Efek Negatif adegan berbahaya di film laga

Posted on December 28, 2010

0


beberapa kali kita melihat bahwa sering ada hal-hal yang sebenarnya di dunia nyata itu sangat berbahaya namun di film dianggap sangat mudah dilakukan. hal demikian, kemudian menjadi tanda tanya bagi yang belum dewasa secara pikiran maupun fisik untuk meniru atau membuktikan apa benar adegan berbahaya pada film itu mudah.

Adu Nyali, 2 Pelajar Terjun dari Jembatan
Selasa, 28 Desember 2010 | 08:50 WIB
KOMPAS/PEPIH NUGRAHA
Jembatan Barelang, Batam

Laporan wartawan Tribunnews Batam Ucu Rahman

BATAM, KOMPAS.com — Ricky Irawan (18) dan Harun (18), warga Bengkong, yang merupakan pelajar SMK Widya Batam, beradu nyali dengan cara melompat bebas dari atas Jembatan I Barelang, Minggu (26/12/2010) sekitar pukul 12.00 WIB.

Lompatan nekat tanpa alat pengaman tersebut mengakibatkan Ricky Irawan hilang terbawa arus laut yang bergerak deras ke arah Pulau Buluh, sedangkan Harun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batuaji karena mengalami muntah darah setelah berhasil diselamatkan Tansil, kawan satu gengnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua pelajar tersebut tidak sendirian. Mereka datang dalam satu kelompok geng pelajar sebanyak 12 orang yang berboncengan dengan enam buah sepeda motor. Ke-12 orang tersebut yaitu dua orang korban tersebut, Tansil, Randi, Andi, Gio, Gultum, Guntur, Jacky, serta tiga orang lainnya.

“Mereka semua warga Bengkong, rata-rata pelajar SMA,” ujar salah satu saksi mata yang tak mau namanya di koran. Rombongan tersebut tiba di Jembatan I Barelang sekitar pukul 11.00 WIB.

“Awalnya kami duduk sambil foto-foto dan rekam video pakai handycam di pinggiran jembatan,” ujar Tansil, saat diinterogasi polisi di Pospol Barelang, Minggu (26/12/2010).

Selang beberapa saat muncul ide dari kedua korban untuk melompat dari atas Jembatan I Barelang di sebelah kanan dari arah Tambesi untuk diabadikan videonya lewat rekamanhandycam yang dipegang oleh Guntur.

“Mereka berdua yakin sekali kalau bisa melompat, padahal kita sudah larang karena ombak besar,” tutur Andi.

Melihat kenekatan kedua korban, Tansil beserta kelima orang temannya yang lain turun ke bawah kolam jembatan menggunakan sepeda motor.

“Kami ke bawah (kolong jembatan) untuk menyelamatkan mereka takut ada apa-apa,” kata Tansil.

Tepat pukul 12.00 WIB, kedua korban pun melakukan aksi nekatnya itu. Sementara Guntur sudahstand by dengan handycam untuk merekam adegan berbahaya tersebut. “Yang loncat duluan Harun, selang 10 menit kemudian diikuti Ricky,” ujar Guntur.

Harun yang melompat pada giliran pertama berhasil muncul kembali ke permukaan dan berenang ke tepi laut meski ia sempat mengalami muntah-muntah. “Tapi sempat muntah darah, mungkin saat tiba di air laut kena bagian dadanya,” ujar Tansil.

Melihat Harun berhasil dan selamat ke pinggir laut, Ricky yang sudah ancang-ancang dari atas jembatan langsung melompat turun. “Nah giliran Ricky ini, saat jatuh ke laut lama sekali baru muncul ke permukaan. Munculnya pun seperti orang mengambang gitu, makanya saya langsung turun berenang menolong dia, sementara kawan-kawan yang lain urus Harun yang sudah sekarat,” ujar Tansil.

Namun sayang, usaha pertolongan tersebut sia-sia saat Tansil tak bisa meraih tangan Ricky. Karena kondisi tubuh Ricky yang sudah tak berdaya kembali diterjang arus laut yang sangat kencang. Tangan Tansil pun terlepas menggenggam tubuh Ricky. “Itulah saya kehilangan dia (Ricky), kalau saya pegang terus berarti saya juga ikut terbawa arus,” kata Tansil yang terlihat masih trauma dengan kejadian itu.

Menurut Tansil, kemungkinan besar Ricky terpukul bagian dadanya saat mendarat di atas air laut. Karena saat ditolongnya kondisi tubuh Ricky seperti orang pingsan dan tak bergerak sama sekali. Selang tak berapa lama tubuh Ricky hilang bersama derasnya arus air laut pada siang kemarin. “Kami berusaha cari bantuan ke pihak polisi di sini (Pospol Barelang), tapi terlambat, Ricky sudah menghilang di bawah arus,” kata Tansil.

Aparat kepolisian yang bertugas piket di Pospol Barelang hanya bisa menolong Harun yang dalam keadaan sekarat ke RSUD untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara pencarian terhadap Ricky terus dilakukan oleh beberapa nelayan setempat dan anggota kepolisian Sagulung yang langsung datang ke lokasi saat mendengar kabar tersebut.

Kapolsek Sagulung Ajun Komisaris M Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan, korban yang hilang belum berhasil ditemukan. Pihaknya bersama pihak Polisi Air serta Brimob masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban. “Kita sudah olah TKP, kejadian ini merupakan adu nyali dari kedua korban. Kesepuluh orang teman korban serta handycam yang digunakan untuk merekam adegan itu untuk sementara kita amankan dulu guna penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek di lokasi kejadian.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek meminta kepada orangtua yang memiliki anak sekolah agar lebih berhati-hati lagi mengawasi kegiatan anak-anaknya. “Kalau mau ke Barelang seharusnya harus ada yang mengawasi, atau orang yang dituakan yang bisa bertanggung jawab,” kata Kapolsek.

==============

 

AKSI TERJUN
Adu Nyali Terinspirasi dari Adegan Film
Selasa, 28 Desember 2010 | 09:32 WIB
Ilustrasi terjun bebas

 

Laporan  wartawan Tribunnews Batam Ucu Rahman

BATAM, KOMPAS.com – Kanit Reskrim Ipda Dasta Analis mengungkapkan aksi terjun Ricky Irawan (18) dan Harun (18) warga Bengkong, pelajar SMK Widya Batam dari atas Jembatan I Barelang lantaran terinspirasi oleh film-film barat yang ditonton mereka di televisi.

“Mereka (kedua korban) ingin mengabadikan adegan berbahaya itu di video pada pengunjung tahun 2010,” terang dia.

Hingga Senin (27/12/2010) sore pencarian oleh tim gabungan baik dari Polsek Sagulung, Polresta Barelang, Brimob Polda Kepri dan Polair masih terus melakukan penyisiran dilokasi jembatan Barelang. Tim ini membagi tugas sampai ke Pulau Akar dimana arah arus laut mengalir.

Proses pencarian sempat menemukan titik terang dimana ditemukan jaket abu-bau merek Adidas yang diduga milik korban. “Sejauh ini penyisiran masih terus dilakukan, tim kami menemukan jaket milik korban di Pulau Akar,” ujarnya.

Perihal penemuan jaket tersebut diduga karena kencangnya arus air yang berputar di lokasi kejadian menyebabkan jaket yang dikenakan korban terlepas dan terbawa arus ke pinggiran pulau Akar. “Memang arusnya lumayan deras dan berputar,” tutur Kanit Reskrim.

Penyisiran tersebut kata Kapolsek akan terus di lakukan sampai tujuh hari kedepan dari hari kejadian. “Sesuai dengan standard operational procedure (SOP),” tuturnya

 

Advertisements
Posted in: misteri