Tip menjalin hubungan setelah usai putus cinta

Posted on December 24, 2010

0


Memang hidup tidak ada yang abadi. demikian pula dalam urusan cinta. sehingga sangatlah wajar jika usai putus cinta, saatnya anda membangun hubungan baru yang lebih ideal. tapi sudahkah anda siap? Kesiapan mental setiap orang berbeda-beda, karena itu tidak ada salahnya anda merenungkan lebih mendalam lagi.

Yakin Sudah Siap Memulai Hubungan?

Sedih karena hubungan yang belum jelas bisa lanjut atau tidak? Tetapkan apa yang Anda mau dan apa yang masih bisa dikompromikan.

 

Senin, 20/12/2010 | 11:03 WIB

KOMPAS.com – Anda baru saja putus hubungan dengan si dia, lalu Anda berpikir, cara terbaik untuk melupakan si mantan adalah dengan mencari orang lain, dengan alasan, pelampiasan afeksi berlebih atau sebagai pelarian. Hm, benarkah hal seperti itu adalah jawaban yang terbaik? Berikut adalah hal-hal yang menurut pakar hubungan, Julie Hamilton, harus diperhatikan untuk mengetahui apakah Anda sudah siap berhubungan atau belum:

Sisa rasa
Jika Anda ingin memulai hubungan baru dengan orang lain, akan sangat sulit berhasil jika ada beban sisa rasa dari si mantan yang menggelayut. Tanda-tanda bahwa Anda harus mulai ikhlas dan merelakan ia pergi dan memulai hidupnya yang baru tanpa Anda:
* Anda masih sering memikirkan tentang si mantan, setidaknya lebih dari 3-4 kali seminggu/sehari/menit.
* Ketika mendengar kabar mengenai si mantan, Anda merasa marah atau sedih.
* Anda merasa takut akan tersakiti lagi.
* Kehadiran si mantan dalam hidup Anda sudah bukan dalam batas yang sehat maupun wajar. Contoh, ia datang setiap malam untuk minta makan pada Anda, atau minta tolong bayarkan kartu kredit, yang pembayaran utangnya tak jelas kapan.
* Anda tak tega membuang barang-barang yang berkaitan dengan dirinya, seperti gantungan kunci hadiah ulang tahun darinya.
* Pikiran bahwa ia sedang bersama wanita baru membuat Anda ingin mengamuk.
* Anda masih sering janjian bertemu dengan si mantan.

Jika hal-hal semacam ini masih berlangsung, dan memang sudah ada keputusan pasti dalam diri Anda bahwa hubungan itu tak akan bisa dilanjutkan, maka sudah saatnya Anda dan dia benar-benar saling merelakan putusnya hubungan itu. Coba cari terapi, bicarakan dengan teman, tulis surat perpisahan kepadanya untuk mengungkapkan segala uneg-uneg dalam hati, lalu bakar, atau membuang barang-barang yang mengingatkan Anda akan dia. Jika perlu, buat batasan antara Anda dan dia, lalu majulah dengan hidup baru Anda.

“Merapikan” hidup
Jika Anda punya gairah besar terhadap hidup dan ingin menjalani sepenuhnya, lewatkan saja pertanyaan-pertanyaan berikut ini, karena orang yang memiliki gairah hidup dan kepercayaan diri yang besar adalah pribadi yang sangat menarik. Jika Anda berharap bahwa hari-hari Anda berbeda dan ingin suatu perubahan, maka ada yang harus Anda perbaiki, karena negativitas adalah sebuah hal yang bikin orang malas mendekati Anda. Tanda-tanda bahwa Anda harus mengambil kendali atas hidup Anda:
* Ada dalam utang yang sangat serius, serta tidak bisa mengambil kendali atas situasi tersebut.
* Tak sehat, atau kelebihan berat badan dan tidak bahagia karenanya.
* Tak punya pekerjaan, serta tak melakukan apa pun untuk mengubah keadaan itu.
* Dalam pekerjaan yang Anda benci.
* Selalu dalam konflik dengan keluarga atau mantan.
* Secara rutin mencoba mencari pelarian akan hal lain yang justru buruk terhadap diri sendiri, seperti belanja berlebihan, terlalu banyak minum, atau hal-hal lain yang Anda tahu tak baik untuk diri, tetapi tetap saja dilakukan.
* Selalu pesimis dalam segala hal.

Jika hal-hal yang disebutkan di atas ini mirip seperti apa yang Anda lakukan, mulailah untuk menciptakan kehidupan yang Anda sukai. Ambil kendali atas keuangan Anda, rencanakan sebuah perjalanan yang menjadi impian, mulailah menabung untuk membeli tempat tinggal sendiri, ikuti program penurunan berat badan, cari tempat kerja baru, mulai mendaftarkan diri dalam kegiatan amal dan mencari apa yang bisa Anda optimalkan atas keadaan Anda.

Tetapkan apa yang Anda mau
Jika Anda tak tahu secara pasti apa yang Anda inginkan dalam sebuah hubungan, ada kemungkinan Anda akan berada dalam sebuah hubungan yang membuat Anda tak nyaman. Cobalah buat daftar prioritas akan nilai-nilai tak bisa dinegosiasikan yang harus ada dalam sebuah hubungan. Nilai-nilai yang tak bisa Anda kompromikan, lalu tambahkan nilai-nilai lain yang masih bisa Anda kompromikan. Tetapi jangan terlalu banyak, toh tak ada orang yang sempurna di dunia ini, tetapi Anda bisa mencoba mencari hubungan yang nyaman. Jadi, tetapkan apa yang Anda mau dalam sebuah hubungan, seperti hal-hal di bawah ini:
* Pasangan yang mau punya anak, atau yang sudah punya anak dari hubungan sebelumnya, atau tak bisa bersama orang yang sudah punya anak dengan alasan apa pun.
* Memiliki uang berlebih, status pekerjaan, aset, atau tidak.
* Memiliki latar belakang kultur, politik, atau sosial yang sama dengan Anda atau tidak.
* Perokok atau bukan.
* Ingin menikah atau hanya mau tinggal bersama saja?
* Memiliki ketertarikan dan hobi yang sama dengan Anda atau tidak?
* Bersedia pindah tempat tinggal dengan Anda jika Anda harus pindah kerja atau tidak?

Bila Anda menemukan kesulitan untuk menemukan apa yang Anda inginkan, mulailah dengan hal-hal yang Anda ketahui secara pasti tak ingin Anda inginkan. Kalau masih bingung, ajak sahabat Anda untuk membantu menuliskan daftar apa saja kualitas dalam pria yang Anda butuhkan dalam hidup, tetapi pastikan daftar itu cukup realistis, ya.

NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: msn

jangan lama-lama terpuruk dech..yakin saja bahwa dia bukan terbaik untuk kita, agar anda lebih mudah menjalin hubungan baru dengan seseorang.

 

 

 

Posted in: romantika 2