Gonzales, tulus persembahkan gol-golnya untuk Indonesia

Posted on December 20, 2010

0


Pagi hari bangun pagi dengan hati cerah. wow…rasanya seperti muda kembali. hati berbunga-bunga dan kaki dan tangan seperti tiada beban. semalam memang  luar biasa. Disuguhi pertandingan sepakbola Indonesia dengan Filipina yang luar biasa menarik. Meski tegang, namun ada kegembiraan di sana.

Saat itu seperti biasa, channel Televisi sudah mengudara dan presenter menyuguhi  percakapan yang menarik untuk dilihat.

Lho..mereka bahas tentang hasil semalam. semua memberi komentar dan semua isi komentar sangat antusias.”

Dari yang muda, tua, bahkan kaum hawa pun tidak lepas dari kegembiraan. Bahkan tidak heran yang merinding. begitu katanya. seakan mengalir hampir ke seluruh tubuhnya. Rupanya sepakbola kini seperti memberi darah baru bagi setiap individu di seantero Indonesia. Semangat yang selama ini mulai redup dengan begitu pelitnya persoalan sehari-hari bangsa. Bahkan bisa jadi apa yang terjadi di bola, bisa berpengaruh terhadap keadaan kerja di setiap lini masyarakat. semua berbaur dan semua gembira. meski baru memasuki final walau belum menjadi juara pertama karena masih ada partai sisa di final tapi pengaruhnya sudah begitu luar biasa, apalagi nanti menjadi juara.

Bahkan yang sangat saya kagumi, kerjasama permainan di lapangan yang begitu kompak seakan memberi contoh bagi kita bahwa dalam kehidupan nyata, kita berpotensi untuk bekerja sama satu sama lain bekerja keras demi kejayaan Indonesia kembali. Semua akan giat belajar dan bekerja keras namun masih mampu mempertahankan semangat gotong royong yang selama ini menjadi motto bangsa.

Saat saya saksikan bagaimana Gonzales diwawancarai. saya sampai-sampai berdecak kagum. kefasihannya menjawab menunjukkan betapa dia bener-benar mewakili ketulusan menikmati negeri barunya. Menikah dengan Eva Serigar telah banyak memberinya perubahan positif baginya, Gonzales juga termasuk ayah yang baik bagaimana dia juga sangat menyayangi keluarganya sangat apresiatif dan lebih relijius sebagai mualaf.

Inilah pelajaran penting juga buat kita, Gonzales saja bisa berbicara sangat fasih berbahasa Indonesia, dengan ucapan dan intonasi jelas, sangat mudah dipahami kita yang sejak kecil akrab dengan bahasa Indonesia. apa yang dilakukan Gonzales tentunya memberi kita inspirasi dan semangat ketauladan baru. Gonzales yang tidak lahir dan besar di Indonesia, mampu begitu meresapi apa yang diupayakan orang tua dan pendahulu kita, dengan semangat bolanya yang luar biasa dan ditunjukkan di lapangan, disertai dengan daya adaptasi tinggi yang dibuktikan dengan kefasihan berbahasa, semesti lebih apresiatif memicu pesat semangat luar biasa terhadap apa saja yang jadi milik kita.  Kebanggaan akan apa yang kita miliki. Karena hanya dengan bangga dan cinta atas apa yang kita miliki, kita baru benar-benar bisa bekerja kelas bekerja dan berbuat baik untuk negerinya sendiri.

Biografi Cristian Gonzales
Cristian Gérard Alvaro Gonzáles atau yang biasa di sapa Cristian Gonzales lahir pada tanggal  30 Agustus 197 di  Montevideo, Uruguay. Dia merupakan pemain Naturalisasi sepakbola Indonesia sejak 21 November 2010.
Cristian Gonzales merupakan salah satu Penyerang  yang paling mematikan sepanjang sejarah kompetisi sepakbola Indonesia. Kemampuannya dalam menendang, mencetak gol, penempatan posisi, visi permainan, dan sundulan adalah andalannya. Disamping kemampuannya, ia juga terkenal memiliki fisik yang prima. Pada saat bermain di Uruguay, ia ditugaskan sebagai Gelandang Serang. Produktivitasnya kurang baik sampai akhirnya ia hijrah ke Indonesia untuk bergabung dengan PSM Makassar dengan status Free Transfer, dan diplot sebagai Penyerang. Dari sinilah ia membuktikan kualitasnya sebagai seorang penyerang handal.
Pada musim 2006, ia adalah pemain termahal di Liga Indonesia menurut data Badan Liga Indonesia dengan bayaran Rp 1,2 milyar.
Setelah menikah, ia memiliki paspor Indonesia, istrinya adalah wanita Indonesia bernama Eva Nurida Siregar. Dari pernikahannya, ia memperoleh dua orang anak (Fernando dan Florencia). Ia juga telah mempunyai dua anak hasil pernikahan sebelumnya (Amanda dan Michael).

Karier Klub Cristian Gonzales

Sud America

Bergabung dengan Sud America, sebuah klub di Uruguay, Montevidio, pada tahun 1995. Dalam periode 28 bulan, ia hanya tampil sekali dan tidak mencetak gol.

Huracan Ctes

Sud America meminjamkannya ke Huracan Ctes dengan status pinjaman. Ia tampil sebanyak 3 kali dan tidak mencetak gol.

Sud America

Kembali kepada Sud America setelah masa pinjaman yang cukup lama, ia akhirnya beberapa kali dipercaya sebagai starter. Ia tampil sebanyak 12 kali dan mencetak 1 gol.

Deportivo Maldonado

Pada tahun 2000, dengan status bebas transfer ia berlabuh ke klub barunya, Deportivo Maldonado. Di sini ia tampil sebanyak 22 kali dan mencetak 1 gol.

PSM Makassar

Pada tahun 2003, ia bergabung dengan PSM Makassar dengan status Free Transfer. Pada musim tersebut ia mencetak 27 gol dan PSM Makassar menjadi juara kedua Liga Indonesia. Tahun berikutnya ia dikenai skorsing oleh PSSI selama semusim dan didenda Rp 20 juta karena memukul salah seorang petugas Persita Tangerang saat bertanding.

Persik Kediri

Bebas dari skorsing, ia bergabung dengan Persik Kediri dan menjadi juara Liga Indonesia pada tahun 2006. Pada tahun 2008 ia dijatuhi skorsing dari Komdis setelah melakukan tindakan yang tidak sportif. Krisis finansial yang dialami Persik Kediri membuat manajemen Persik harus melakukan rasionalisasi gaji. Gonzales merupakan salah satu dari beberapa pemain Persik yang tidak setuju atas keputusan tersebut.

Persib Bandung (pinjaman)

Pada 30 Januari 2009, manajemen Persib Bandung mengumumkan bahwa mereka telah merekrut Cristian yang mendapat remisi dari Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Cristian dikontrak dalam status sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri dan akan digaji 60 juta rupiah per bulan oleh Persib Bandung.
Ia memulai debut sebagai starter di Liga Super Indonesia ketika Persib menjamu Persipura di pertandingan yang berakhir 1-1 berkat gol yang juga dicetak olehnya. Ia bermain sebanyak 16 kali di Liga dan mencetak 14 gol, menjadikan Gonzales sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Super bersama Boaz Solossa dengan 28 gol.

Persib Bandung

Setelah masa pinjamannya di Persib Bandung dan kontraknya di Persik Kediri habis, Ia langsung dikontrak oleh Persib Bandung sebagai pemain tetap. Di pra musim 2009-10, Ia mencetak gol untuk Persib di Piala Gubernur Jatim.

 

Jadi, rasanya kita sering mendengar namanya tanpa mengenal bagaiman sejarah hidupnya rasanya kurang pas. Biografi singkat tadi setidaknya bisa memberi pengetahuan kita akan sosok Gonzales yang mulai dielu-elukan.

Jelang final Indonesia, lagu Garuda kita pasti menang. menunjukkan optimisme baru menyongsong masa depanyang jauh lebih baik.

Bravo Gonzales!!! Bravo Timnas!!

Posted in: sepakbola 2