Netral pencipta lagu Garuda di Dadaku

Posted on December 23, 2010

0


Yel-yel lagu Garuda Di Dadaku tiada henti dinyanyikan suporter saat berada di stadiun Bung Karno.  Sehingga Rasanya tidak lengkap jika kita tidak mengenal sedikit banyak tentang Grup Netral yang menciptakan dan sekaligus yang menyanyikannya.

Netral Siap Bakar Semangat Tim Garuda

Kamis, 23 Desember 2010 | 12:12 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Bagus Netral

JAKARTA, KOMPAS.com — Grup Band Netral direncanakan akan meramaikan final leg 2 Piala AFF 2010 antara Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu, 29 Desember 2010.

Netral adalah band yang mengadaptasi lagu “Garuda di Dadaku” untuk film dengan judul yang sama, yang saat ini menjadi lagu wajib para pendukung tim nasional Indonesia saat berlaga di stadion utama.

Manajer Band Netral, Puji Andi Andaya, mengatakan, Netral memang direncanakan tampil untuk meramaikan final leg 2 nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Rencana sudah mendekati 99 persen karena ada masalah teknis, di mana panitia saat ini sedang melakukan rapat koordinasi mengenai boleh tidaknya Netral manggung di dalam stadion di sela-sela final leg kedua itu,” ungkap Puji Andi Andaya.

Kendala teknis yang dipermasalahkan pihak AFF tersebut masih dibahas guna mencari solusi agar Netral bisa hadir di stadion guna menggelorakan semangat juang timnas dan para pendukungnya.

Seperti diketahui bahwa sepanjang laga timnas Indonesia pada Piala AFF 2010 ini, lagu “Garuda di Dadaku” sangat populer dan selalu dinyanyikan para pendukung timnas. Lagu tersebut bahkan bisa dibilang sudah menjadi lagu wajib nasional bagi para pencinta timnas Indonesia. (AKC)

——-

Bagus “Netral”: Bangga Indonesia, Tak Bangga PemerintahnyaSelasa, 14 Desember 2010 | 11:29 WIB

KOMPAS IMAGES/ BANAR FIL ARDHI

Bagus, vokalis dan pemain bas band Netra

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai personel band yang menambah terkenal lagu “Garuda di Dadaku”, sampai ke publik yang bukan penggemar sepakbola, Bagus (vokal dan bas) berharap lagu tersebut bisa menyemangati para atlet dan pendukung dari cabang-cabang olahraga lain.

Netral–terdiri dari Bagus, Chocky (gitar), dan Eno (netral)–membawakan lagu itu untuk film Garuda di Dadaku, yang disutradarai oleh Ifah Isfansyah dan dirilis pada 2009. Lagu tersebut diadaptasi oleh kalangan penyuka sepakbola Tanah Air dari lagu tradisional “Apuse”, asal Papua.

“Lagu itu buat film bola, jadi terangkatnya di bola. Tapi, gue berharap, semua olahraga dengan membawakan lagu ‘Garuda di Dadaku’, pemain-pemainnya, supporter-suppoter-nya bisa lebih semangat lagi,” tutur Bagus.

Bagus, yang mengaku menambah lirik lagu “Garuda di Dadaku” untuk keperluan film tersebut, mengungkapkan bahwa ia merasakan semangat kebangsaan ketika menggarap lagu itu. “Lebih kepada semangat nasionalisme. Gue bangga jadi bangsa Indonesia dan berkewarganegaraan Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Letak geografisnya, orang-orangnya, gue bangga banget sama Indonesia,” ucapnya. “Tapi, gue enggak bangga sama pemerintahnya,” ujarnya.

—————

Personel Netral Diganggu Setan

Rabu, 11 Agustus 2010 | 18:52 WIB

KOMPAS ENTERTAINMENT/IRFAN MAULLANA

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua personel band Netral mengaku tidak bisa fokus melaksanakan ibadah puasa lantaran sering diganggu. Siapa yang mengganggu saat puasa berlangsung? Eno (drumer) dan Choky (gitar) secara bersamaan dan spontan segera menunjuk wajah Bagus, vokalis sekaligus basis Netral.

“Setan nih,” kata Choky sambil menunjuk ke arah Bagus.

Eno yang dikenal memiliki banyak piercing dan tato di tubuhnya itu ikut mengangguk-angguk dan tertawa. Jawaban Choky dan Eno yang tertawa itu tentu hanya candaan mereka pada Bagus. Pria berkepala botak itu yang sering membuat puasa batal.

“Biasanya, (puasa) batal itu kalau siang-siang bolong lagi check sound, suka tiba-tiba diganggu ‘setan’,” tambah Eno.

Bagus tidak marah mendengar ejekan Choky dan Eno. Senin (9/8/2010) sore itu, Netral menjadi band tamu dalam jumpa pers Gudang Garam InterMusic Java Rockin’Land 2010 di Airman Planet, Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Eno, mantan kekasih presenter dan artis Cathy Sharon, mengaku bahwa setiap kali menjalankan ibadah puasa tidak pernah utuh. “Banyak yang bolong-bolong,” katanya sembari tersenyum.

Meski bolong-bolong, Choky menilai, Eno mempunyai prestasi yang bagus.
“Harus dipertahankan itu,” canda Choky seraya menambahkan, puasa Eno banyak bolongnya lantaran suka diganggu “setan”. “Emang ‘setan’ yang suka gangguin puasa. Kita kan cuma manusia biasa,” ujar Choky terkekeh sambil melihat “kepasrahan” Bagus yang memilih diam.

Sambil mempersiapkan aksi panggungnya di Gudang Garam InterMusic Java Rockin’Land 2010 yang akan berlangsung di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, pada 8, 9, dan 10 Oktober 2010, Netral juga terus manggung dan promosi albumnya. (kin)

 

 

 

 

 


 

Posted in: artis 2