ingin sepakbola fairplay, Persibo Indonesia Luncurkan Tim LPI

Posted on January 7, 2011

0


Berbagai persoalan yang ada di dalam persepakbolaan memunculkan banyak kesimpangsuran. Persibo menjawab kesimpangsuaran itu dengan bicara tentang LPI.

 

Persibo Indonesia Luncurkan Tim LPI
Jumat, 07 Januari 2011 | 11:26 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Persibo Bojonegoro resmi bergabung ke Liga Primer Indonesia dan berganti nama Persibo Indonesia. Acara peluncuran tim Persibo berlangsung di mes Persibo, Jumat (7/1/2011) di Jalan Untung Suropati Bojoneggoro, Jawa Timur.

Manajer Persibo Indonesia Taufik Risnendar menjelaskan Liga Primer Indonesia  (LPI) merupakan alternatif yang bagus menuju sepak bola profesional. Selain itu, tim yang telah keluar dari Liga Super Indonesia itu ingin menjadi tim mandiri. Dia berharap dengan manajemen baru, tata keuangan bisa dikelola dengan lebih baik. LPI tidak gratis. Aset-aset akan dihitung, pembinaan internal termasuk kompetisi U-21 berjalan.

“Persibo berani keluar dari Indonesia Super Legue dengan gentle terutama soal transparansi dana dan anggaran. Masyarakat saya pikir sudah tahu mana yang baik dan yang buruk. Jangan diprovokasi untuk tarik-menarik kepentingan,” paparnya.

Pelatih Persibo Indonesia, Sartono Anwar (64), menjelaskan, bergabungnya Persibo lebih dari sisi teknis lapangan. Setiap pertandingan selalu di bawah bendera fair play, tetapi praktiknya antifair play. Sepak bola dibuat tidak benar oleh orang-orang bola sendiri.

“Saya kecewa selama ini banyak (orang) munafik. Maka, adanya LPI sangat menguntungkan,” kata mantan pelatih PSIS Semarang itu.

Menurut Sartono, sebanyak 18 tim di Liga Super Indonesia (LSI) masing-masing memiliki lima pemain asing. Akibatnya, banyak pemain lokal yang kehilangan kesempatan untuk bermain. Selain itu, ada skenario untuk memenangkan satu tim. “Kompetisi baru berjalan dua pertandingan kok sudah tahu siapa yang bakal juara, siapa yang bakal terdegradasi,” ujar Sartono.

Salah seorang pemain Persibo, Aris Tuansyah, menyatakan, pemain sempat bingung soal wacana Persibo bergabung LPI. Setelah dapat penjelasan dari manajer, ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Selama di LSI, kata Aris, pemain sering telat gaji hingga dua bulan.

“Kami pemain bekerja untuk tim agar berprestasi demi menafkahi anak istri. Kini di LPI pemain sudah tenang, kami butuh penghasilan dengan janji hak-hak beres. Kami ingin Persibo meraih prestasi terbaik dan tertinggi untuk kompetisi perdana di LPI. Kami mohon dukungan total masyarakat agar tidak terpecah-pecah,” katanya.

Sementara itu, Basyar selaku Presiden Boromania, pendukung Persibo, mengharapkan agar pencinta bola menyelamatkan Persibo dengan memberi dukungan penuh kepada tim untuk bergabung di LPI. “Bagi teman-teman yang belum paham, bisa tanya ke saya dan manajer. Demo penolakan (masuk LPI) sebelumnya bukan berasal dari Boromania. Saya mau pimpin Boromania asalkan rukun,” katanya.

Chief Executive Officer Ferry Kodrat menyatakan, pemain Persibo sudah kuat menghadapi tim lain. “Saya yakin tim Persibo sudah bagus, apalagi Syamsul Arif bisa gabung di Persibo dan dia layak jadi bintang. Saya minta Pak Sartono mampu mencetak satu pemain tangguh dan tim yang baik. Total dana yang disiapkan untuk Persibo Rp 34 miliar,” kata Ferry.

 

 

 

Posted in: sepakbola 3