Cari tau dikit-dikit tentang Valentino Rossi

Posted on January 10, 2011

0


Sebenarnya nama Rossi itu kukenal saat temenku bicara tentang bola. Itu pemain tempo dulu. Kemudian juga ada Rossi juga di bola bagus bedanya dia di posisi tengah di timnas Italia . Nah, kalau ini beda lagi, kalau ini memang panggilannya sama juga Rossi, hanya depannya yang kemudian memperjelas posisinya bermain bukan di olahraga bola, namun balap sepeda motor. Tentu kita pernah ingat pernah iklan Yahama dengan pelawak Indonesia. memang nampak tidak garang saat tampil dengan Komeng. tapi jangan tanya saat memainkan gas saat bermain di surkuit. dia jagonya. nah, ini sedikit tentang Rossi, agar tidak keliru kusebut lengkap, Valentino Rossi.

Besok, Rossi Bakal “Merah” di Wrooom
Senin, 10 Januari 2011 | 23:16 WIB

AFP

Valentino Rossi (kanan) mendengar bisikan dari Direktur Ducati Corse, Filippo Preziosi.

 

KOMPAS.com – Juara dunia tujuh kali MotoGP, Valentino Rossi, untuk pertama kalinya akan tampil di depan publik dengan warna merah, yang merupakan “pakaian” kebesaran Ducati. Pasalnya, selama pekan ini berlangsung Wrooom Press Ski Meeting.

Acara tersebut merupakan event tahunan Ducati bersama dengan tim Ferrari F1, yang mulai berlangsung di Madonna di Campiglio, Italia, pada Senin malam ini. Tetapi, diperkirakan daya tarik terbesar terjadi pada Selasa, ketika Rossi–begitu juga dengan rekan setimnya, Nicky Hayden–ikut ambil bagian dalam konferensi pers.

Sebenarnya, Rossi telah melakukan debutnya bersama Ducati pada tes post-season di Valencia awal November lalu, tetapi pada waktu itu “The Doctor” tampil dengan warna hitam. Nah, hari Selasa nanti Rossi untuk pertama kalinya akan mengenakan warna kebesaran tim asal Italia tersebut, untuk berbicara kepada publik tentang Desmosedici.

Sehari setelah itu (Rabu, 12/1/11), publik bisa melihat Desmosedici GP11, yang secara resmi akan diperkenalkan. Dalam kesempatan itu pula bisa disaksikan bagaimana bentuk dan penampilan motor yang akan dipakai Rossi-Hayden, sekaligus ada jumpa pers dengan manajemen Ducati. Menurut jadwal, Ducati akan mendominasi aktivitas event tersebut pada hari Kamis.

Rossi, yang mengalami cedera bahu dan patah kaki pada musim lalu–dan kehilangan gelar juara dunia yang jatuh ke puncak rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo–akan menunggang Ducati “yang asli” untuk pertama kalinya di Sepang, Malaysia, pada 1-3 Februari. Pasalnya, saat itu merupakan latihan resmi perdana pra-musim MotoGP 2011.

Pebalap berusia 31 tahun ini membuat keputusan pindah ke Ducati setelah dua kali membela tim Jepang, yaitu Honda dan Yamaha. Dengan keberaniannya hengkang ke Ducati, maka Rossi mengincar sebuah sejarah besar, yaitu pebalap yang pertama kali dalam sejarah kelas 500cc/MotoGP, memenangi gelar juara dunia dengan tiga pabrikan berbeda.

Sumber :crashnet

===========

MOTOGP
Ducati Cemaskan Kondisi Rossi
Kamis, 23 Desember 2010 | 09:48 WIB

CRASH

Valentino Rossi, ketika tes post-season bersama Ducati pada awal November 2010.

KOMPAS.com – Manajer olahraga Ducati, Filippo Preziosi, menegaskan bahwa saat ini dia mencemaskan program latihan Valentino Rossi, yang mungkin saja terganggu. Pasalnya, “The Doctor” masih dalam proses penyembuhan cedera bahu pascaoperasi.

Kami harus meminta kepadanya untuk tidak terlalu banyak melakukan tes. Temperatur di Sepang sangat tinggi dan kondisinya sangat ekstrim
— Filippo Preziosi

 

Pebalap Italia, yang telah menjadi legenda MotoGP tersebut, musim depan bergabung dengan Ducati setelah meninggalkan Yamaha. Tetapi, persiapan juara dunia sembilan kali balap motor tersebut sedikit terganggu karena harus menjalani operasi bahu, usai melakukan tes post-season di Valencia pada November lalu. Cedera bahu itu menimpanya akibat kecelakaan saat insiden Motocross awal musim 2010.

Dalam sebuah wawancara dengan Motosprint, Preziosi mengonfirmasi bahwa kebugaran Rossi mengkhawatirkan. Ini membuat dia agak pesimistis Rossi tak bisa tampil maksimal dalam tes resmi perdana 2011 di Malaysia, awal Februari nanti.

“Saat ini, hal yang mencemaskan saya bukan masalah teknis,” ujar Preziosi.

“Saya tidak bisa membayangkan ketika dia membutuhkan kondisi fisik yang bagus untuk tampil agresif di trek. Valentino akan datang ke Sepang setelah pemulihannya berlangsung bagus dari sudut pandang medis, tetapi secara fisik kondisinya masih jauh dari harapan. Selain itu, dia tidak istirahat selama musim dingin, tetapi harus berusaha untuk memulihkan kondisi.

“Valentino tidak akan memiliki kesempatan untuk beristirahat, sementara bagi para pebalap pada level tersebut, hal itu sangat penting. Beruntung, dia memiliki mental yang super tangguh, sehingga secara psikis dia akan mengikuti balapan dengan mantap.”

Dengan alasan kondisi fisik itu, menurut Preziosi, bukan mustahil Rossi tak memiliki banyak kesempatan melahap banyak lap saat ujicoba. Padahal, untuk mengenal karakteristik Ducati, perlu waktu yang cukup panjang saat melakukan tes.

“Kami harus meminta kepadanya untuk tidak terlalu banyak melakukan tes,” jelas Preziosi. “Temperatur di Sepang sangat tinggi dan kondisinya sangat ekstrim.

“Prioritasnya adalah dia cepat pulih 100 persen selama musim dingin, sehingga pada Februari dan Maret nanti tak masalah mengorbankan banyak informasi tambahan dari ujicoba di trek.

“Kami harus bisa melakukannya tanpa semua tes seperti yang diinginkan, karena lebih baik demikian, daripada memaksa Valentino melakukan aktivitas yang berlebihan tetapi proses pemulihannya berjalan lambat.

“Karena itu, kami hanya perlu waktu sedikit untuk dia latihan demi pengembangan motor. Saya tidak ingin mengambil risiko Valentino berada dalam kondisi di bawah 100 persen hanya karena terlalu lelah akibat latihan. Kami harus menyimpan energinya selama musim dingin.

“Tetapi yang pasti, kami harus memastikan dia akan kembali ke trek karena dia tentu ingin memahami dan mengembangkan motor sebisa mungkin. Untuk melakukan itu, dia akan melakukan latihan.”

============
MOTOGP
Yamaha Abaikan Ultimatum Rossi
Kamis, 25 November 2010 | 18:04 WIB

AFP/JAVIER SORIANO

Valentino Rossi (kanan) bersalaman dengan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, usai GP Valencia, Minggu (7/11/10). Ini jadi salam perpisahan, karena setelah GP Valencia, Rossi memulai “hidup” baru dengan Ducati yang menjadi timnya mulai MotoGP musim 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan juara dunia kelas 500 cc, Wayne Gardner, menegaskan bahwa sebuah kesalahan besar jika orang sudah mencoret nama Valentino Rossi dari daftar calon juara dunia MotoGP 2011. Hal itu terasa lebih jika mengacu hasil uji coba pasca-musim di Valencia beberapa waktu lalu.

Memang, performa “The Doctor” dalam tes setelah seri terakhir di Valencia, awal November lalu, tak terlalu meyakinkan. Dalam debutnya bersama Ducati, juara dunia tujuh kali kelas premier tersebut hanya mampu berada di posisi 15 daftar waktu tercepat, dari total 17 pebalap.

Tampaknya, semua orang melalui media Italia sudah mencoret Valentino Rossi untuk musim 2011. Tetapi yakinlah kepada saya, tipe pemikiran seperti ini adalah sebuah kesalahan besar.
— Wayne Gardner

 

Tak heran, banyak orang yang mulai meragukan kemampuan pebalap Italia tersebut, yang sedang dalam proses pemulihan cedera bahu pasca-operasi. Namun, tidak demikian bagi Gardner karena, menurutnya, perubahan waktu dan teknik akan membuat skuad Italia (pebalap dan tim) tersebut patut diperhitungkan.

“Tampaknya, semua orang melalui media Italia sudah mencoret Valentino Rossi untuk musim 2011,” tulis Gardner di situs pribadinya,waynegardnerapproved.com.au. “Kelihatannya, semua orang menilai bahwa perpindahannya (dari Yamaha ke Ducati) adalah perjudian yang salah, dan tahun depan akan menjadi musim yang mengecewakan.

“Tetapi yakinlah kepada saya, tipe pemikiran seperti ini adalah sebuah kesalahan besar.

“Sementara banyak orang menaruh harapan besar terhadap Rossi agar langsung ngebut, saya malah tidak terkejut dengan apa yang diraih. Saya sudah pernah mengendarai mesin Ducati MotoGP pada waktu yang lalu dan tahu bahwa mereka memiliki motor yang sangat aneh. Mereka perlu waktu dan perlu sebuah teknik yang berbeda supaya bisa membalap dengan cepat.”

“Mungkinkah Rossi terkejut dengan bagaimana rasa motor sampai dia akhirnya membuang kakinya ke atas? Mungkin saja, meskipun kami tidak tahu dengan pasti apa yang sebenarnya dia pikirkan. Namun, saya pikir ada sebuah kesempatan bagus bagi Vale sekarang, untuk bisa lebih baik dari kemampuan Casey (Stoner).”

“Akan tetapi, coba resapi kata-kataku ini: Rossi dan timnya akan membuat kemajuan penting. Semua orang cenderung melupakan dengan sangat cepat apa yang sudah dicapai dan bagaimana kualitasnya. Orang terlalu cepat menghapus peluangnya ketika Vale mungkin kesulitan dalam beberapa seri pertama karena waktu uji coba yang sedikit.

“Bagian yang krusial adalah bagaimana pabrik dengan cepat merespons kebutuhan Rossi. Saya yakin mereka sudah mempersiapkannya untuk aspek ini.”

Gardner juga berkomentar tentang perseteruan Rossi-Yamaha terkait tes pascamusim balap. Menurutnya, jika Yamaha tak mau melepas Rossi untuk melakukan uji coba di Valencia pada awal November lalu, maka hal itu akan menyisakan sebuah persoalan yang cukup besar untuk musim 2011.

Sepanjang kariernya, Rossi lebih banyak memperkuat tim Jepang. Kali terakhir menunggang motor non-Jepang bagi Rossi terjadi ketika ia bergelut di kelas 250 cc pada tahun 1999, kala memperkuat Aprilia. Kini, Rossi melakukan hal serupa, meskipun bersama Ducati. Bersama tim itu, dia akan melakukan tes tahap berikutnya di Sepang, Malaysia, awal Februari 2011.

===============
Yamaha Abaikan Ultimatum Rossi
Kamis, 25 November 2010 | 18:04 WIB

AFP/JAVIER SORIANO

Valentino Rossi (kanan) bersalaman dengan rekan setimnya di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, usai GP Valencia, Minggu (7/11/10). Ini jadi salam perpisahan, karena setelah GP Valencia, Rossi memulai “hidup” baru dengan Ducati yang menjadi timnya mulai MotoGP musim 2011.

KOMPAS.com — Yamaha membuat keputusan yang berani untuk menjawab “tantangan” Valentino Rossi. Tim pabrikan Jepang ini tak mau menuruti ultimatum Rossi, yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Ducati, lantaran Yamaha bersikeras untuk mempertahankan Jorge Lorenzo.

Memang, selama berbulan-bulan muncul rumor bahwa Rossi memberikan dua pilihan kepada Yamaha saat GP Perancis di Le Mans, pertengahan Mei lalu. “The Doctor” menegaskan bahwa dia akan memperpanjang kontrak berdurasi dua tahun jika Lorenzo didepak.

Dengan Valentino, kami mengajukan proposal perpanjangan kontrak selama dua tahun, tetapi kami juga sudah menjelaskan dari awal bahwa tim menginginkan Jorge dan Valentino tetap bersama-sama.
— Lin Jarvis, Bos Yamaha MotoGP

 

Namun, bos Yamaha, Lin Jarvis, membantah rumor mengenai ultimatum dari pebalap berusia 31 tahun tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa Yamaha bahagia jika tetap memiliki dua pebalap top tersebut.

“Dengan Valentino, kami mengajukan proposal perpanjangan kontrak selama dua tahun. Namun, kami juga sudah menjelaskan dari awal bahwa tim menginginkan Jorge dan Valentino tetap bersama-sama.”

“Kami sadar, hal tersebut pasti sulit dan tentu saja sangat tidak mudah dalam tiga tahun terakhir karena kami juga melihat perkembangan kecepatan Jorge. Kami juga memandang rivalitas di antara kedua pebalap juara tersebut tumbuh. Tidak mudah untuk meneruskan itu, dan segalanya sudah diberikan.”

“Saya pikir, fakta bahwa Casey (Stoner) pindah ke Honda berarti bahwa para kompetitor kami sudah sangat lapar dan keputusan akhirnya adalah Valentino pergi ke Ducati dan Jorge memutuskan untuk bertahan.”

=============
PERBANDINGAN DEBUT DI DUCATI
Rossi Kalah dari Stoner, Hayden, Marco
Jumat, 10 Desember 2010 | 21:48 WIB

AFP
Valentino Rossi (kanan) mendengar bisikan dari Direktur Ducati Corse, Filippo Preziosi.
KOMPAS.com – Ketika Valentino Rossi memutuskan untuk meninggalkan Yamaha dan bergabung dengan Ducati, banyak pembicaraan tentang kiprah pebalap Italia ini. Meskipun ada yang mendukung dan yakin dia bakal sukses, tetapi ada pula yang sanksi dengan kemampuannya bersama tim baru tersebut pada MotoGP musim 2011.

Apalagi, dalam debutnya bersama tim Italia tersebut pada sesi latihan post-season di Valencia pada awal November lalu, performa Rossi kurang meyakinkan. “The Doctor” hanya mampu mencatat waktu terbaik 1 menit 33,882 detik, yang menempatkannya di peringkat 15 dari total 17 pebalap yang tampil dalam ajang ujicoba tersebut.

Apa yang terjadi sehingga peraih tujuh gelar juara dunia kelas premier ini “loyo”? Tak ada yang tahu, selain Rossi sendiri (apalagi dia belum mengungkapkan kepada publik bagaimana motor barunya tersebut). Mungkin saja dia masih beradaptasi untuk menggeber motor itu, atau juga karena cedera bahu masih memengaruhi penampilannya.

Terlepas dari pro dan kontra perpindahannya tersebut, serta apa yang menyebabkan debutnya kurang bagus, menarik untuk menyimak serta membandingkan debut para pebalap yang pernah menunggang Ducati serta prestasi di akhir musim perdananya. Ternyata, dalam debut mereka, Rossi kalah dibandingkan tiga pebalap terdahulu, yaitu Casey Stoner, Marco Melandri dan Nicky Hayden, yang juga tampil di Valencia.

Berikut perbandingannya…

– Debut Casey Stoner: Valencia, November 2006
Posisi saat tes: 3
Waktu untuk jadi pertama: 0,280 detik
Posisi untuk pebalap Ducati: 1
Waktu untuk jadi terbaik di Ducati: 0 detik (0,07 detik lebih cepat dari Loris Capirossi)
Hasil pada musim 2007: 10 kali menang, 14 podium, menjadi juara dunia

– Debut Marco Melandri: Valencia, November 2007
Posisi saat tes: 13
Waktu untuk jadi pertama: 1,740 detik
Posisi untuk pebalap Ducati: 4
Waktu untuk jadi terbaik di Ducati: 1,740 detik (Stoner)
Hasil pada musim 2008: 0 menang, 0 podium, posisi 17 di klasemen akhir

– Debut Nicky Hayden: Valencia, November 2008
Posisi saat tes: 12
Waktu untuk jadi pertama: 1,496 detik
Posisi untuk pebalap Ducati: 2
Waktu untuk jadi terbaik di Ducati: 1,496 detik (Stoner)
Hasil pada musim 2009: 0 menang, 1 podium, posisi 13 di klasemen akhir

– Debut Valentino Rossi: Valencia, November 2010
Posisi saat tes: 15
Waktu untuk jadi pertama: 1,695 detik
Posisi untuk pebalap Ducati: 5
Waktu untuk jadi terbaik di Ducati: 1,178 detik (Hayden)
Hasil pada musim 2009: ?

===============
MOTOGP
Motor Rossi Mulai Dikerjakan
Jumat, 10 Desember 2010 | 16:23 WIB

MOTORCYCLESNEWS

Jerry Burgess (kiri) dan Valentino Rossi.

KOMPAS.com — Sepanjang pekan ini para tim mekanik Valentino Rossi yang mengikuti jejaknya pindah dari Yamaha, berada di Bologna, Italia, markas Ducati. Mereka berkumpul dan mulai bekerja, untuk mempersiapkan Desmosedici milik “The Doctor”, yang akan dipakai pada musim 2011.

Tim kami dan Nicky sedang berada di sini untuk membuat motor tahun depan
— Alex Briggs, mekanik Ducati

 

“Tim kami dan Nicky sedang berada di sini untuk membuat motor tahun depan,” demikian sebuah pernyataan lewat Twitter, yang diposting mekanik Alex Briggs. “Ini, pada dasarnya sama dengan yang kami lakukan ketika berada di Honda dan Yamaha. Tak ada yang spesial untuk tahun ini. Tim-tim lain juga mulai bekerja di markasnya sehingga ini juga normal

Menurut Briggs, motor Rossi untuk pertama kalinya mulai dikerjakan pada Kamis (9/10/2010) kemarin. Di bawah pimpinan Jerry Burgess, mereka baru saja mengerjakan pengapian motor sebelum makan siang.

Dalam pernyataan berikutnya setelah makan siang, tertulis: “Untuk catatan, motor para pebalap sudah tidak ada masalah pada pukul 02:05 siang hari ini.”

Meskipun motor sudah siap, para penggemar harus lebih bersabar lagi untuk melihat gambar tunggangan terbaru Rossi. Pasalnya, Desmosedici baru tersebut secara resmi akan diperkenalkan kepada publik saat peluncuran bulan Januari mendatang.

“Saya tahu, Anda semua pasti mati-matian menunggu sebuah foto motor. Tetapi, jika saya melakukannya (memberikan) sebelum tim meluncurkannya pada Januari, hanya saya yang mati di sini!” canda Briggs.

==============

Rossi: Kenapa MotoGP Tunduk pada F1?
Selasa, 12 Oktober 2010 | 18:56 WIB

AFP/SAEED KHAN
Pebalap Fiat Yamaha, Valentino Rossi (kanan), dan peblaap Repsol Honda Andrea Dovizioso, saat merayakan keberhasilan mereka di GP Malaysia, Minggu (10/10/10). Dalam balapan di Sepang ini, Rossi finis pertama, disusul Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

SEPANG, KOMPAS.com — Valentino Rossi mengecam penyelenggara MotoGP yang mau “disetir” pihak Formula 1. Pasalnya, start balapan di Sepang, Malaysia, akhir pekan lalu terpaksa ditunda sesaat hanya untuk mengakomodasi permintaan penyelenggara F1 di Suzuka, Jepang.

Memang, balapan di Sepang, Minggu (10/10/2010), dimulai lebih lambat hanya untuk menghindari tabrakan tayangan televisi dengan balapan F1 di Jepang. Inilah yang membuat Rossi tak terima dan memberikan kritikan. Menurutnya, penundaan tersebut bisa memberikan risiko terhadap balapan MotoGP lantaran hujan bisa terjadi kapan saja di Kuala Lumpur.

Sementara hujan tak kunjung datang, Rossi yang akhirnya memenangi balapan di Malaysia mengatakan kepada media Italia bahwa dia kecewa dengan Dorna yang menerima permintaan ofisial F1.

“Kami selalu tunduk pada kekuatan Formula 1,” ujar Rossi dengan kesal.

Dalam kesempatan yang sama, pebalap berusia 31 tahun asal Italia ini juga menepis rumor yang menyebutkan bahwa kepindahannya ke Ducati pada musim depan merupakan langkah awal untuk pindah ke F1. Peraih tujuh gelar juara dunia kelas premier ini menegaskan, “Saya benar-benar tidak berpikir hal itu (pindah ke F1) akan terjadi.”

==============
MOTOGP
Rossi Fantastis, Lorenzo Juara Dunia
Minggu, 10 Oktober 2010 | 15:41 WIB

AFP
Jorge Lorenzo

SEPANG, Kompas.com – Jorge Lorenzo menyegel gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finis ketiga di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (10/10/10). Sementara itu, Valentino Rossi tampil fantastis untuk memenangi balapan ini, setelah bertarung ketat dengan Andrea Dovizioso dan Lorenzo.

Bagi Lorenzo, finis ketiga ini sudah jauh dari cukup untuk meraih gelar pertamanya di MotoGP. Dengan tambahan 16 poin di Sepang, pebalap Spanyol ini mengumpulkan total 313 poin, dan tak mungkin terkejar lagi oleh rival terdekat yang juga kompatriotnya, Dani Pedrosa, yang kemungkinan baru bisa tampil di Phillip Island, Australia, pekan depan–Pedrosa kecelakaan saat latihan di Sirkuit Motegi, Jepang, pekan lalu, sehingga sudah absen di dua seri, termasuk di Sepang.

Sebenarnya, pekerjaan Lorenzo untuk mengamankan gelar juara dunia, sangat mudah. Pebalap Fiat Yamaha ini, yang start dari pole position, cukup finis paling buruk di urutan sembilan. Tetapi, mantan dua kali juara dunia kelas 250cc ini tampil cukup ngotot, dan akhirnya finis ketiga.

Namun secara keseluruhan, balapan di Sepang ini menjadi panggung aksi dari Rossi. “The Doctor” menunjukkan kepiawaiannya menunggang “kuda besi”, karena setelah tercecer ke urutan 11 (start dari urutan 6), juara dunia tujuh kali kelas premier ini melibas semua lawannya, termasuk duel seru melawan Dovizioso di lap ke-15.

Hasil bagus juga ditunjukkan Ben Spies. Pebalap Tech 3 Yamaha, yang musim depan menggantikan posisi Rossi di tim pabrikan Yamaha–untuk jadi tandem Lorenzo–mampu finis di urutan empat, setelah memenangi duel sesama rookie MotoGP 2010 melawan Alvaro Bautista yang finis di urutan lima, serta Marco Simoncelli. Jalannya balapan

Ketika lampu merah padam, para pebalap menggeber motornya. Lorenzo melakukan start dengan sempurna karena berhasil mempertahankan posisinya sebagai pemegang pole. Tetapi pebalap Spanyol ini mendapat tekanan keras dari pebalap Repsol Honda Andrea Dovizioso dan duo Ducati, Casey Stoner dan Nicky Hayden.

Start buruk justru dilakukan Rossi karena pebalap berusia 31 tahun ini langsung melorot lima strip, sehingga berada di posisi 11. Berbeda dengan Simoncelli, yang justru melejit ke urutan lima (dari posisi 11), dan selanjutnya bisa melibas Hayden.

Sayang, pertarungan menjadi kurang seru ketika Stoner harus lebih awal meninggalkan balapan. Ketika sedang bertarung di barisan depan, pebalap Australia ini malah jatuh sebelum menikung ke kiri. Juara dunia 2007 ini hanya mampu bertahan satu lap.

Tanpa Stoner, pertarungan di lintasan tetap menarik karena Rossi mulai merangsek ke depan. Memasuki lap kedua, Rossi, yang musim depan sudah membela Ducati, berhasil menempatkan diri di posisi lima besar. Sedangkan di posisi terdepan, Lorenzo terus mendapat perlawanan ketat dari Dovizioso, yang tepat berada di belakangnya.

Rossi tak perlu waktu lama untuk maju ke barisan depan. Hanya butuh tiga lap bagi peraih sembilan gelar juara dunia balap motor ini untuk melewati Simoncelli, dan mulai mengancam Dovizioso, apalagi di lap kelima dia berhasil melakukan fastest lap.

Pada lap kedelapan, Dovizioso berhasil melewati Lorenzo. Tekanan yang terus diberikan pebalap Italia ini membuat Lorenzo akhirnya membuat sebuah kesalahan saat menikung ke kanan, karena dia terlalu melebar, sehingga Dovizioso yang menempelnya dari sisi dalam dengan mudah menyodok.

Berselang satu lap, giliran Rossi yang mengalahkan Lorenzo. Fastest lap yang terus ditorehnya membuat “The Doctor” nyaris tak pernah memberikan “ruang bernafas” bagi rekan setimnya tersebut, sehingga saat menikung ke kiri, Rossi, yang melakukan pengereman keras, langsung mengambil dari sisi dalam. Rossi pun mengambilalih posisi Lorenzo, dan bertarung dengan Dovizioso untuk memperebutkan podium nomor satu.

Lap ke-10, Rossi menyempurnakan aksinya di hadapan lebih dari 64.000 penonton di Sirkuit Sepang, dengan melewati Dovizioso. Kehebatannya melewati lawan di tikungan kembali ditunjukkannya karena dengan halus dia mendahului Dovizioso. Para pendukungnya yang memadati sirkuit pun memberikan tepuk tangan meriah, menyambut aksi pahlawan mereka.

Sementara itu di barisan kedua, tiga rookie MotoGP, Simoncelli, Spies dan Bautista, bertarung memperebutkan posisi empat. Pada lap ke-13, mereka berduel sangat rapat sebelum Spiers akhirnya mengambil dari sisi dalam saat menikung ke kiri, untuk melewati Simoncelli, dan berhasil mewujudkan tekadnya untuk masuk posisi lima besar dalam balapan di Sepang.

Kembali ke barisan depan, pada lap 15, Dovizioso kembali mengambilalih pimpinan lomba setelah melewati Rossi yang terlalu keras melakukan pengereman. Lorenzo pun langsung mendekat. Tetapi Rossi lagi-lagi menunjukkan kelasnya sebagai raja balap motor, karena di tikungan berikutnya, dia merampas lagi posisi pertama dari Dovizioso.

Setelah itu, Rossi tak tersentuh lagi. Meskipun Dovizioso sempat memberikan ancaman di tikungan terakhir menjelang masuk garis finis, tetapi Rossi tak terpengaruh sehingga berhasil menyentuh garis finis di depan lawannya tersebut, dan disusul Lorenzo.

– Hasil MotoGP di Sepang, Minggu (10/10/10)

Pos  Rider                      Team                   Time/Gap 1.  Valentino Rossi      Yamaha                   41m03.448s 2.  Andrea Dovizioso   Honda                     + 0.224s 3.  Jorge Lorenzo        Yamaha                   + 6.035s 4.  Ben Spies               Tech 3 Yamaha       + 13.676s 5.  Alvaro Bautista       Suzuki                     + 15.402s 6.  Nicky Hayden         Ducati                     + 18.826s 7.  Hiroshi Aoyama      Interwetten Honda   + 20.218s 8.  Marco Simoncelli     Gresini Honda         + 23.574s 9.  Marco Melandri       Gresini Honda         + 23.964s 10.  Randy de Puniet     LCR Honda            + 31.850s 11.  Hector Barbera      Aspar Ducati          + 38.579s 12.  Mika Kallio            Pramac Ducati        + 38.849s

Retirements:

Colin Edwards     Tech 3 Yamaha      9 laps Aleix Espargaro   Pramac Ducati       6 laps Loris Capirossi   Suzuki                      4 laps Casey Stoner      Ducati                     0 laps

– Klasemen sementara pebalap

Pos.    Rider                          Bike        Nation    Points 1    Jorge LORENZO         Yamaha       SPA       313 2    Dani PEDROSA           Honda         SPA       228 3    Valentino ROSSI           Yamaha      ITA        181 4    Casey STONER            Ducati        AUS       180 5    Andrea DOVIZIOSO     Honda        ITA        179 6    Ben SPIES                     Yamaha     USA       152 7    Nicky HAYDEN            Ducati       USA        139 8    Randy DE PUNIET        Honda       FRA         94 9    Marco SIMONCELLI     Honda       ITA          92 10    Marco MELANDRI      Honda       ITA          86 11    Colin EDWARDS          Yamaha    USA         81 12    Hector BARBERA        Ducati       SPA         74 13    Alvaro BAUTISTA        Suzuki       SPA         69 14    Aleix ESPARGARO       Ducati      SPA         52 15    Hiroshi AOYAMA          Honda      JPN         44 16    Loris CAPIROSSI           Suzuki      ITA          41 17    Mika KALLIO                Ducati      FIN          38 18    Alex DE ANGELIS         Honda      RSM        11 19    Roger Lee HAYDEN      Honda      USA         5 20    Kousuke AKIYOSHI       Honda      JPN          4 21    Wataru YOSHIKAWA    Yamaha   JPN          1


 

Posted in: olah raga