Developer atau kontraktor properti paling agresif bangun properti di Indonesia

Posted on December 28, 2010

0


Di tengah lesunya bisnis properti, ternyata ada juga pebisnis properti yang sangat agresif membangun properti di berbagai kota di Indonesia. Sehingga layak kemudian dijuluki Raja Properti.
Ini Raja Properti Paling Agresif Bangun Hotel
Mereka mengembangkan proyek perhotelan baik untuk kelas menengah, menengah atas, dan atas.
SELASA, 28 DESEMBER 2010, 09:30 WIB
Antique

VIVAnews – Sektor pariwisata  yang diperkirakan akan terus meningkat dimanfaatkan betul oleh para pengembang properti besar. Mereka terus membangun proyek-proyek perhotelan di sejumlah daerah.

Raja properti yang belakangan ini rajin mengembangkan proyek-proyek perhotelan baik untuk kelas menengah, menengah atas, dan kalangan atas, antara lain PT Intiland Development Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

Hotel Grand Hyatt (VIVAnews/Maryadi)

Intiland Development, melalui anak usaha PT Intiwhiz International memperluas jaringan Whiz Hotels melalui pengembangan hotel-hotel baru di seluruh wilayah Indonesia. Setelah Whiz Hotel Yogyakarta dan Semarang, Intiwhiz kini menggarap Pulau Bali.

Presiden Direktur dan Chief Executive OfficerIntiwhiz Moedjianto Soesilo Tjahjono mengatakan, Whiz Hotel Kuta merupakan hotel pertama dari jaringan Whiz Hotels yang dibangun di Bali. “Selain di Kuta, kami juga akan mengembangkan satu hotel lagi di kawasan Legian tahun ini,” kata dia melalui keterangannya kepada VIVAnews.

Seiring pengembangan jaringan, perseroan terus menjajaki potensi di berbagai kota besar di Indonesia. Setelah Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, dan Jakarta, perseroan mengaku telah mendapatkan lokasi-lokasi baru pendirian Whiz Hotels.

Lokasi-lokasi baru tersebut antara lain, Pekanbaru, Lampung, Balikpapan dan Manado. Perseroan juga tengah menjajaki beberapa kota lain seperti Makassar dan Samarinda. Peluang pengembangan hotel tersebut akan dilakukan melalui skema kerjasama strategis dengan pemilik tanah, build-operatetransfer (BOT), maupun sebagai manajemen operator hotel.

“Kami akan mengeksplorasi sejumlah peluang baru bersama beberapa investor potensial yang memungkinkan jaringan Whiz Hotels tumbuh dengan cepat secara signifikan,” kata Moedjianto.

Sedangkan grup Bakrie, menurut Presiden Direktur & CEO Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib, sudah menyiapkan dana untuk pengembangan unit usaha hotel & resort Bakrieland, antara lain hotel budget di Jawa dan di luar Jawa seperti Kalimantan. “Semester II-2011 kita harapkan sudah mulai start,” tuturnya kepada VIVAnews.

Bakrieland melalui anak usahanya di hotel & resort juga sudah mengembangkan Aston Bogor Hotel & Resort, serta Pullman Bali Legian Nirwana.

Sementara itu, Jakarta Setiabudi Internasional maupun anak usahanya juga sedang gencar mengembangkan proyek-proyek hotelnya, di antaranya untuk pengembangan hotel budget sekelas Hotel Formule 1. Terutama, setelah berhasil mendapatkan pinjaman senilai US$50 juta dari PT Bank OCBC NISP Tbk.

“Kita untuk tahun ini fokusnya bangun hotel budget,” kata General Manager Investor Relations Jakarta Setiabudi Anton Goenawan kepada VIVAnews di Jakarta.

Hotel Formule1 JSI

Selain itu, dalam keterbukaan informasi kepada PT Bursa Efek Indonesia, perseroan juga mengaku dana itu bisa digunakan untuk membangun hotel baru dan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan sejumlah hotel.

Diketahui, perseroan terkenal sebagai pengembang yang rajin membangun hotel di antaranya Grand Hyatt Bali, Bali Hyatt, Hyatt Regency Yogya, dan Hotel Mercure Resort Sanur, dan ercure Regency Hotel. (umi)

Nah, kita tunggu apa ada yang termotivasi untuk bersaing membangun berbagai properti agar bisa dijuluki raja properti. wait and see dechhhh??

 

Posted in: apa ya