AS tekan, China pun serang balik

Posted on December 24, 2010

0


perang dingin yang dulu terjadi antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet di bidang militer, kini berpindah haluan antara Amerika Serikat dengan Cina dalam bisnis, memperebutkan posisi terdepan sebagai adidaya dunia.

Dolar AS Jatuh Karena China Dukung Euro

Jumat, 24 Desember 2010 06:02 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bursa | Dibaca 571 kali
Dolar AS Jatuh Karena China Dukung Euro

New York (ANTARA News) – Dolar Amerika Serikat melemah terhadap mata uang utama lainnya di New York pada Kamis waktu setempat, setelah China berjanji untuk mendukung negara-negara zona euro yang kesulitan dengan utang besar.

Di tengah perdagangan tipis menjelang liburan Natal, euro sedikit naik menjadi 1,3118 dolar pada 21.30 GMT (Jumat 04.30 WIB) dari 1,3095 dolar pada akhir Rabu.

Terhadap mata uang Jepang, dolar turun menjadi 82,91 yen dari 83,55 yen hari sebelumnya.

China pada Kamis berjanji untuk mendukung negara-negara Eropa yang sarat utang karena mereka berjuang untuk menghindari kebangkrutan menyusul Yunani dan Irlandia, menawarkan optimisme ditengah kekhawatiran tentang masa depan zona euro.

“Kami siap untuk mendukung negara-negara zona euro untuk mengatasi krisis keuangan dan mewujudkan pemulihan ekonomi,” juru bicara kementerian luar negeri Jiang Yu mengatakan kepada wartawan.

“Di masa mendatang, Uni Eropa akan menjadi salah satu pasar utama bagi investasi devisa kami,” katanya.

China telah muncul sebagai pemain kunci dalam krisis utang Eropa. Beijing pemegang cadangan devisa terbesar di dunia sebesar 2,65 triliun dolar, sebagian besar yang diinvestasikan di euro.

Pada saat yang sama, perusahaan pemeringkat Fitch memangkas rating kredit Portugal atas masalah utang, setelah Moody`s memperingatkan awal pekan ini mungkin mengambil tindakan serupa.

Pada akhir perdagangan New York, pound naik menjadi 1,5426 dolar dari 1,5382 dolar hari sebelumnya.

Dolar naik menjadi 0,9583 franc Swiss dari 0,9520, AFP melaporkan.

(A026/S026)

COPYRIGHT © 2010

 

Tak heran kemudian Amerika Serikat kini mulai memperhatikan negara-negara Asia mengingat bahwa Cina yang berada di Asia mulai menunjukkan tajinya.

 

Posted in: berita 4