Okto Maniani lewat ajang AFF 2010 dipuji kolumnis ESPN, John Duerden

Posted on January 2, 2011

0


Meski ajang AFF 2010 telah usia, namun ternyata penampilan timnas Indonesia mendapat banyak perhatian. salah satunya dari ESPN, stasiun televisi olah raga kelas dunia  yang melihat banyak talenta  muda terpendam muncul  Indonesia. Salah satunya yang dipuji penampilannya adalah Okto Maniani yang dianggap cukup layak tampil di ajang Eropa.

ESPN: Okto Layak Main di Eropa
Minggu, 02 Januari 2011 | 20:30 WIB
AFP

Oktovianus Maniani (2 dari kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemain depan Sriwijaya FC Oktovianus Maniani masuk dalam daftar 10 pemain potensial di Asia dan layak bermain di Eropa, dikutip dari tulisan kolumnis ESPN, John Duerden, dalam ESPNsoccernet, Minggu (3/1/2011).

Menurut Duerden, penampilan Okto yang menerobos sayap kiri sangat enak ditonton dalam Turnamen AFF Cup 2010.

Okto menjadi pilihan utama di enam pertandingan, dan hanya absen di laga pamungkas akibat akumulasi kartu kuning. Dengan dribble ciamik dan lari kencang, Duerden menjuluki Okto “Ryan Giggs dari Indonesia”. Sayang, kemampuan olah bola belum diimbangi umpan dan tembakan akurat, layaknya legenda Manchester United itu.

Ia melihat Okto harus bisa mengikuti jejak Giggs dan tampil konsisten. Pada usia 20, pemain Sriwijaya FC ini merupakan anggota termuda dalam Pasukan Garuda. Duerden menilainya masih mentah. Tapi justru itu yang membuatnya makin menarik untuk dilihat. Dia yakin Okto bisa meningkatkan kemampuannya berolah bola.

Daftar 10 pemain potensial Asia tulisan Jhon Duerden “Eastern Promise”:

  • 1. Deng Zhuoxiang (Shandong, Cina)
  • 2. Ismail Matar (Al Wahda, Uni Emirat Arab)
  • 3. Koo Ja Cheol (Jeju United, Korea Selatan)
  • 4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United, Thailand)
  • 5. Yasser Al Qahtani (Al Hilal, Arab Saudi)
  • 6. Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC, Indonesia)
  • 7. Karim Ansarifard (Saipa, Iran)
  • 8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse, Jepang)
  • 9. Alexander Geynrikh (Pahktakor, Uzbekistan)
  • 10. Firas Al-Khatib (Al Qadsia, Suriah).

Satu hal penting lagi perlu dijadikan pelajaran bagi pesepakbola-pesepakbola muda  Indonesia agar tidak terkecil hati. hal ini masuk akal, mengingat selama ini kita sering merasa minder dengan postur tubuh Asia yang kalah cepat dan kuat dibandingkan dengan negara-negara Eropa, Amerika Latin atau Afrika yang tinggi dan kuat. Bahkan tentu kita ingat bahwa banyak juga pemain-pemain negara eropa, amerika latin atau afrika yang posturnya tidak beda jauh dengan Asia namun bisa berprestasi di liga-liga besar.

Jadi kita sebagai pemain Asia tidak perlu merasa minder dan tertekan dengan kondisi fisik atau postur tubuh yang biasa-biasa saja atau di bawah rata-rata. yang terpenting, adalah visi dan skil bermain bolanya setara atau memenuhi standar. Dengan kata lain, tingkat stamina tubuh dan kecepatan dan teknik bola yang sejajar atau setara sehingga bisa bermain bagus dan diterima di liga-liga besar nantinya.

 

 

 

 

Posted in: sepakbola 3