Laporan keuangan PSSI dipertanyakan

Posted on January 8, 2011

2


Dampak dari suksesnya ajang AFF 2010 dengan meraup untuk luar biasa besar justeru telah menimbulkan berbagai spekulasi tentang pengelolaan keuangan yang ditangani PSSI sebagai organisasi induk. Hal ini wajar mengingat bahwa organisasi persepakbolaan yang profesional sangat berpengaruh terhadap perkembangan prestasi dunia persepakbolaan tanah air.

PSSI Didesak Buka Laporan Keuangan

SABTU, 08 JANUARI 2011 | 06:46 WIB

Emerson Yuntho (kedua kiri)saat jumpa pers di ICW, Jakarta (7/1). ANTARA/Reno Esnir

 

TEMPO InteraktifJakarta – Koalisi organisasi masyarakat Save Our Soccer menuntut Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia membuka informasi mengenai pengelolaan anggarannya. Menurut anggota koalisi Emerson Yuntho, transparansi itu penting untuk menepis kecurigaan adanya kolusi dan korupsi di PSSI.

Emerson, yang juga Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch, menilai selama ini organisasi induk sepak bola Indonesia itu tidak pernah memberikan informasi tentang keuangan mereka ke publik. “Bahkan di website juga tidak ada,” ujarnya di kantor ICW, Jakarta, kemarin.

Emerson menegaskan, PSSI harus melakukan transparansi karena badan publik. Apalagi PSSI juga menerima dana anggaran pendapatan dan belanja negara. Tahun lalu, misalnya, organisasi yang diketuai Nurdin Halid ini telah menerima Rp 20 miliar dari ABPN perubahan. Tahun ini anggaran untuk PSSI mencapai Rp 80 miliar.

Menurut Emerson, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2010 tentang Keterbukaan Informasi Publik menyatakan setiap badan publik wajib memberikan informasi kepada masyarakat.

Koalisi yang melibatkan organisasi suporter Persija (Jakmania) ini, kata Emerson, akan membuka pos tuntutan transparansi PSSI ke publik. Formulir aspirasi masyarakat akan dikumpulkan untuk memperoleh laporan audit keuangan PSSI enam tahun terakhir, termasuk anggaran dan pendapatan PSSI selama mengelola pergelaran Piala AFF 2010 lalu.

Mereka berharap bisa mendapatkan seribu lembar lebih formulir untuk disampaikan ke PSSI pada 17 Januari mendatang. “Jika setelah 17 hari pasca-permintaan itu tidak direspons, akan kami sengketakan ke Komisi Informasi,” kata Bejo Untung, Koordinator Koalisi Masyarakat untuk Keterbukaan Informasi.

Aduan juga akan diteruskan ke kantor pusat Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) di Swiss. Mereka berharap Nurdin Halid terbuka. “Kalau bersih, kenapa risi?” kata Emerson, mengutip iklan layanan masyarakat.

Bendahara PSSI Achsanul Qosasi menyatakan pihaknya bersedia menanggapi tuntutan transparansi tersebut, termasuk membuka informasi pengelolaan tiket Piala AFF 2010. “Tidak masalah, bagus juga itu,” kata Achsanul melalui pesan pendeknya kemarin.

Menurut dia, organisasi bakal membuka hasil audit itu pada saat Kongres PSSI pertengahan tahun ini. Setiap tahun, kata dia, lembaganya telah diaudit akuntan publik.

REZA MAULANA | ISMA SAVITRI | EZTHER LASTANIA

Nampaknya kesungguhan transparansi memang perlu mengingat bahwa perjalanan panjang suatu organisasi mesti dibarengi dengan kematangan dalam mengelola sumber-sumber keuangan.


Advertisements
Posted in: sepakbola 3