FED dibobol Hacker Malaysia

Posted on December 23, 2010

0


FED Amerika Serikat yang kalau di Indonesia setara dengan BI (Bank Indonesia)  telah dibobol Hacker Malaysia. Motif finansial yang ternyata menjadi motivitasi sebenarnya, bukan motif politik.

“Hacker” Malaysia Jebol Jaringan Komputer The Fed

Selasa, 23 November 2010 | 01:27 WIB

SHUTTERSTOCK

NEW YORK, KOMPAS.com — Setebal apa pun lapisan teknologi yang dibalutkan otoritas AS di jaringan komputer Federal Reserve Bank atau The Fed, nyatanya itu bisa dijebol juga. Mau tahu siapa yang berhasil menembus jaringan tersebut? Seorang warga negara Malaysia!

Namanya Lin Mun Poo. Ia menemukan cara untuk masuk ke jaringan komputer The Fed di Cleveland, AS. Ia mengantongi lebih dari 400.000 nomor kartu kredit curian saat agen Secret Service menangkapnya di John F Kennedy Airport, bulan lalu. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju New York untuk menghadiri pertemuan dengan hacker (peretas) lain.

Saat ini, otoritas yang berwenang di AS tengah mencari tahu bagaimana ia bisa masuk jaringan komputer The Fed dan juga sejumlah institusi finansial utama lain di Negeri Paman Sam itu. Poo diduga menjual dan mengeruk untung dari informasi yang ia curi dari institusi finansial tersebut.

Jaksa Loretta Lynch menjelaskan, kasus ini merupakan contoh bagaimana pelaku kriminal maya menggunakan kemampuan mereka sebagai peretas untuk menyerang sistem keamanan, baik bidang finansial maupun nasional. Bila kasus ini terbukti, Poo harus siap menghadapi kehidupan di balik jeruji besi hingga 10 tahun.

Sebagaimana dipaparkan, Poo adalah warga negara Malaysia. Melalui pertanyaan yang dilontarkan oleh agen rahasia, Poo mengakui sejumlah tindakan kriminal yang ia lakukan. Petugas investigasi menjelaskan, The Fed di Cleveland sempat diretas pada bulan Juni lalu. Sementara itu, Poo berencana untuk menghabiskan sejenak waktunya di New York untuk menjebol mesin ATM dengan kartu curian yang dia kantongi.

Juru bicara The Fed di Cleveland Fed menjelaskan, belum ada uang kontan maupun data yang dicuri di tengah upaya peretasan oleh Poo. (Kontan/Femi Adi Soempeno)