Persema berhati besar atas potensi Irfan Bachdim

Posted on December 24, 2010

0


perdebatan sengit dengan PSSI, ternyata tidak menyiutkan sikap pengurus Persema.  Beda persepsi dengan PSSI, Persema tetap membuka lebar-lebar bermain dimana saja  agar potensi Irfan Bachdim kian terasah.

Persema ke LPI, Nasib Bachdim Terkatung
Ketua Umum Persema Peni Suparti tidak ambil pusing terhadap status Bachdim.
JUM’AT, 24 DESEMBER 2010, 07:06 WIB

VIVAnews – Nama Persema Malang masuk dalam daftar klub yang membelot masuk ke kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Ini membuat beberapa permasalahan teknis terjadi di tubuh Persema, termasuk soal status pemain bintang Irfan Bachdim.

Pasalnya PSSI tidak mengakui keabsahan LPI sebagai kompetisi sepakbola Tanah Air. Otoritas sepakbola di Tanah Air itu hanya mengakui Indonesia Super League (ISL) sebagai ajang bertemunya klub-klub di Indonesia. Dengan demikian para pemain yang membela klub di ajang LPI juga dipertanyakan statusnya.

Namun, Ketua Umum Persema Peni Suparti tidak ambil pusing terhadap status Bachdim. Menurutnya Bachdim merupakan pemain yang profesional.

“Soal dia akan dimainkan (di ajang LPI atau ISL) itu semua tergantung kebijakan pelatih. Yang penting semua ini untuk kepentingan sepakbola nasional,” kata Peni seperti dimuat situOngisnade, Kamis 23 Desember 2010.

“Kami juga tidak akan melakukan perekrutan pemain tambahan karena memiliki stok yang mencukupi,” tambahnya.

Bachdim hingga saat ini masih tercatat sebagai pemain Persema. Dia bersama timnas Indonesia tengah bersiap menjalani final Piala AFF 2010 melawan Malaysia di leg pertama yang digelar pada 26 Desember mendatang.

Nama Bachdim sendiri mulai melejit sejak turnamen ini digelar. Dengan darah campuran Indonesia-Belanda, Bachdim tadinya diragukan bisa tampil gemilang di tim Merah Putih. Namun Bahcdim mampu tampil impresif dengan menjadi tandem Cristian Gonzales di lini depan. Jelang babak final, Bachdim tercatat sudah mencetak dua gol dalam lima pertandingan.

Irfan Haarys Bachdim (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

pernyataan Peni yang tertulis di atas menjadi bukti kebesaran hati para pengurus Persema.

“Soal dia akan dimainkan (di ajang LPI atau ISL) itu semua tergantung kebijakan pelatih. Yang penting semua ini untuk kepentingan sepakbola nasional,” kata Peni seperti dimuat situOngisnade, Kamis 23 Desember 2010.

Belajar dari sini, sebuah pengurusan sepakbola yang bagus adalah dengan bersikap profesional dengan mampu bersikap jujur soal pemilihan pemain tanpa pengaruh emosional, termasuk juga dengan pengelolaan infrastuktur lainnya.

Posted in: sepakbola 2