Main game di kantor

Posted on December 22, 2010

0


Kadang saat di kantor, sesekali perlu menyegarkan pikiran anda, agar ide-ide baru muncul saat terasa berhenti di tengah jalan. Game mungkin bisa untuk sementara memulihkan kondisi stagnan tersebut.  mungkin ya atau mungkin tidak?

Asik di Tempat Kerja

November 22, 2010 | 2:49:58 am

Game mungkin segera mendapat tempat di kantormu

Ada beberapa pendapat baru-baru ini tentang game di tempat kerja, dan anehnya, tidak negatif.

Bahkan, sebuah laporan baru-baru ini oleh ANI tampaknya mengklaim bahwa video games dapat membantu karyawan dalam suatu organisasi menjadi lebih efektif.

Setelah beberapa studi, peneliti di sekolah bisnis Universitas Colorado Denver telah sampai pada kesimpulan bahwa karyawan yang terlatih menggunakan video game berperforma lebih baik. Tidak hanya itu, mereka memiliki tingkat keterampilan yang lebih baik dan mampu menyimpan informasi lebih lama dari rekan-rekan mereka yang lain!

Salah satu peneliti, Traci Sitzmann, merekomendasikan bahwa perusahaan menggunakan game yang melibatkan para user. Dia juga mengatakan bahwa karyawan harus memiliki akses ke game tersebut kapan saja mereka inginkan. Ini jelas berita besar, terutama bagi mereka yang mungkin mengatakan bahwa game tidak mungkin mendapatkan tempat di kantor.

Namun, tidak terlalu mengejutkan, apabila mengingat bahwa sekolah-sekolah tertentu mulai menerapkan video game dalam pendidikan sebagai bagian dari kurikulum mereka.

Para pendukung game mengingatkan: hal ini tidak berarti bahwa kamu sekarang memiliki lisensi untuk bermain game di kantor setiap kali kamu rasa ingin bermain! Game yang Sitzmann maksudkan adalah program yang dirancang secara hati-hati yang berfungsi untuk menghibur saat mengajar. Me-loading Fishdom 2 di meja kerjamu tentu saja tidak masuk hitungan dalam konsep ini.

Sitzmann juga memperingatkan bahwa game tidak bisa menjadi satu-satunya bentuk instruksi. Game tidak dapat menjadi pengganti atas pelatihan, tetapi dapat menjadi alat yang membantu pelatihan yang sebenarnya. Akan memakan waktu sebelum kebanyakan perusahaan merangkul gagasan tersebut, tetapi hal tesebut benar-benar mungkin mendapatkan tanggapan. Game dapat membantu bahkan di tempat kerja sekalipun, selama mereka digunakan dengan benar.

Jangan khawatir, jika kamu tidak ingin menunggu perusahaanmu memberikan game pelatihan, kamu selalu dapat memutar beberapa judul game yang sangat baik dari kami.

Mencari game yang banyak? Mengapa tidak mencoba Bejeweled 2 , atauZuma’s Revenge?

Tim MatchMove Games * Jika kamu menikmati artikel ini, berbagilah dengan temanmu, dengan menggunakan tombol Yahoo atau Facebook di bawah ini. Kamu juga dapat berbagi komentar di bagian komentar di bawah ini .*

———–

Games Sosial sebagai katalis Perubahan Sosial

December 1, 2010 | 3:11:54 am

Percaya atau tidak, game online tidak semua tentang tinju-tinju yang melayang atau senapan yang berkobar. Bahkan, gelombang baru dari pengembang game yang sadar sosial menenun masalah yang mereka rasa kuat ke dalam permainan yang mereka buat. Dengan cara ini, pengembang tersebut menunjukkan kepada pemain atas isu-isu sosial terkait yang sedang terjadi, membantu mereka memahami bahwa mereka bisa membuat perbedaan.

Gerakan ini dengan cepat mengerti suatu kenyataan bahwa game online kasual dengan cepat menjadi salah satu metode yang paling populer bagi warga internet mengkonsumsi konten. Pengakuan yang luar biasa dari seluruh dunia atas game seperti Bejeweled 2 memunculkan gagasan yang kredibilitas gagasan bahwa pemirsa potensial yang besar bisa dimanfaatkan dan dipromosikan sebab-sebab sosial yang terjadi.

It's all in pushing the right buttons

Itu semua tentang menekan tombol yang tepat.

Darfur Is Dying adalah game aktivis pertama dimana isu-isu dunia secara nyata dieksplorasi dan telah menghimpun pengikut yang banyak sebesar 800.000 pemain. Pemain diberi kehidupan sekilas para pengungsi di wilayah Darfur di Sudan, dan berperan dalam permainan sebagai pengungsi dan mencari makanan, tempat tinggal dan keamanan, sambil mencoba untuk menghindari militan-militan pembunuh.

Dalam rentang waktu selama game tersebut diliris, puluhan ribu reaksi email diteruskan ke teman atau kepada wakil rayat ybs, mendesak mereka untuk mengambil tindakan di Darfur. Hal ini jelas menunjukkan pemain online dapat, dan telah menerjemahkan aksi ke dalam tindakan nyata

Sebuah survei yang dilakukan oleh PopCap Games mengungkapkan bahwa dua-pertiga dari semua pemain game sosial bermain setidaknya sekali sehari, mengatakan bahwa alasan ‘Kompetisi Persahabatan’ sebagai salah satu alasan utama mereka tertarik dalam game sosial.Game Sosial sering membutuhkan pemain untuk berinteraksi dengan pemain lain, baik itu untuk mencari pasangan jiwa untuk hewan piaraanmu, atau untuk mendapatkan resep yang lebih baik untuk dapurmu. Game tersebut unik sehingga siap untuk mendidik pemain tentang manfaat kerjasama dan skenario yang sama-sama menang.

Game sosial tidak mengklaim memiliki jawaban atas masalah-masalah yang mengganggu masyarakat kita. Apa yang mereka lakukan, adalah memungkinkan pemain untuk berjalan satu mil di atas sepatu orang lain. Dan kadang-kadang, ukuran empati yang hanya kita butuhkan.

———

Mainan Baru untuk Generasi Berikutnya

November 1, 2010 | 9:58:27 pm

Apakah video game akan membuat mainan usang?

Sebuah artikel baru pada Koran The Independent (Inggris), mengajukan pertanyaan menarik.

Mereka bertanya: “Apakah video game akan membuat mainan tradisional menjadi usang?” Sampai sekarang, aku tidak benar-benar memikirkannya. Namun, aku pikir itu pertanyaan yang layak untuk dibahas.

Dalam 15-20 tahun terakhir, munculnya industri video game bernilai US$ 60 milyar telah meroket. Industri ini telah berjaya dari sekedar hobi yang biasa menjadi sebuah industri besar yang sekarang menghasilkan pendapatan lebih banyak daripada Hollywood.

Video game sangat populer sekarang sehingga semua orang mulai dari anak-anak sampai dengan kakek-kakek tahu memainkannya.

Bagaimana dengan mainan? Apakah orang-orang masih bermain dengan boneka figur aksi, mobil miniatur dan pistol atau senjata palsu? Apakah anak-anak masih menikmati hal-hal ini, atau hiburan digital telah mengambil alih peran tersebut?

Nah, pasti banyak alasan sehingga orang berpikir bahwa industri mainan telah memudar.

Games, terutama yang dari variasi online, telah menjadi sumber standar untuk hiburan bagi ratusan juta orang. Lagi pula, jauh lebih menyenangkan bermain dengan mainan hewan piaran online daripada bermain dengan boneka-bonekaan.

Perbedaan terbesar antara mainan tradisional dan video game adalah faktor multipemain. Tidak ada mainan yang bisa membuatmu bermain bersama ribuan orang, dan itu alasan besar mengapa popularitas video game semakin meningkat.

Namun, sedikit prematur untuk mengatakan bahwa industri mainan tradisional akan mati. Perusahaan seperti Mattel masih menyapu pendapatan miliaran dolar setahun. Bukan hanya itu, tidak semua orang mampu untuk membeli konsol canggih dan game mereka.

Ini tidak akan lenyap dalam waktu dekat.

Sebagian besar penduduk negara-negara berkembang masih hanya mampu membeli mainan tradisional. Ini tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Jadi sangat mungkin bahwa kedua industritersebut akan terus tumbuh. Pada akhirnya, banyak anak-anak yang akan bermain dengan boneka tokoh-tokoh aksi dan menggunakan imajinasi mereka.

Sama seperti banyak orang akan bermain game seperti Pet Party danPanda Paradise online.

———-

 

 

Jenuh. perlu santai biar ada ide baru bang! biasanya sih pasti main game? atau mungkin yang lain?

Posted in: apa ya