penyebab menoupose dini?

Posted on December 22, 2010

0


menoupose ternyata bisa dialami di usia yang terbilang masih produktif. wow…cukup meresahkan!

TANYA:

Dok, saya berumur 42 tahun dan sudah punya dua anak. Apakah di usia ini saya bisa menopause dini? Sekarang ini saya sering mengalami perasaan gelisah dan uring-uringan, rasa panas di bagian pundak, haid tidak teratur serta badan terasa pegal.

Apakah gejala itu merupakan tanda menopause dini? Apa ada obat untuk mencegahnya? Bisakah wanita di usia menopause hamil dan apa efek sampingnya untuk janin? Apakah janinnya bisa cacat? Mohon penjelasan dokter. Nita, Oakland, USA

JAWAB: Ibu Nita, terima kasih emailnya. Kemungkinan menopause dini di usia ibu bisa saja terjadi. Rata-rata perempuan mengalami menopause di usia 48-50 tahun. Untuk memastikannya bisa dilakukan pemeriksaan hormon. Setelah ada diagnosis, ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi keluhan di masa menopause. Yang pertama adalah tanpa obat. Usahakan makan yang bergizi, cukup olahraga dan  cukup terkena sinar matahari. Mungkin agak sulit di Amerika, tapi usahakan sebisa mungkin.

Cara kedua adalah mengonsumsi obat herbal yang memiliki efek seperti obat hormonal yang diminum setiap hari. Ketiga, dengan terapi sulih hormon. Konsultasikan dengan dokter kandungan. Biasanya dengan terapi hormon ini keluhan di masa menopause akan menghilang.

Kehamilan di usia 42 tahun termasuk dalam kehamilan beresiko tinggi. Pencegahan cacat pada janin bisa dilakukan dengan deteksi dini kelainan bawaan. Saat ini dengan teknologi Villi Chorionic Sampling, amniositesis dan USG, sebagaian besar kelainan dapat diketahui. Bila memang ada kelainan yang bersifat fatal atau mayor maka dianjurkan untuk terminasi kehamilannya.

Gejala Mengganggu Saat Menopause

Rabu, 17 November 2010 | 13:05 WIB

 

Kompas.com — Menopause adalah proses alamiah yang tidak dapat dicegah. Ketika wanita memasuki masa menopause, biasanya di pertengahan usia 50-an, ada beberapa perubahan biologis yang akan dialaminya. Secara khusus ini meliputi penurunan yang tajam fungsi ovarium yang berakibat pada menurunnya hormon seks, terutama estrogen. Kondisi tersebut akan menimbulkan sejumlah gejala yang mengganggu.

Tanda awal menopause biasanya adalah periode-periode menstruasi yang tidak teratur. Fase ini berlangsung beberapa bulan sampai beberapa tahun. Masa ini disebut juga dengan pre-menopause. Sementara itu, menopause didefinisikan sebagai terakhir kalinya seorang wanita mengalami masa menstruasi. Berhentinya tahap menstruasi selama satu tahun dianggap oleh dokter sebagai suatu kepastian bahwa wanita itu telah mengalami pasca- menopause.

Perubahan hormonal yang terjadi berakibat pada munculnya gejala-gejala yang mengganggu. Berikut adalah gejala yang dikaitkan dengan kekurangan hormon estrogen.

Jangka pendek:
– Menstruasi yang tidak teratur
– Semburan panas (hot flushes). Beberapa wanita mengeluhkan mereka merasa kepanasan.
– Berkeringat
– Jantung berdebar-debar
– Gangguan suasana hati, mudah tersinggung, lelah, depresi.
– Berkurangnya libido

Jangka menengah, gejala-gejala di organ lokal:
– Pengeringan dan penipisan vagina
– Rasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual
– Infeksi kandung kemih

Jangka panjang
– Hilangnya kepadatan tulang (osteoporosis)
– Patah atau tulang retak
– Penyakit jantung
– Penyakit pembuluh darah, seperti hipertensi

 

Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna   |  Dibaca : 1754

Ancaman Penyakit di Masa Menopause

Rabu, 17 November 2010 | 11:21 WIB
shutterstock
Kompas.com — Tidak mudah menjadi tua, terutama bagi perempuan. Setelah menopause, ancaman berbagai penyakit muncul. Masalah-masalah kesehatan itu terutama berhubungan dengan penurunan kadar estrogen dalam tubuh.

Apa saja efek jangka panjang bagi kesehatan akibat menopause?

– Osteoporosis
Salah satu akibat jangka panjang menopause adalah hilangnya kepadatan tulang yang berkelanjutan dan pada akhirnya dapat mengakibatkan kepatahan atau keretakan pergelangan pinggul dan punggung.

Pria dan wanita akan mencapai puncak kepadatan tulang di usia 20-an tahun. Hilangnya kepadatan tulang yang berhubungan dengan umur dimulai sekitar usia 30-an. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan tindakan sedini mungkin untuk menghindari terjadinya osteoporosis.

– Hipertensi
Wanita di usia menopause juga berisiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) yang bisa menyebabkan stroke dan serangan jantung apabila tidak diobati. Tekanan darah yang meningkat adalah salah satu faktor risiko yang paling penting terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.

– Penyakit kardiovaskular
Semua perempuan, terutama setelah menopause, perlu mewaspadai dan mengenali gejala-gejala serangan jantung karena hormon estrogen berkurang. Hormon ini bersifat melindungi dan membuat pembuluh darah koroner lebih lebar dan mengurangi risiko penyakit jantung. Namun, saat hormon estrogen menurun, risiko terkena penyakit jantung meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Menopause adalah saat kritis dalam kehidupan wanita yang mendekati usia paruh baya yang memerlukan penanganan tepat dan sesuai. Para dokter menganjurkan wanita menopause untuk mengubah gaya hidup mereka, seperti mengontrol berat badan, meningkatkan aktivitas fisik, serta menghindari stres.

Salah satu cara untuk mengatasi gejala-gejala menopause yang cukup efektif adalah terapi hormon estrogen yang bertujuan untuk menggantikan penurunan estrogen yang terjadi pada saat menopause. Meski demikian, tidak semua wanita bisa melakukan terapi sulih hormon ini, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita kanker payudara, atau merokok.

Narasumber: Prof.dr.Ali Baziad, Sp.OG dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

 

 

Posted in: komputer