pria lebih mudah terkena penyakit

Posted on December 22, 2010

0


selama ini mitos bahwa pria identik dengan kekuatan ternyata bisa berubah andaikata kita amati tulisan ini.

Pria Lebih Gampang Kena Penyakit

Senin, 20 Desember 2010 | 16:33 WIB
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi

 

Kompas.com – Secara fisik, pria memang lebih kuat dibanding kaum perempuan. Namun ternyata, di balik tubuh yang kuat, pria lebih rentan terkena berbagai penyakit. Ini karena kaum wanita lebih peduli pada kesehatannya sehingga mereka lebih panjang umur.

Dalam sebuah penelitian di Inggris dan Wales, 42 persen pria meninggal sebelum mereka sempat merayakan ulangtahunnya yang ke 75. Ada beberapa penyakit pembunuh kaum pria, yakni serangan jantung dan stroke, yang merenggut 3.000 nyawa dari 10.000 pria. Bandingkan dengan 190 kasus pada tiap 100.000 wanita.

Kanker adalah pembunuh terbesar kedua dan kemungkinan pria untuk bertahan menghadapi penyakit ini 70 persen lebih rendah dibanding wanita. Selain itu, pria juga 60 persen lebih mudah menderita kanker.

Menurut Peter Baker, ketua Men’s Health Forum, tubuh pria lebih rentan terkena penyakit antara lain karena gaya hidupnya. “Pria suka berkelompok dan mereka suka menghabiskan waktu dengan minum alkohol atau merokok,” katanya.

Selain itu, pria yang rutin berolahraga hanya sekitar 40 persen. Meski angka bunuh diri pada pria dan wanita hampir sama, namun angka bunuh diri pada pria sebenarnya lebih tinggi, yakni 76 persen.

Berbeda dengan kaum pria, wanita biasanya sangat peduli pada kesehatannya. Mereka juga lebih rajin mengunjungi dokter begitu ada keluhan kesehatan. Sebuah studi juga menyebutkan, wanita lebih terbuka sehingga lebih sering mengungkapkan perasaannya. Hal ini membawa keuntungan bagi kesehatan karena stres yang dihadapi bisa berkurang dan tidak sampai membawa dampak buruk bagi tubuh.

Bagaimana Tubuh Kita Bisa Kebal?

Selasa, 2 Maret 2010 | 08:20 WIB
shutterstock.com

 

KOMPAS.com — Antibodi merupakan salah satu sistem imun humoral dalam bentuk terlarut. Pembentukan antibodi itu dibagi menjadi imunitasinnate (bawaan) dan imunitas acquired (didapat).

Imunitas bawaan biasanya diturunkan dan dibawa sejak lahir melalui darah plasenta ibu, sedangkan imunitas didapat bisa diperoleh secara alami atau buatan.
Imunitas acquired yang alami terbentuk setelah kontak dengan mikroorganisme (bakteri, virus, plasmodium, dan jamur) dengan kondisi antibodi dibentuk setelah ada infeksi alami yang memicu. Dengan demikian, terbentuklah antibodi dalam tubuh terhadap kuman tersebut. Jadi, antibodi ini bersifat spesifik.

Imunitas acquired buatan terbentuk dengan memberi stimulus berupa kuman atau bagian kuman yang dilemahkan atau sekarang dipakai rekombinan kuman atau bagian dari kuman yang dibuat dengan rekayasa genetika untuk merangsang terbentuknya antibodi tanpa efek samping yang membahayakan manusia.

Sudah sejak lama, para ilmuwan kita menyadari bahwa individu yang sembuh dari suatu penyakit mendapatkan imunitas dari penyakit tersebut. Hal ini dikarenakan sel T dan B teraktivasi dan mengingat penyakit tersebut sehingga memastikan bahwa di lain waktu, bila bertemu dengan hal yang sama, maka sistem imun tubuh kita akan siap menghancurkannya.

Imunitas bisa kuat ataupun lemah. Masanya bisa lama atau sebentar, tergantung dari antigen yang masuk, jumlah antigen yang masuk, dan jalur masuknya antigen. Imunitas juga bisa diturunkan dan juga bisa muncul ketika dihadapkan pada antigen yang sama.

Seorang individu bisa merespons secara berbeda-beda. Beberapa individu sering terkena infeksi, sementara lainnya tidak. Seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa, imunitasnya biasanya lebih meningkat. Contohnya, anak-anak lebih sering terkena flu dibandingkan dengan dewasa karena tubuh individu dewasa sudah mengenali dan langsung merespons ketika virus penyebab flu masuk ke dalam tubuh mereka.

dr.Intan Airlina Febiliawanti

 

Posted in: kesehatan 1