waduh prediksi tahun baru 2011 kok kurang menyenangkan

Posted on December 30, 2010

0


iya. sedikit tidak menyenangkan. tak lain karena prediksi bahwa tingkat tindak kejahatan atau kriminalitas kian meningkat. Itu sih menurut versi pihak kepolisian.

2011, Aksi Premanisme Akan Meningkat
Aksi premanisme yang berujung pembunuhan kerap terjadi sepanjang 2010.
KAMIS, 30 DESEMBER 2010, 12:48 WIB

Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra

Razia preman di Jakarta (Antara/Khalsa)

VIVAnews – Aksi premanisme masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kepolisian Daerah Metro Jaya. Sepanjang tahun 2010, aksi kejahatan jalanan kerap kali terjadi bahkan menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan catatan VIVAnews.com, aksi premanisme yang berujung pembunuhan terjadi pada 29 September lalu di Jalan Ampera akibat bentrokan dua massa di luar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, saat sidang digelar.

Ada pula bentrokan yang terjadi saat upaya penggusuran makam Mbah Priok. Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Lebih dari 20 mobil dibakar dalam kejadian ini. Belum ada kejelasan kasus ini mengenai siapa yang bertanggungjawab.

Pejabat dari Pemrov DKI dan Pemkot Jakarta Utara tak ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kasus ini tetap berjalan dan masih dalam penyelidikan.

“Kurang alat bukti seperti rekaman kejadian, namun kasusnya tetap berjalan,” kata Kapolda Irjen Sutarman.

Aksi premanisme lainnya yang mencolok terjadi pada tanggal 12 September lalu. Meski tak mengakibatkan korban jiwa namun pengeroyokan yang ditengarai sengaja dikordinasi salah satu organisasi massa keagamaan mengakibatkan pendeta Asian Lumban Toruan dan Luspida Simanjuntak terkena luka tusuk.

Sebanyak 13 orang, diantaranya Murhali Barda diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang kini telah lengkap atau P 21.

Di tahun 2011, Kapolda memprediksikan premanisme menunjukkan kecenderungan peningkatan. Dirinya berharap, agar anggota kepolisian yang bertugas di bawah payung hukum Polda Metro Jaya untuk lebih meningkatkan pengawasan, maupun koordinasi dan kerjasama lintas sektoral secara terpadu dan sinergis sehingga tercipta Kantibmas yang kondusif.

Termasuk terhadap perkembangan modus operasi kejahatan baik konvensional maupun transnasional crime yang semakin canggih seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sementara untuk masyarakat, Kapolda mengingatkan senantiasa menjaga dan meningkatkan kepekaan terhadap segala bentuk gangguan Kantibmas (security awarness).

Di sisi lain, aksi premanisme tidak terlepas belum berhasilnya Pemprov DKI untuk mengentaskan keberadaan anak jalanan (anjal) di wilayah Jakarta. Mengingat saat ini masih terdapat sekitar 2.200 anjal masih berkeliaran di wilayah ibukota.

Jumlah tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI, Kian Kelana, berdasarkan data jumlah anak jalanan  yang ada di Jakarta yang sebanyak 6.500 orang. Dari jumlah tersebut 3.500 anak diantaranya tengah dibina di 33 rumah singgah.

Sedang 800 anak lainnya masih ditampung di rumah panti. Artinya sekitar 2.200 anak jalanan masih berkeliaran di jalan.

“Sesuai dengan program pemerintah pusat yang menginginkan Jakarta bebas anjal pada 2011, maka kami akan terus berupaya melancarkan program sehingga ribuan anjal tersebut tertarik untuk dibina,” ujarnya.

Yach..kalau memang kejahatan meningkat, tentu ada sebab. sederhana saja, rakyat Indonesia perlu manajemen negara yang profesional. Percaya atau tidak, kita akui bahwa manajemen negara kita masih kurang profesional di semua lini.

Perbaiki itu saja, saya yakin tingkat kejahatan yang meningkat itu akan menurun dengan tajam.

Posted in: berita 4