LSI mengalah demi Irfan Bachdim main di LPI

Posted on January 4, 2011

0


Sengketa LSI dan LPI sebagai buntut dari perbedaan prinsip mereka, ternyata tidak menutup pintu pemain bintang bisa lebih berkembang dan bersinar. Sikap positif yang ditunjukkan LSI sudah jelas dengan mementahkan isi kontrak dan memilih untuk kepentingan bersama. hal ini ditunjukkan dengan diperbolehkan Irfan Bachdim bermain di LPI.

Bachdim Bebas Tinggalkan Persema Malang
Senin, 03 Januari 2011 | 19:40 WIB

KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI

Ekspresi pemain Indonesia, Irfan Haarys Bachdim, usai mencetak gol pada pertandingan Piala Suzuki AFF 2010 melawan Laos di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/12/2010). Pertandingan ini berakhir 6-0 untuk kemenangan Indonesia dan memastikan masuk ke babak semifinal.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujung tombak tim nasional Indonesia Irfan Haarys Bachdim bisa tersenyum terkait dengan kontraknya bersama Persema Malang. Irfan Bachdim bisa meninggalkan “Laskar Ken Arok” yang pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI).

“Kalau Irfan mau keluar dari Persema, dia aman karena saya sudah mempelajari kontrak pemain. Isi kontraknya, hubungan kedua pihak hanya untuk bermain di ISL (Liga Super Indonesia),” ungkap Direktur Hukum dan Peraturan PSSI Max Boboy di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (3/1/2011).

Max Boboy mengakui, jika Irfan Bachdim memilih meninggalkan Persema, itu tidak ada masalah. “Dan tidak ada penalti yang mengharuskannya membayar kontrak dua kali lipat,” tutur Max Boboy.

Pihak Persema lewat manajernya, Asmuri, sempat mengancam Irfan. Pemain blasteran Indonesia-Belanda ini harus menebus dua kali lipat kontrak jika memutusnya di tengah jalan. Hal itu terjadi terkait ancaman PSSI yang akan mencoret pemain timnas yang memperkuat klub di LPI.

Dalam kutipan kontrak, Irfan memang jelas disebut bahwa kontrak itu hanya untuk kompetisi di bawah naungan PSSI. “Pihak pertama dan kedua terlebih dahulu menerangkan sebagai berikut: bahwa pihak pertama adalah manajer tim Persema (Asmuri), anggota Indonesian Super League (ISL).”

Pihak kedua, papar Max Boboy, adalah pemain sepak bola profesional, yang pada saat kerja sama ini ditandatangani, tidak terikat kerja sama dengan klub sepak bola mana pun (Irfan Bachdim).

“Dalam semua ketentuan pasal-pasal perjanjian ini, yang disebut dengan kompetisi antara pihak kedua dan pertama hanya merujuk kepada kompetisi dan/turnamen yang diselenggarakan BLI/PSSI/AFF/AFC dan/kompetisi lain yang mendapatkan persetujuan PSSI yang diikuti pihak pertama,” papar Max Boboy.

Hal inilah yang disebut Max Boboy memperkuat posisi Irfan. Pemain berusia 22 tahun itu dikontrak semusim oleh Persema.

“Jelas perjanjian pemain itu mengatur untuk bermain di kompetisi ISL. Di luar itu, tidak ada kewajiban bagi pemain untuk ikut ambil bagian di luar kontrak itu. Karena itu, jika Persema ikut liga lain di luar ISL, pemain tak ada masalah keluar dari Persema,” ungkap Max Boboy.

Sementara itu, Pelatih Persema Malang Timo Scheunemann yang berjasa dalam mendatangkan Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan ke Persema mengaku tidak mengikat Irfan dan Kim.

“Saya serahkan kepada mereka berdua, ingin tetap atau hengkang dari Persema demi karier sepak bola mereka. Toh mereka di Persema tidak ada hitam di atas putih kok. Tapi, saya berharap mereka berdua masih loyal sama saya di Persema,” tutur Timo Scheunemann.

 

Sumber : tribunnews.com

 

 

Advertisements
Posted in: sepakbola 3