Menyambut hari Ibu dengan derita dan itulah ibu Atikah

Posted on December 23, 2010

0


ketika menjelang hari ibu, sebenarnya saya bersikap biasa-biasa dan bahkan saya lupa mengucapkan ucapan terima kasih kepada ibuku yang telah bertahun-tahun mengasuhku.

namun kemudian semua terasa sangat lain. Saat hari ibu itu. saya tanpa sengaja menonton di salah acara TV saat menampilkan sosok-sosok wanita kuat menyambut hari ibu. bisa dibayangkan, yang menurutku luar biasa. sosok wanita kuat yang dalam usianya 80 tahun masih harus menghidupi keempat anaknya yang lumpuh layu.  bisa dibayangkan hampir setengah abad mesti menghidupi keempat anaknya yang lumpuh layu. luar biasa menderitanya.  anda tahu sendiri istilah lumpuh layu itu hampir mendekati lumpuh total. bahkan saat diwawancarai akhirnya berderai juga air matanya karena mengingat nasib masa depannya. ketakutan bagaimana nasib anaknya andaikata nantinya meninggal dunia dan siapa yang nantinya mengurusi menyuapi, memandikan dan mencari nafkah untuk anak-anaknya.

Meski sebatas saya mengucapkan hari ibu ini buat ibuku tersayang dalam hati dan hanya membatin, selamat hari ibu! mudahan ibu senantiasa sehat dan saya akan senantiasa menyayangi. maafkan kesalahanku andaikata ada salah.

mudah-mudahan apa yang saya tulis ini bisa mengingatkan kepada kita-kita yang merasa punya ibu, agar lebih menyayangi, mengasihi dan menghormatinya. meski dalam batin, silakan mengucapkan kata ‘sayang’. namun yang terpenting, tindakan dan perbuatan memperlakukan ibu dengan lebih baik lagi atau lebih tepatnya,  lebih membahagiakan ibundanya.

SELAMAT HARI IBU!

TERIMA KASIH TELAH MENDIDIK GENERASI MUDA INDONESIA