at 8×8 Inc, dan Dewan Penasihat pada of ICCP Venture Partners Inc yang berkantor di Silicon Valley.

Bahkan, pada Maret 2009 University of California menobatkan Sehat bersama istrinya dan kakaknya sebagai orang yang mendonasikan sebesar USD20 juta untuk pendirian laboratorium pembuatan nano di universitas tersebut. Padahal, ketika usianya masih 12 tahun, Sehat menganggap keahliannya dalam melakukan bongkar pasang gelombang radio pendek dan regulator voltase hanyalah main-main. Apalagi bagi orang tua Sehat, elektronik saat itu belum menjanjikan sebagai salah satu bidang karier yang menghasilkan. Namun, Sehat kecil sudah memiliki impian untuk mendesain dan membuat peralatan elektroniknya sendiri meski orang tuanya berpikir bahwa elektronik tidak akan banyak memberikan peluang ekonomi bagi Sehat, kecuali hanya sebagai tukang reparasi televisi.

“Mereka menginginkan saya menjadi seorang dokter,” ujar Sehat sebagaimana dilansir Bloomberg. Segala macam kesuksesan yang diraih Sehat bukan tanpa perju angan. Selain karena otaknya yang encer, Sehat membangun bisnisnya benar-benar dari bawah dan jatuh bangun. Sehat adalah cerita sukses perjuangan seorang imigran dari Indonesia dengan mengandalkan ilmu pengetahuan. Dia hijrah ke AS saat berusia 19 tahun. Dia pun memilih tinggal dan menjadi warga AS. Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, Sehat mendirikan Marvell Technology Group, perusahaan yang terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq New York Stock Exchange.

Bukan cuma itu, Marvell tercatat sebagai one of the best managed company in America dan menjadi kampiun di semi-conductor company top ten list. Usai menamatkan sekolah di SMA Kolese Kanisius, Jakarta, Sehat yang bermodalkan semangat, melamar di University of California, Berkeley, AS. Diterima di universitas bergengsi tak berarti jalan hidup Sehat lurus-lurus aja. Pada 1995, Sehat berpikir bahwa bila ingin sukses dia harus memiliki perusahaan sendiri. Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, dan istrinya, Weili Dai, mereka mengumpulkan uang lalu mendirikan perusahaan TI, Marvell Group.

Tahun-tahun awal dilalui dengan berat. Mereka bekerja tak kenal waktu siang dan malam demi kesempurnaan produknya.

 

Anak Negeri di Lumbung Uang

Koran SI
Senin, 29 November 2010 – 15:40 wib

KISAH sukses anak negeri di luar negeri merambah semua sektor industri, tidak terkecuali dunia perbankan. Salah satu kiprah anak negeri yang meraih sukses di dunia perbankan dilakoni Ari Purnomo.

Ya, Ari merupakan seorang penjelajah dunia perbankan di Timur Tengah. Saat ini dia menjabat sebagai Asisten General Manager pada Samba Financial Group (sebelumnya dikenal sebagai Saudi American Bank), Arab Saudi. Jabatan ini dipegang Ari sejak Mei 2008 hingga sekarang. Samba Financial Group merupakan bank terbesar ketiga di Timur Tengah. Seperti dikutip dari situs resminya, Samba mengklaim sebagai bank pertama yang menawarkan priority banking (gold dan diamond) di Timur Tengah. Bank ini adalah pionir dalam layanan phone banking, credit shield, tabungan asuransi linked, setoran tunai melalui ATM.

Samba mengklaim sebagai bank pertama yang mendirikan Departemen Investasi dan memperkenalkan reksa dana saham lokal yang terbuka bagi investor luar negeri dan terdaftar di Bursa Efek London. Tanggung jawab Ari di bank ini adalah menangani produk premium dan inisiatif strategis di departemen bisnis kartu kredit. Portofolio bisnis kartu kredit bank ini tak sedikit, yakni mencapai USD500 juta. Prestasi Ari cukup membanggakan, dalam kurun waktu 1,5 tahun dia telah meluncurkan produk kartu kredit khusus untuk para pebisnis atau entrepreneur segmen papan atas.

Samba memiliki sejumlah kartu kredit untuk segmen tertentu, seperti Samba Mobily Credit Card, Al-Fursan Credit Cards, Samba Al-Khair Ladies Credit Card, dan Samba Al-Khair Business Card. Sebelum berkarier di Samba, pria kelahiran Jakarta, 12 Oktober 1973, ini menjabat sebagai Regional Head of Portfolio Management, Lending pada Standard Chartered Bank, Northern Gulf & Levant Desember (2006– 2008). Di Samba, Ari bertanggung jawab untuk produk-produk pinjaman yang membawahi empat negara, yaitu Bahrain, Qatar, Yordania, dan Lebanon. Alumnus Universitas Diponegoro, Semarang, tahun 1997 ini juga pernah menjabat sebagai Head of Marketing, Retail Banking Group pada Mashreqbank, Qatar (November 2005- Desember 2006).

Namun, kesuksesan Ari dalam menjelajah karier di dunia perbankan di Timur Tengah tersebut tidak dicapai dengan mudah. Peraih gelar dua master bidang MBA dari Swinburne University of Technology dan Master of Engineering dari RMIT University Australia ini sebelumnya sudah melanglang buana di dunia perbankan di dalam negeri. Di antaranya sebagai Business Head, Personal Loan Standard Chartered Bank, Indonesia (2003–2005) dan Acquisition Manager Cards Product Management Citibank, Indonesia (2000–2003). Dia memulai kariernya sebagai Officer Development Program di Bank Mandiri (Maret–September 2000). Tantangan di Samba Financial Group tentunya lebih besar dari sejumlah bank di mana Ari bekerja.

Pendapatan per tahun Samba mencapai USD1,3 miliar. Angka ini jauh di atas pendapatan Mashreq Bank yang hanya USD50 juta per tahun. Dengan demikian, tantangan kerja Ari lebih kompleks di Samba Financial ketimbang di Mashreq Bank. Ari memiliki pengalaman mumpuni di bidang perbankan untuk konsumer selama lebih dari 10 tahun, baik di bidang retail atau manajemen kredit, termasuk kartu kredit, kredit perorangan, hingga bisnis UKM. Spesialisasinya adalah di bidang manajemen portofolio dan produk, marketing, manajemen penjualan, hingga operasi dan manajemen kredit dan risiko. Selain Ari yang memiliki kisah sukses melanglang buana di dunia perbankan di Timur Tengah, ada beberapa kisah lain yang serupa. Salah satunya dilakoni Hendra Lembong.

Berbeda dengan Ari yang banyak menjelajahi dunia perbankan di negeri-negeri gurun pasir, Hendra berkarier di Singapura, Hong Kong, dan Inggris. Hendra pertama kali menekuni karier dalam dunia perbankan luar negeri pada 1998, kala dia masih berusia 26 tahun. Negeri pertama yang didiami adalah Singapura dengan menjabat sebagai Manajer Produk Regional Citibank Asia-Pasifik yang berkantor di Negeri Singa tersebut. Kariernya terus meningkat saat diangkat menjadi Regional Head of Channel/ Trade Finance and SME Citibank Asia-Pasifik yang berkedudukan di Hong Kong pada 2001.

Kemudian pada Januari 2007, Hendra diangkat menjadi Head of Strategy and Planning–Global Transaction Services EMEA yang berkantor di London, Inggris. Di sini Hendra menangani pasar Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Tetapi, jabatan ini dijalani Hendra hanya sampai Juli 2009. Dia memutuskan menerima tawaran Deutsche Bank London untuk menempati jabatan Head of Business Development & COO Trade Finance & Corporate Cash Management. Kiprah Hendra dan Ari menjadi satu lagi bukti kisah sukses orang Indonesia di luar negeri.

Kendati tidak mudah menembus persaingan global, khususnya di dunia perbankan, tetapi eksistensi mereka menjadi bukti bahwa anak bangsa mampu bersaing.

 

Jadi sekarang ngga usah malu-malu untuk makan tempe. ngga usah malu dibilang bangsa tempe..karena memang tempe itu bergizi tinggi dan mengandung protein tinggi.

Posted in: apa ya