Firman Utina, pengorbanan menahan sakit sepanjang pertandingan menuai hasil

Posted on December 20, 2010

0


Kita tentu ingat bahwa peran sebagai kapten benar-benar bisa diperankan luar biasa oleh Firman Utina. kita tentu ingat bagaimana Firman melancarkan argumen berhasil meredam provokasi yang dilakukan salah satu pemain Filipina, meski Ahmad Bustomi terkena kartu kuning, namun saat itu tidak menjadi lebih besar hingga terjadi kontak fisik di antara kedua kesebelasan. Sehingga permainan bisa dilanjutkan.

Firman Rela Menahan Sakit Sepanjang 90 Menit
“Yang penting malam ini saya bisa main dan memenangkan pertandingan,”
SENIN, 20 DESEMBER 2010, 02:01 WIB

Muhammad Hasits

Firman Utina & Christian Gonzales (antara)

VIVAnews – Cedera lutut yang dialami oleh kapten timnas Indonesia Firman Utina tidak menyurutkannya tampil di semifinal kedua Piala AFF 2010 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Saya memang merasakan sakit. Tapi saya tahu kondisi saya. Saya katakan kepada pelatih (Alfred Riedl), kalau saya siap diturunkan,” kata Firman dalam keterangan persnya.

Pemain Sriwijaya FC berusia 29 tahun itu dalam laga semifinal menghadapi Filipina menjadi penggerak serangan Tim Merah Putih. Meski masih mengalami sakit, ia tetap bermain sepanjang 90 menit.

“Yang penting malam ini saya bisa main dan memenangkan pertandingan,” ujar Firman.

Pengorbanan Firman rupanya tidak sia-sia. Indonesia akhirnya melaju ke final Piala AFF 2010 setelah mengalahkan Filipina.

Di final, Indonesia akan bertemu dengan Malaysia. Pada final pertama akan digelar di Malaysia pada 26 Desember, sedangkan final kedua akan digelar pada 29 Desember 2010.

Bisa dibayangkan seandainya Firman Utina sebagai kapten tidak mampu mengatasi apa yang terjadi di lapangan. tentu kontak fisik yang berubah adu fisik dapat berakibat lebih buruk. mungkin bisa saja terjadi pertandingan ulang dan bahkan bisa saja dilakukan walk out pihak lawan, dan yang terburuk dengan tidak dilanjutkannya pertandingan.

 

Posted in: sepak bola 1