Jerawat memburuk bikin depresi

Posted on December 22, 2010

0


ternyata jerawat yang selama ini dianggap ringan, namun jika dipelihara dalam waktu jangka panjang bisa berdampak kurang baik. kenapa demikian?

Jerawat Jadi Dorongan Bunuh Diri

Sabtu, 13 November 2010 | 10:54 WIB

shutterstock

Ilustrasi

 

Kompas.com — Tindakan bunuh diri sering dipilih oleh orang sebagai jalan keluar dari siksaan batin yang dialaminya. Salah satu hal yang bisa membuat seseorang merasa tertekan itu ternyata bisa berupa hal yang sepele untuk orang lainnya, contohnya persoalan jerawat.

Jerawat yang memenuhi wajah seseorang sudah sejak lama diketahui menjadi sumber depresi, terutama pada remaja. Dalam sebuah penelitian terhadap 6.000 orang yang mendapat pengobatan untuk masalah jerawat yang parah, ditemukan 93 persennya mengaku merasa ingin bunuh diri.

Para peneliti dari Karolinska Institute di Stokholm, Swedia, yang melakukan riset ini mengatakan keinginan bunuh diri itu bisa dipicu oleh rasa frustrasi dengan penampilan fisik mereka. Lagi pula, banyak pasien yang mengatakan, meski penampilan fisik mereka sudah membaik, kehidupan sosialnya tidak. Ditambah lagi terkadang pengobatan yang dilakukan tidak membuat jerawat-jerawat itu pergi.

Selain faktor penampilan fisik, para peneliti juga mencurigai efek samping obat jerawat jenis isotretinoin yang diresepkan dokter mungkin memicu rasa depresi. Para dokter di Inggris memang mengatakan pasien yang mengonsumsi obat isotretinoin sering mengalami perubahan mood dan pikiran untuk bunuh diri.

Masa remaja memang menjadi masa yang sulit bagi sebagian orang. Pada masa ini mereka juga kerap mengalami gangguan dari teman-temannya, baik berupa kekerasan verbal, seperti ejekan dan hinaan, maupun kekerasan fisik.

Menurut psikolog dari Universitas Warwick, semua tipe dan gangguan yang dialami mengakibatkan menurunnya kepercayaan diri. Namun, manipulasi sosial, seperti disingkirkannya korban dari pergaulan, berakibat lebih parah. Korban bisa stres berat bahkan merasa dirinya tidak lagi berharga. Remaja yang memiliki perasaan seperti ini jika tidak segera mendapat bantuan kemungkinan besar  akan terdorong melakukan bunuh diri.

nah, simak juga tulisan lain yang berkaitan dengan problematika demikian.

Ketika Jerawat dan Stres Bersahabat

Senin, 21 September 2009 | 21:43 WIB
Shutter Stock
Jerawat ternyata bisa dipicu oleh stres.

KOMPAS.com – Satu pemicu stres dapat membuat begitu banyak masalah pada kulit yang mengarah pada penuaan dini. Tidak hanya kulit wajah, stres juga membuat kerontokan rambut dan kuku yang rapuh.

“Sebab ketika kita stres, mekanisme peredaran darah ke seluruh tubuh tidak berlangsung optimal sehingga jaringan kulit turut mengalami gangguan,” ucap ahli kulit dan psikolog klinis Richard Fried, MD, PhD. Anggota American Academy of Dermatology ini kemudian menjelaskan, dampak negatif stres pada kulit wajah adalah memicu timbulnya jerawat. Jerawat ini ada karena pembuluh darah menjadi sensitif atas bahan kimia yang kita gunakan sebagai cara untuk melindungi kulit. “Kulit mengalami peradangan kimia, hingga sel-sel kulit menjadi tidak stabil dan penampilan kita pun menjadi lebih tua.”

Tetapi Fried memberikan resep jitu untuk menyelamatkan kita dari efek samping stres, yaitu melakukan manajemen stres dengan bernafas secara perlahan. Cara ini memberikan relaksasi pembuluh darah sehingga membantu kulit untuk tetap elastis. “Tarik nafas selama 4 detik, tahan 4 detik, lalu hembuskan selama 4 detik. Ulangi ini sebanyak 4 kali maka Anda telah memberikan kulit kesempatan untuk tetap bugar.”

(Siagian Priska/Prevention Indonesia)

Ternyata sumber-sumber stres yang timbul dari hal-hal ringan semestinya perlu diperhatikan. andaikata,  kita mendapati sekitar kita mengalami persoalan setidaknya bisa memberi solusi terbaik.

 

 

Posted in: kesehatan 1