Atasi niat bunuh diri dengan Hubungi Hotline 50454

Posted on January 6, 2011

0


Ketika kita sering membaca berbagai berita di surat kabar ternyata bahwa para pelaku bunuh diri adalah pribadi yang tertutup. Sehingga ketika sedang menghadapi persoalan, tidak ada niat untuk mengungkapkan persoalannya kepada pihak lain, padahal itu adalah satu-satunya kunci menghindarkannya dari niat bunuh diri yang lebih besar.

Jangan Bunuh Diri, Hubungi Hotline 50454
Pelaku bunuh diri umumnya bersikap amat tertutup dan enggan menceritakan persoalan mereka.
KAMIS, 6 JANUARI 2011, 17:41 WIB

Ismoko Widjaya, Bayu Galih

Ilustrasi korban bunuh diri

VIVAnews – Bunuh diri seperti sedang menjadi tren di Jakarta. Dalam kurun waktu dua bulan belakangan, sudah terjadi enam peristiwa bunuh diri dengan cara terjun dari lantai atas pusat perbelanjaan ataupun gedung tinggi lainnya.

Pelaku bunuh diri umumnya bersikap amat tertutup dan enggan menceritakan persoalan yang menghimpitnya kepada orang lain. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan kini memasang sambungan telepon langsung atau hotline yang khusus ditujukan untuk menampung berbagai keluhan warga.

Dengan fasilitas ini, penelepon dapat leluasa menceritakan dan membagi segala permasalahannya kepada petugas tanpa harus khawatir identitasnya diketahui orang lain. Diharapkan, layanan ini dapat mengurangi angka bunuh diri.

“Kami punya hotline 50454. Itu untuk menampung curhat orang,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Kantor Presiden, Kamis, 6 Januari 2011.

Percakapan melalui sambungan itu bertujuan untuk memberikan relaksasi pikiran si penelepon. Tapi, petugas tak akan memberikan advis apa-apa.  “Tugas utama kami memang hanya mendengarkan,” Endang menjelaskan.

Beberapa waktu belakangan ini, Jakarta digemparkan rangkaian kasus bunuh diri. Yang terakhir, terjadi Selasa kemarin ketika Hendrik Cendana mengempaskan diri dari lantai tiga Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat. Tewas mengenaskan.

Selang kurang dari 4 jam, di hari yang sama, Iwan (37 tahun) juga melompat dari Lantai 9, Hotel Boetiq Kamar 909, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Usaha bunuh diri warga Jalan Mangga Besar XVIII ini tak berhasil.

Sehari sebelumnya, Agus Wartono terjun dari lantai 6 Blok M Square. Diduga depresi setelah diserang stroke. Pada 28 Desember 2010, Gendra Aldysa terjun dari lantai 15 Apartemen Hamtons Park, Cilandak, Jakarta Selatan. Persoalannya sepele. Dia bunuh diri gara-gara tak diberi uang oleh orangtuanya untuk menonton final Piala AFF 2010.

Pada 20 Desember 2010, giliran FX Plaza. Kuang Young meloncat dari lantai 3 dan tewas seketika. Lalu 30 November 2010. Seorang pria tewas bunuh diri setelah melompat dari lantai 4 Mal Ciputra.

Di hari yang sama, insiden serupa terjadi di Gajah Mada Plaza. Pelakunya adalah Suhunan Sjahrir, 44 tahun. Dia meloncat dari lantai 7 dan tewas dengan kepala berantakan. (kd)

Kini kita sadar bahwa pergaulan itu penting karena dengan bergaul kita bisa membuka wawasan atau ketika sedang menghadapi persoalan, paling tidak kita bisa menumpahkan keluhan dan kekecewaan kita dan hal itu menjadi kunci penting menstabilkan emosi kita  sehingga bisa berjalan normal kembali.