Wikileaks tidak berfungsi pada aplikasi Apple

Posted on December 23, 2010

0


Wikileaks yang belakangan ini begitu populer tentu akan mengundang banyak orang ingin mengaksesnya. namun demikian, Apple melihat potensi resiko yang besar dan juga karena ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan sehingga memutuskan untuk menghentikan aplikasi wikileaks

Apple Cabut Aplikasi WikiLeaks

Rabu, 22 Desember 2010 | 19:34 WIB

AFP

WASHINGTON, KOMPAS.com — Situs penyingkap aib WikiLeaks kembali menghadapi hambatan. Kali ini, hal itu datang dari Apple. Aplikasi yang sempat dirancang untuk menyajikan dokumentasi data rahasia yang dipublikasikan situs WikiLeaks itu dicabut dari App Store karena dinilai menyalahi aturan.

“Aplikasi harus dapat diterima hukum di semua negara. Tidak boleh menyerang individu atau kelompok tertentu,” kata Trudy Muller, juru bicara Apple. Ia mengatakan, pihaknya mencabut aplikasi WikiLeaks di iPhone, iPod, dan iPad karena melanggar panduan yang sudah ditetapkan Apple bagi semua pengembang perangkat lunak.

Apple meloloskan aplikasi tersebut pada 17 Desember 2010. Namun, kurang dari seminggu, tepatnya Senin (20/12/2010), aplikasi tersebut dicabut kembali. Aplikasi itu dibuat oleh Igor Barinov sebagai aplikasi berbayar dengan tarif 1,99 dollar AS. Dalam keteranga di Twitter miliknya, ia mengatakan akan menyumbang 1 dollar AS dari setiap hasil penjualannya ke WikiLeaks.

Sebelumnya, WikiLeaks berkali-kali menemui hambatan. Pertama-tama, penyedia alamat webdan hosting-nya di AS, EveryDNS dan Amazon, menghentikan kontrak langganan sehingga terpaksa situs tersebut ganti alamat dan pindah server. Kemudian, Visa, MasterCard, dan PayPal juga memblokir akun donasi ke WikiLeaks sejak situs tersebut menyatakan akan mengungkap lebih dari 250.000 data kawat diplomatik rahasia Pemerintah AS.

 

Sumber : AFP

Bisa dimaklumi kenapa Apple mulai berfikir kembali menerapkan wikileaks, setelah begitu banyak heboh bocoran info-info rahasia kelas dunia mulai tersingkap. hal demikian, karena Apple tidak ingin menanggung resiko nantinya akan mengalami serangan seperti Google saat diserbu tiada henti serangan hacking di Cina.