Babak II (kedua) untuk leg kedua, Provokasi salah seorang pemain filipina menuai hasil, akhirnya, kartu kuning untuk Ahmad Bustomi

Posted on December 19, 2010

0


Pada leg pertama,  upaya provokasi salah seorang pemain belum membuahkan, ketenangan Gonzales bisa meredam emosi sehingga ritme permainan Indonesia stabil. namun pada laga kedua ini,  Pemain Filipina yang sama saat melakukan provokasi pada Gonzales kembali mengupayakan upaya terakhirnya mengganggu konsentrasi pemain Indonesia,  provokasinya yang sangat  berlebihan, menyulut emosi Bustomi sehingga tidak terelakkan kartu kuning dikeluarkan. Saat emosi masih bergejolak para pemain masih saling beradu fisik meski Bustomi sudah dikenakan kartu kuning, namun tetap tidak mereda.  namun dengan kejeliannya Firman Utina,  sebagai kapten dan sekaligus pemain senior, coba menangkis provokasi dengan berargumen sehingga provokasi pemain Filipina tersebut  sedikit mereda dan permainanpun berjalan kembali.

permainan babak kedua, ritme pertandingan tidak berubah saling menyerang bergantian. namun penguasaan bola lebih banyak dimenangkan Indonesia. Meski demikian ancaman serangan nyaris membawa gol dari kedua belah pihak.

Kepemimpinan wasit yang cukup tegas dari Bahrain dinilai cukup mampu mengendalikan permainan. kartu-kartu kuning setidaknya bisa terpaksa diberikan saat permainan mulai keras.

Pergerakan Otto Octaviani cukup luar biasa cepat, meski dengan tinggi 162 cm, namun mampu mengimbangi permainan filipina yang postur butuhnya rata-rata tingginya. perannya sebagai pemain perusak cukup banyak mengganggu konsentrasi pemain filipina.

Permainan Ridwan tidak kalah mumpuni. Ridwan cukup mampu berperan baik. pergerakan naik dan turun lapangan yang cepat cukup bisa diandalkan. sementara Yongki sebagai pemain depan tergolong pemain gesit sehingga berulang sering terkena pelanggaran pemain Filipina dan terbukti permainan filipina yang cukup keras padanya cukup bisa mengurangi kecepatan geraknya.

Nasuha, meski cedera masih pergerakannya masih cepat, demikian pulaZulkifli sebagai bek sayap kian menambah daya gedor serangan.

Sebagai pemain tengah, kerja sama Ahmad Bustomi dan Firman Utina sangat bagus. keduanya tanpa henti membantu menyerang dan bertahan.

Sementara Hamka dan Maman sebagai bek sentral atau pemain belakang cukup rapi dalam mengatur benteng pertahanan.

Penjaga gawang Marcus Horison boleh dibilang cukup stabil permainannya. Meski terkadang percaya diri berlebihan saat pertandingan leg pertama hampir dilakukannya. kalau di saat pertandingan leg pertama bisa dibilang kecerobohan sehingga terpaksa pemain lain bertindak keras padanya, namun kali ini keputusannya cukup tepat maju ke depan meski bola bisa disundul pemain Filipina namun tidak begitu keras sehingga saat di belakang sudah ada pemain lain yang menepisnya.

Dan seperti biasa, ekspresi tenang Riedl masih tetap sama terlihat tenang seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya.

sampai  peliut panjang dibunyikan. skor masih tetap sama.

Posted in: Uncategorized