Tinja dimanfaatkan untuk energi ruang angkasa

Posted on December 20, 2010

0


Saya ingat pernah membaca artikel bagaimana kotoran domba atau unggas dan ternak itu sangat berperan terhadap terjadinya rumah kaca, lebih tepatnya berperan terhadap naiknya suhu global, katakanlah Global Warming dan baru kemudian saya sadar kenapa begitu. karena mampu menghasilkan gas. tentunya kita tahu dalam pelajaran ilmu alam bahwa gas itu merupakan salah satu bentuk energi. dan hal ini kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan ruang angkasa. agar lebih jelas, inilah buktinya.

Ubah Tinja Jadi Energi di Luar Angkasa
Senin, 6 Desember 2010 | 10:02 WIB
 

NASA

Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

KOMPAS.com — Satelit pertama milik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), bagian dari UNESCOSat Project yang berbiaya 5 juta dollar AS, akan diluncurkan tahun depan. Peluncuran satelit ini bertujuan untuk membantu proses pendidikan, meningkatkan minat pada sains, dan meningkatkan kerja sama global.

Kini, satelit itu memiliki tujuan tambahan. Satelit itu akan digunakan untuk melihat kemungkinan bakteri bisa hidup dan melakukan metabolisme di luar angkasa. Muaranya adalah kemungkinan bahwa bakteri bisa dimanfaatkan untuk mengubah kotoran para astronot menjadi sumber bahan bakar di luar angkasa.

“Ini hal yang sangat potensial. Kita bisa mengambil sampah dan menggunakannya untuk membangkitkan listrik dalam misi ke luar angkasa,” kata Donald Platt, Direktur Program Space Science dari Florida Institute of Technology, yang menjadi ketua misi ini.

Untuk melakukannya, para peneliti melengkapi satelit tersebut dengan tempat tes, saluran pencampur, dan pompa solenoide. Selain itu, akan disertakan juga bakteri anaerobik, sejenis bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam melakukan metabolisme.

Bakteri yang akan digunakan adalah Shewanella MR-1. Bakteri tersebut diketahui mampu mengubah kotoran menjadi bahan bakar hidrogen, bahan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pesawat luar angkasa. Para peneliti ingin melihat dahulu efek tekanan dan gravitasi terhadap siklus hidup bakteri itu.

Para ilmuwan telah menemukan cara mengubah urine menjadi air minum untuk konsumsi selama di stasiun luar angkasa. Mampukah mereka memproduksi bahan bakar dari tinja untuk kebutuhan energi di luar angkasa?

diadopsidari wired science

Sederhana saja, kita tentu ingat bahwa ketika kita gunakan gas untuk kompor gas itu sudah lazim. namun mengingat mahalnya kompor gas, bahkan kemudian ada beberapa yang memanfaatkan teknologi sederhana itu untuk mendapatkan energi yang murah namun sangat membantu. bisa ditebak, kemudian ada beberapa yang memanfaatkan dari tinja atau kotoran ternak kemudian dibuat sedemikian dengan pipa yang disalurkan ke kompor-kompor penduduk untuk dimanfaatkan memasak, bahkan mungkin untuk penerangan  atau aktivitas rumah tangga.

Advertisements